Rabu, 28 Oktober 2015

Misteri Pusaka Keagungan Indramayu Cakra Udaksana

Selasa, 13 Oktober 2015
MAJU TERUS

SATIM TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
DIPAMERKAN – Bukti fisik pusaka keagungan Indramayu bernama Cakra Udaksana milik Raden Bagus Wiralodra, pemimpin Indramayu masa lalu, dipamerkan di Pendopo Bupati Indramayu, Selasa (13/10/2015). (Foto : Satim)***


SEJARAH
Kehebatan Cakra
Kalahkan Golek Sarpa Kenaka
Indramayu, SATIM TERUS - PADA zamannya, pusaka Cakra Udaksana merupakan salah satu senjata yang memiliki kemampuan mumpuni dengan ghodam-ghodamnya yang super dahsyiat. Mampu membuat mampus musuh-musuh yang mencoba menghancurkannya.

            Berkat kekuasaan Sang Pencipta Alam Semesta, Cakra di tangan orang yang memiliki ilmu mumpuni, mampu menambah kewibawaan dan kesaktian ketika harus perang tanding memperebutkan kekuasaan pada zamannya.

            Disebut-sebut, Cakra Udaksana merupakan salah satu pusaka keagungan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, yang ketika sekitar Abad XVII dimiliki Raden Bagus Wiralodra, seorang pendekar pilih tanding yang sakti dan pemimpin Indramayu kala itu.

            Pemelihara sejumlah pusaka kuno peninggalan para pemimpin Indramayu masa lalu, Dasuki mengatakan, ia ditugasi untuk mengurusi benda-benda kuno bertuah tersebut. Konon, jumlahnya mencapai puluhan.

Seumlah pusaka kuno bertuah itu, dipamerkan kepada umum dalam rangka memperingati Ulang Tahun Indramayu ke-488. Lokasinya, di Pendopo Bupati Indramayu dan diperlihatkan kepada publik selama sepekan hingga Rabu (14/10/2015).

    “Pusaka-pusaka yang ditampilkan dalam pameran pembangunan menyambut Hari Jadi Indramayu ke-488 tahun 2015 ini, sejumlah pusaka bertuah yang diangap mampu memberi kesaktian pada zamannya si masa lalu,” kata pria warga Desa Pekandangan Jaya, Indramayu itu, Jumat (10/10/2015) siang.
Dasuki memang tidak banyak bercerita tentang keampuhan Cakra Udaksana milik Wiralodra, pemimpin Indramayu tempo doeloe. Hanya cerita singkat saja, bahwa Cakra merupakan pusaka keagungan Indramayu.

Pria berpawakan tinggi itu mengungkapkan, berkat kekuasaan Allah sehingga pusaka-pusaka bertuah itu mampu memberikan kesaktian kepada para pendekar Indramayu pada zamannya.

“Bukan hanya itu, jika dilihat dari karya seni, sangat agung dan luar biasa para leluhur kita telah menghasilkan karya seni yang tinggi. Dan bisa dipersembahkan kepada generasi masa kini, agar bisa menghargai jasa-jasanya,” ujarnya. 

Namun seorang pelajar salah sebuah sekolah lanjutan, Agus bercerita, ketika melihat-lihat dan mendekati pusaka Cakra, ia seolah merasakan badannya bergetar dan merinding.

“Mungkin saya terlalu menghayati, bagaimana perjuangan Wiralodra bersenjatakan Cakra dalam menaklukkan musuh-musuhnya. Sehingga Indramayu masih bisa berdiri dan berjaya hingga sekarang,” tuturnya.

Raja Galuh Kabur    

                   Dalam Buku Babad Dermayu meski masih mengandung banyak versi dikisahkan, bahwa sekitar tahun 1500-an, Indramayu diserang ratusan pasukan Kerajaan Galuh Pakuan yang dipimpin Prabu Cakraningrat. Konon, Kerajaan Galuh yang kemudian wilayahnya diberi nama Rajagaluh, yang kini diduga masuk dalam Kabupaten Majalengka, Cakraningrat ingin memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke bagian Utara Sungai Cimanuk.

                   Namun berkat kesaktian Wiralodra dengan bersenjatakan Cakra Udaksana, para prajurit Galuh Pakuan mampu dikalahkannya. Mereka tak sedikit pula yang tewas, dan yang masih hidup lari kocar-kacir mengadukan kesaktian Wiralodra kepada Prabu Cakraningrat, sang rajanya yang masih menganut keyakinan KesangHyangan dengan menyembah Dewa.

                  Mendapat laporan para prajuritnya yang kalah, Prabu Cakraningrat naik pitam, dan meminta dikawal para prajuritnya yang masih setia untuk dipertemukan dengan Wiralodra.

                  Sesampainya di sekitar lembah Singai Cimanuk yang sekarang diperkirakan berada di Desa Dermayu, atau setidak-tidaknya berada tak jauh dari Pendopo Bupati Indramayu, Prabu Cakraningrat bersikap sombong dan mengancam akan  membunuh Wiralodra dengan pusaka keagungannya bernama Golek Sarpa Kenaka.

                  Golek Sarpa Kenaka diyakini merupakan pusaka keagungan Kerajaan Galuh, karena kesaktiannya mampu membuat gunung runtuh, sungai kering, dan pepohonan hancur. Konon, kekuatan Golek Sarpa Kenaka karena dihuni sejumlah dedemit. Sehingga diyakini mampu mengalahkan musuh-musuhnya.

                  Setelah mengucap mantra-mantra dan permohonan kepada Dewa yang diyakini sebagai Tuhannya, Prabu Cakraningrat langsung menyerang Wiralodra yang kala itu bersikap tegap namun tenang. Tangan kanannya memegang pusaka Cakra Udaksana.

                  Meski Prabu Cakraningrat bersenjatakan Golek Sarpa Kenaka menyerang dengan membabi-buta, namun Wiralodra dengan tenang sambil memohon kepada Allah agar memberikan kekuatan kepadanya.

                   Sekali ayunan pusaka Cakra di tangannya, Prabu Cakraningrat terpental. Raja Galuh itu merasa tersisih, akhirnya langsung kabur dan kembali lagi ke markas kekuasaannya di Rajagaluh. Ia langsung mengadakan rapat mendadak yang dihadiri para tokoh-tokoh sakti di Rajagaluh.

                 Prabu Cakraningrat mengingatkan, agar jangan berani bertarung dengan Wiralodra, apalagi merebut wilayah Indramayu, karena tokoh Indramayu itu maha sakti.

                 Dalam Buku Babad Dermayu dikisahkan, kesaktian Raden Bagus Wiralodra bersama kekuatan ghaib yang terkandung dalam pusaka Cakra yang mirip gerigi itu, tak hanya mengalahkan manusia, kesaktian Wiralodra dengan pusaka Cakranya mampu menundukkan sejumlah makhluk halus yang ganas sekalipun, seperti dedemit yang menghuni sejumlah tempat angker di Indramayu.

                 Termasuk langkah pertama ketika Wiralodra membuka hutan belantara dan alas penjalin (rotan), sewaktu akan dijadikan pedukuhan atau pemukiman untuk anak dan cucunya kelak. Di situ Wiralodra beberapa kali bertarung dan mengalahkan sejumlah penunggu dan penguasa alas dari golongan makhluk astral.

                 Hingga kini pusaka keagungan Indramayu bernama Cakra Udaksana bersama sejumlah pusaka kuno peninggalan para pemimpin Indramayu, dilestarikan dan tersimpan di Posko Bedama Pusaka di depan Pendopo Bupati Indramayu.

                 Kuncen Pusaka, Dasuki sejak dulu mengusulkan, agar dibuatkan gedung khusus yang agak besar untuk penyimpanan pusaka-pusaka bersejarah itu. Konon, karena jumlahnya sangat banyak.

                 “Sampai sekarang belum terkabul. Tahun depan, semoga usulan saya itu terealisasi,” harapnya, kemarin.

                 Sejauh ini, belum ada konfirmasi lebih lanjut, soal instansi mana yang paling bertanggung jawab terhadap pembangunan gedung penyimpanan sejumlah pusaka kuno dan bersejarah milik rakyat Indramayu itu.(Satim)***    

                  

                


Rabu, 14 Oktober 2015

Kecamatan Gabus Wetan Punya Kantor Baru



Kamis, 08 Oktober 2015
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
DIBANGUN – Setelah sekian lama berkantor di gedung lama, kini Camat Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, dan jajarannya siap menempati kantor baru. Tampak dalam gambar, pembangunan kantornya tengah dirampungkan.***
Kecamatan Gabus Wetan
Punya Kantor Baru
Indramayu, SATIM TERUS Online - TIDAK lama lagi, jajaran Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, punya kantor baru dan akan menempatinya.
            Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah mengharapkan, dengan adanya kantor baru itu, pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dan cepat. Sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan puas.
            “Bukan hanya jajaran Kecamatan Gabus Wetan saja, namun semua kantor pemerintah harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” kata Anna Sophanah seusai kunjungan ke suatu acara, kemarin.
            Pantuan Satim Terus Online, pembangunan Kantor Kecamatan Gabus Wetan itu,  kabarnya akan rampung dalam beberapa pekan mendatang.
            Pelaksana teknis proyek itu, Suharyono alis Yono mengatakan, pihaknya siap menuntaskan pembangunan Kantor Kecamatan Gabus Wetan dalam waktu dekat ini.
            “Kami siap menuntaskan pekerjaan kantor itu dengan hasil yang baik,” tuturnya ketika ditemui di lapangan, belum lama ini.
            Diperoleh keterangan, pembangunan Kantor Kecamatan Gabus Wetan tersebut, dananya dikucurkan dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu senilai sekitar Rp 900 jutaan.
            Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi Supriyadi melalui PPTK proyek itu, Achmad Hidayat didampingi Kepala Bidang Tata Bangunan, Agus Salam Pujianto mengungkapkan, anggaran untuk pembangunan Kantor Kecamatan Gabus Wetan sekitar Rp 900 jutaan.
            “Proses pembangunannya saat ini, dalam penyelesaian akhir atau finishing. Adapun pemenang tendernya CV. Sultan,” ungkapnya, kemarin.
Catatan Satim Terus Online ini, pembangunan Kantor Kecamatan Gabus Wetan itu, menambah deretan sejumlah proyek pembangunan fisik yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui pintu Dinas Cipta Karya.(Satim)***
                       
               
             
           

Senin, 12 Oktober 2015

Kendaraan Hias Cipta Karya Meriahkan Hari Jadi Indramayu ke-488


Rabu, 07 Oktober 2015

MAJU TERUS 
SATIM TERUS
EKSPEDISI HUMANIORA
Kendaraan Hias Cipta Karya

Melintas
INDRAMAYU – Kendaraan hias Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terlihat tengah melintas di Jalan Wiralodra Indramayu, Rabu (07/10/2015) sore. Kendaraan hias yang sejenis itu juga diperagakan sejumlah lembaga Pemerintah Kabupaten Indramayu pada hari yang sama. Begitulah salah satu peragaan kepada masyarakat luas, dalam rangkaian acara perayaan Hari Jadi Indramayu ke-488. Kabarnya, kendaraan hias Cipta Karya itu diprediksi bakal meraih juara. (Satim)***Foto-foto : Satim

Sabtu, 03 Oktober 2015

Hari Jadi Indramayu ke-488 di Randu Gede


Sabtu, 03 Oktober 2015
MAJU TERUS

SATIM TERUS 
EKSPEDISI HUMANIORA

Randu Gede Jadi Pusat Pameran Hari Jadi

Indramayu ke-488
 
Indramayu, SATIM TERUS ONLINE Kawasan Randu Gede diubah menjadi pusat pameran pembangunan Hari Jadi Indramayu ke-488, yang dirayakan pada 7 Oktober 2015. Namun rangkaian acaranya sudah berlangsung sejak Kamis (01/10/2015). Sejumlah pedagang dan permainan anak-anak sudah menggelar pementasannya, dan sudah meraup pendapatan sejak awal Oktober 2015.
            Ketua Panitia Hari Jadi Indramayu ke-488, Yudi Rustomo mengatakan, pemusatan pameran pembangunan dan kegiatan lainnya di kawasan Randu Gede, merupakan perintah Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah.
            “Kami tinggal melaksanakan perintah itu. Yang pasti seputar kota tambah ramai,” katanya, belum lama ini.
            Ketika ditanya, mengapa harus di kawasan Randu Gede yang dulunya pernah dipakai lapangan tentara dan Markas Kodim 0616 Indramayu sampai tahun 1990-an. “Untuk menghidupkan para pedagang di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk lama, serta memberdayakan masyarakat sekitarnya,” jawabnya.(Satim)***
            Foto-foto di bawah ini, merupakan serangkaian persiapan arena cara pameran dengan pembersihanlapangan eks tentara itu.(Foto-foto : Satim)***
 

Mobil Sarat Penumpang

Sabtu, 03 Oktober 2015

MAJU TERUS
SATIM TERUS
EKPEDISI HUMANIORA

Usai Panen Naik Mobil Ramai-Ramai


Indramayu, SATIM TERUS ONLINE – Usai bekerja keras memotong padi dalam panen raya di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, belum lama ini, para petani penderep (pemanen) naik mobil rombongan ramai-ramai meski berdesakan. Kendaraan yang mereka tumpangi melintasi areal pembangunan Pasar Baru Jatibarang di Bulak.(Foto : Satim)***


Selasa, 29 September 2015

Sambut Hari Jadi Indramayu ke-488 Air Waduk Bojong Sari Dialirkan ke Cimanuk Lama

Selasa, 29 September 2015
MAJU TERUS
SATIM TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
TINJAU WADUK – Kepala Dinas PSDA Tamben Kabupaten Indramayu, Suwenda Asmita meninjau Waduk Bojong Sari Indramayu, Selasa (29/09) siang. Kunjungannya, untuk uji coba mengalirkan air waduk itu ke jantung Kota Mangga.(Foto : Satim)***
                       Air Waduk Bojong Sari Dialirkan  

Indramayu, SATIM TERUS ONLINE - SELAMA bertahun-tahun air Waduk Bojong Sari Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tidak dialirkan ke Sungai Cimanuk lama yang menembus jantung Kota Mangga itu. Namun, ketika Indramayu hendak berulang tahun ke-488, air yang tertampung di waduk itu, dialirkan ke jantung kota.
           Konon, itu merupakan uji coba untuk mengisi air baku perkotaan yang selama ini tidak jalan, karena masih banyak garapan proyek pengembangan penataan Cimanuk lama yang belum rampung.
           Selasa (29/09) siang, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Kabupaten Indramayu, Suwenda Asmita melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
            “Kami datang ke sini, untuk mengalirkan air Waduk Bojong Sari ini ke jantung kota. Ini dalam rangka menyambut Hari Jadi Indramayu ke-488,” kata Suwenda didampingi Kepala UPTD Work Shop PSDA Tamben, Anto, Selasa (29/09) siang itu.
            Pintu air Waduk Bojong Sari yang dibukanya itu terletak di Blok Alwasliyah Sindang. Meski kondisi air saat itu masih kurang banjir, namun ia berupaya untuk mengerahkan pompa air yang akan memompanya.
            Diperoleh keterangan, pengaliran air waduk tersebut dalam rangka untuk menjernihkan kondisi air seputar jantung kota yang terdiam selama puluhan tahun. Meski belum diperoleh penjelasan, berapa juta kubik air yang siap dipompakan ke jantung Kota Mangga itu.
            Pantauan SATIMTERUS, sampah dan keramba warga setempat masih terlihat berserakan. Ada kemungkinan, pembersihannya memakan waktu berhari-hari. Dan terlihat, Selasa (29/09) sore, puluhan petugas kebersihan berjibaku membersihkan sampah yang menghiasi aliran Sungai Cimanuk lama.(Satim)***
              

Kamis, 09 Juli 2015

Kondisi Jalan Kota Indramayu yang Terpantau


MAJU TERUS

EKSPEDISI HUMANIORA
Kamis, 09 Juli 2015
Kondisi Jalan Kota Indramayu MasihMulus
INDRAMAYU, SATIM TERUS - Gambar di bawah ini kondisi jalan di wilayash Indramayu bagian kota yang terpantau, Jumat (09/07/2015) hingga pukul 14.17 WIB. Sepekan sebelum Idul Fitri 1436 H. Ada beberapa ruas jalan yang sempat terpantau hasil jepretan Satim, diantaranya : Jl. RA. Kartini 
Jl. Letjen S. Parman
Jl. Mayjen Sutoyo








Jl. Mayor Sastraatmaja

                                                         
Jl. Letjen S. Parman
Keterangan : Foto-foto Satim

                                                   

Minggu, 28 Juni 2015

Gedung “Kuning” Akan Dioperasikan Oktober 2015


Minggu, 28 Juni 2015
MAJU TERUS
SATIM TERUS
EKSPEDISI HUMANIORA
Gedung “Kuning”

Akan Dioperasikan Oktober 2015
Gedung Mutiara Bangsa – Gedung Mutiara Bangsa atau yang dijuluki Gedung “Kuning” dirancang untuk obyek wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Gedung ini terletak di obyek wisata Waduk Bojongsari.(Foto : Satim)***
Indramayu, SATIM TERUS
“Gedung Kuning,” begitulah  banyak orang menjulukinya, karena kubah gedung yang menyerupai telur setengah matang itu didominasi warna kuning. Gedung  dimaksud berada disekitar obyek wisata Waduk Bojongsari,  Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi JawaBarat. Rencananya, pengoperasian Gedung itu akan dilakukan pada Oktober 2015, atau menjelang Hari Jadi Indramayu ke-488.

            Gedung milik pemerintah Kota Mangga itu disebut-sebut sebagai gedung yang dibangun dengan biaya termahal, dan dibutuhkan waktu terlama sepanjang sejarah  proyek pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. Gedung ini dibangun setelah Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance memerintah untuk kedua kalinya. Namun hingga kini, sampai dengan istrinya Hj. Anna Sophanah terpilih menjadi Bupati Indramayu dan akan berakhir pada Desember 2015, gedung itu hingga berita ini dirilis masih belum rampung.  

            Untuk biaya pembangunannya saja, sejak tahun 2008 hingga tahun 2013 telah menghabiskan biaya Rp14,6 Miliar lebih. Sedangkan pembangunan fisiknya di tahun 2014 menelan biaya sekitar Rp15 Miliar. Ini belum ditambah dengan berbagai macam barang-barang yang bakal ditampilkan di gedung yang dinamai ”Mutiara Bangsa” itu, konon, bakal menghabiskan sekitar Rp 5 Miliar lagi. Pihak Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu mencatat, sampai dengan 2014 telah menelan biaya sekitar Rp 35 Miliar lebih dari APBD Kabupaten Indramayu. Itu belum termasuk biaya pembebasan tanah seluas sekitar 3 hektar pada masa lalu, yang konon, diperkirakan mencapai Miliaran rupiah.

            Meski beberapa pihak menyayangkan pengerjaan proyeknya di tahun 2014 tidak tepat waktu, karena melewati kontrak kerja hingga sekitar Maret 2015 masih dikerjakan. Kabarnya, pihak perusahaan pemenang tendernya terkena sanksi denda keterlambatan kontrak kerja. Meski pihak Dinas Cipta Karya belum menerangkan jumlah dana yang terkumpul dari sanksi denda tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi Supriyadi S.Sos, MSi melalui PPTK Proyek Pembangunan Gedung Mutiara Bangsa, Yudi Suswanto K, ST didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan pada Dinas Cipta Karya setempat, Agus Salam Pujianto SIP, ST, MSi mengatakan, Karena belum rampungnya pembangunan gedung Iptek itu, tahun 2015 ini dianggarkan Rp 1,25 Miliar dari APBD Kabupaten Indramayu. Duit sebanyak ini untuk pekerjaan eksterior dan interior, yakni penyelesaian bangunan bagian luar dan dalam gedung yang masih belum rampung.

“Jika memang ada suntikan dana dari Pemerintah Pusat, kemungkinan penyelesaiannya akan lebih dipercepat lagi,” katanya.

Data yang dihimpun Satimterus menyebutkan, biaya pembebasannya saja yang seluas sekitar 3 hektar lebih itu, konon, menelan biaya sekitar miliaran rupiah. Pembangunan Gedung ”Mutiara Bangsa” dimulai sejak tahun 2008 dengan menghabiskan biaya Rp 1.938.937.000 (Rp 1,9 Miliar lebih). Tahun berikutnya 2009 menelan biaya Rp 4.217.026.000 ( Rp 4,2 Miliar lebih), tahun 2010 sebesar Rp 1.735.757.000 (Rp1,7 Miliar lebih), dan di tahun 2011 tidak ada anggaran untuk melanjutkan pembangunan Gedung”Mutiara Bangsa” tersebut.

            Kemudian pembangunannya dilanjutkan pada tahun 2012 dengan menguras anggaran Rp 4.521.433.000 (Rp 4,5 Miliar lebih), dan tahun 2013 memakan biaya Rp 2.251.745.000 (Rp 2,2 Miliar lebih). Sedangkan pembangunan fisiknya saja di tahun 2014 bakal dianggarkan sekitar Rp 15 Miliar. Sementara untuk pengadaan barang-barang yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologinya, konon, diperkirakan bakal menghabiskan sekitar Lima Miliar.

            Yudi memastikan, sebelum masa jabatan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berakhir pada tahun 2015, Gedung “Mutiara Bangsa” sudah dioperasikan untuk umum sebagai salah satu obyek wisata Iptek.

            Kemudian, ketika Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah menerima kunjungan Tim Kementerian Riset dan Teknologi di Pendopo Bupati Indramayu pada 10 Maret 2015, istri Yance (mantan Bupati Kota Mangga dua periode) itu mengatakan, Gedung Iptek Mutiara Bangsa akan diresmikan dan dibuka untuk umum menjelang Hari Jadi Indramayu pada Oktober 2015 mendatang.(Satim)***


Jumat, 05 Juni 2015

Susi Susilawati PPL Desa Pengajang


MAJU TERUS

EKSPEDISI HUMANIORA
Jumat, 10 Desember 2014

Susi Susilawati PPL  Desa Pengajang
Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Pengajang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Susi Susilawati seusai menjalankan tugas mengawasi tahapan Pemilihan Presiden 2014.(Foto : Satim)***


Jumat, 08 Mei 2015

Indramayu Minta Mangrove Center Diresmikan

Jumat, 08 Mei 2015
SATIM TERUS ONLINE
HUTAN LINDUNG
Indramayu Minta 
Mangrove Center Diresmikan
INDRAMAYU, Satim Terus Online Ancaman rusaknya kawasan hutan Mangrove, masih menjadi kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, hutan lindung pantai itu menjadi andalan untuk melindungi bibir pantai dari gempuran abrasi bagi daerah di Pantai Utara itu.
Selain itu, keberadaan hutan Mangrove menjadi karbon kehidupan bagi makhluk di bumi, khususnya di Kota Mangga, nama lain bagi Kabupaten Indramayu.
Sedangkan di Kota Mangga, Mangrove menjadi salah sumber kehidupan sekaligus penunjang perekonomian bagi warga di sekitarnya. Berkembangnya sejumlah kelompok Tani Hutan Mangrove, dengan melakukan budi daya bibit Mangrove dengan tanpa mengabaikan tugas utamanya, yaitu menjaga dan melindungi kelestarian hutan Mangrove yang ada di sekitarnya.
“Kondisi demikian, perlu adanya payung hukum yang lebih luas, sehingga keberadaan Mangrove terjaga dan lestari sepanjang masa. Inilah yang tengah kami perjuangkan untuk sebuah pengakuan dari Pemerintah lebih atas, paling tidak Gubernur Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Munjaki MSi di kantornya, belum lama ini.
Munjaki berharap, agar Gubernur Jawa Barat (Jabar) mau menerbitkan Surat Keputusan (SK) seputar zona hutan Mangrove yang berada di Kabupaten Indramayu.
Ia berdalih, dengan adanya SK itu, Pemerintah Provinsi Jabar ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan Mangrove di wilayah Kota Mangga.
Keterangan yang dihimpun Satim Terus Online, kerusakan hutan Mangrove dipicu dua faktor, yaitu akibat faktor alam dan manusia. Namun yang paling parah, akibat faktor manusia dengan cara mencuri atau merambah hutan seenaknya.
Kemudian beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jabar, H. Deddy M

izwar berkunjung ke Indramayu, sambil melihat langsung keberadaan hutan Mangrove di kawasan Pantai Karangsong, Kecamatan Indramayu.
Kunjungan perwakilan Pemerintah Provinsi Jabar itu diakui memicu semangat para pecinta lingkungan di Bumi Wiralodra Indramayu. Deddy Mizwar tentunya banyak menerima masukan dan informasi seputar susah payahnya melestarikan hutan Mangrove.
Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove Center, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Wartam mengatakan, ia meminta agar para pelaku pencurian dan perambahan hutan Mangrove di Kabupaten Indramayu ditindak tegas dan  diseret ke meja hijau.
 “Karena pencurinya, selalu mencari kelengahan kami. Biar mereka kapok, jika kami memergoki pencuri hutan Mangrove yang sudah dilaporkan ke pihak Hutbun Indramayu, kami berharap agar di seret ke Pengadilan,” pinta Wartam didampingi Sekretarisnya, Didi Hermadi kepada Satim Terus Online.(Satim)***