Jumat, 27 Maret 2009

Lelang Pengadaan Barang/Jasa Kab. Indramayu TA. 2009

P E N G U M U M A N

P E N G U M U M A N

Nomor : 027/08-Pan/PU/2009

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Terpusat memberikan kesempatan kepada Penyedia Barang/Jasa, Penyedia Jasa Konstruksi, Penyedia Jasa Konsultan untuk mengikuti Pelelangan Umum dengan Sistem Pasca Kualifikasi dan Pra Kualifikasi dengan rincian sebagai berikut :

NO.

Pekerjaan

Kualifikasi

Bidang/

Sub Bidang

HPS

1.

DCK-1 Renovasi Gedung Dinas PU Cipta Karya (Tahap IV)

K

2100/ 21005

727.251.000

2.

DCK-2 Renovasi Gedung Dinas PU Bina Marga (Tahap III)

K

2100/ 21005

682.889.000

3.

DCK-3 Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

NK

2100/ 21005

2.485.916.000

4.

DCK-4 Pembangunan Rumah Dinas Camat Lelea

K

2100/ 21005

248.897.000

5.

DCK-5 Pembangunan Rumah Dinas Camat Kandanghaur

K

2100/ 21005

300.181.000

6.

DCK-6 Pembangunan Pagar Gedung Kantor DPRD Kabupaten Indramayu

K

2100/ 21005

555.964.000

7.

DCK-7 Rehabilitasi dan Peningkatan Bangunan DPRD Kabupaten Indramayu

K

2100/ 21005

812.585.000

8.

DCK-8 Belanja Modal Pembangunan Rumah Dinas Dokter Puskesmas Cidempet Kecamatan Arahan

K

2100/ 21005

148.034.000

9.

DCK-9 Pembangunan Rumah Dinas Dokter Puskesmas Bongas Kecamatan Bongas

K

2100/ 21005

130.205.000

10.

DCK-10 Pmbangunan Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu

NK

2100/ 21005

1.090.286.000

11.

DCK-11 Pembangunan SMA Negeri 1 Sindang (Lanjutan)

K

2100/ 21005

433.277.000

12.

DCK-12 Pembangunan MDA Mesjid Agung (Lanjutan)

K

2100/ 21005

338.561.000

13.

DCK-13 Pembangunan Wales Pandega Sigudang

K

2200/ 22009

355.227.000

14.

DCK-14 Pembangunan Trotoar dan Saluran Drainase/ Gorong-gorong Kecamatan Jatibarang (Lanjutan)

K

2200/ 22009

179.578.000

15.

DCK-15 Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong Kecamatan Anjatan

K

2200/ 22009

189.433.000

16.

DCK-16 Pembangunan PSD Parlin PNS Bersubsidi

K

2200/ 22009

442.757.000

17.

DCK-17 Penataan Lingkungan Jalan Gatot Subroto

K

2200/ 22009

482.113.000

18.

BWI-1 Pembangunan SPBE Tahap II

K

2100/ 21005

124.237.000

19.

POL-1 Pengurugan Lahan Bangunan dan Lahan Jalan Sementara

K

2200/ 23014

928.954.000

20.

Pengadaan Sepeda Motor Gerobak/ Odong-odong (Lelang Ulang)

K

Pemasok Barang/Alat Peralatan/Suku Cadang Kendaraan Bermotor dan Pengujiannya

150.000.000

21.

Pencetakan Tabloid MULIH HARJA

(Lelang Ulang)

K

Jasa Lainnya/ Percetakan

252.000.000

22.

Pengadaan Incenerator

K

Pemasok Barang/Alat Peralatan/Suku Cadang Kesehatan, Kedokteran & Reagensia

250.000.000

23.

Pengadaan Bahan Insektisida

K

Pemasok Barang/Bahan Kimia, Bahan Baku Obat, Obat Jadi & Farmasi

727.200.000

24.

Pengadaan Larvasida

NK

Pemasok Barang/Bahan Kimia, Bahan Baku Obat, Obat Jadi & Farmasi

1.198.800.000

25.

Pengadaan Mesin Fogging

K

Pemasok Barang/Alat, Peralatan/Suku Cadang Kesehatan, Kedokteran & Reagensia

635.500.000

26.

Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda 4

K

Pemasok Barang/Alat Peralatan/Suku Cadang Kendaraan Bermotor & Pengujiannya

154.000.000

27.

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Indramayu

Tata Lingkungan/ Jasa Perencanaan Urban (15002)

329.475.000

28.

Pembentukan Basis Data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jasa Survey/ Jasa Survey Permukaan (18001)

855.000.000

29.

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Kota Karangampel

Tata Lingkungan/ Jasa Perencanaan Urban (15007)

132.867.000

Pendaftaran dimulai tanggal 27 Maret 2009 pada hari kerja (Senin – Kamis jam 08.30 – 13.00) (Jumat jam 08.30 – 11.00) dan (Sabtu jam 08.30 – 12.00) di Sekretariat Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Terpusat, Jl. D.I. Panjaitan No. 73 Indramayu (eks Gedung Dinas Keluarga Berencana) dengan persyaratan :

*). Menunjukkan Dokumen Asli SBU, SIUJK/ SIUP yang diterbitkan instansi Pemerintah yang berwenang (masih berlaku) serta Akta Pendirian dan Perubahan (jika ada) dan menyerahkan salinannya.

*). Pendaftaran dilakukan oleh pimpinan/ direktur atau kuasa direktur yang tercantum dalam Akta Pendirian/ Perubahan yang berkapasitas mewakili direktur, dengan menyerahkan Surat Kuasa (untuk yang dikuasakan) dan indentitas diri (KTP).

Untuk pembetulan apabila ada kesalahan/ perubahan atas redaksi ini dan keterangan lebih lanjut dapat dilihat di Papan Pengumuman Resmi di Sekretariat Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Terpusat.

Indramayu, 23 Maret 2009

Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Terpusat

Kamis, 26 Maret 2009

Bangunan Cagar Budaya Indramayu

Kantor Camat Sindang

Nyaris Roboh

INDRAMAYU – Kantor Camat Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat merupakan bangunan cagar budaya yang perlu dilindungi. Bangunan itu berdiri, konon, sekitar tahun 1932 pada masa penjajahan Belanda, dan termasuk bangunan perkantoran tua di Kabupaten Indramayu. Namun kini, kondisi bangunannya memperihatinkan dan nyaris roboh.

Camat Sindang, Drs. H. Ali Sukma JM, MSi kepada Ekspedisi Humaniora mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan agar bangunan cagar budaya yang menjadi kantornya direnovasi namun tanpa mengubah bentuk dan nilai artistiknya. “Kami sudah mengusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan-Musrenbang beberapa waktu lalu. Tetapi realisasinya kami sendiri belum tahu,” katanya.

Ali mengakui, bahwa bangunan yang ditempatinya merupakan cagar budaya yang mesti dilindungi dan dilestarikan. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar usulannya segera direalisasikan. “Kalau tidak segera direhab, saya khawatir bangunan ini terancam roboh,” ujar Ayah (panggilan akrab Ali).

Jika dilihat dari depan, bangunan cagar budaya yang ditempati Camat Sindang itu tidak terlihat rapuh. Namun Anda bisa menyaksikan sendiri dari dekat, gedung tua semasa penjajahan Belanda itu terancam roboh. Kayu atapnya yang terbuat dari kayu jati murni tampak keropos karena terkena hujan. Kemudian temboknya pada mengelupas dan tampak bata kuno yang sudah rapuh pula.

Yang masih berdiri tegak dengan kayu jati gelondongan terdapat pada saka dalam gedung tua itu. Pintu dan jendela yang panjang dan tebal berbahan kayu jati memang masih terlihat kokoh. Namun diduga karena pernah kebocoran, ada beberapa rangka kusen-kusennya yang terbuat dari kayu jati mulai agak lapuk. Kerusakan terparah pada rangka atas bangunan cagar budaya di Kecamatan Sindang tersebut.

Meski sudah banyak bangunan cagar budaya Indramayu yang dimuat di Ekspedisi Humaniora

Ironisnya, Sofyan Effendi belum bisa menggaransi rehabilitasi segera. “Tergantung kesiapan dana yang memadai, serta Instruksi Bapak Bupati Indramayu seperti apa. Saya akan minta petunjuk agar tidak salah melangkah,” tuturnya.

Terhadap kelestarian sejumlah bangunan cagar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu tersebut, tampaknya belum ada perhatian serius dari pemerintah pusat. Menurut Sofyan Effendi, hingga kini belum ada kucuran dana dari pusat untuk merehabilitasi sejumlah bangunan cagar budaya dan lingkungan sekitarnya. ( Satim )***

Bangunan Cagar Budaya Indramayu

Goa Peninggalan Jepang

Yang “Mengerang”

INDRAMAYU – Pantai Karangsong Indramayu, Provinsi Jawa Barat letaknya tak jauh dari jantung ibukota Indramayu. Arahnya ke utara berjarak sekitar 3 kilometeran. Namun justru disitulah terdapat peninggalan sejarah yang masih berdiri hingga kini. Sebuah bangunan mirip goa yang dulunya pernah dijadikan perlindungan tentara Jepang pada 1940-an itu, hingga kini masih terlihat berdiri. Meski kondisinya sudah tampak rapuh.

Ironisnya, goa perlindungan jaman penjajahan Jepang dan pernah dijadikan perlindungan para pejuang rakyat Indramayu dalam melawan agresi Belanda itu, hingga kini belum pernah direhab. Goa yang mengandung nilai sejarah tersebut saat ini terbengkalai dan dibiarkan “mengerang” sendirian di tepi Pantai Karangsong Indramayu.

Pihak Dinas Kebudayaan dan instansi terkait di Kabupaten Indramayu terkesan belum memperioritaskan pada upaya-upaya pelestarian sejumlah bangunan cagar budaya di Kota Mangga. Entah sampai kapan goa bersejarah di Karangsong itu diperhatikan dan dilestarikan keberadaannya sebagai salah satu obyek wisata sejarah.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Indramayu, Des. Umar Budi Karyudi mengatakan, pihaknya baru akan mengupayakan pengolahan data-data dan beragam informasi tentang Kabupaten Indramayu, termasuk perkembangannya yang bersifat dinamis dan aktual.

“Tapi ini baru upaya. Keputusan akhirnya ada di tangan atasan (Bupati-Red),” katanya.

Umar Budi mengaku bersyukur, ternyata masih ada orang yang peduli terhadap perkembangan dan keberadaan cagar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu seperti yang ditayangkan satimterus.blogspot.com dengan logo Maju Terus Ekspedisi Humaniora dalam media internet yang selalu online.

“Saya memuji langkah-langkah satimterus.blogspot.com itu yang bisa diakses oleh siapa pun di seluruh dunia melalui media maya bernama internet,” ungkapnya. (Satim) ***

Kampanye Pemilu 2009 di Indramayu

JK Menggoyang Indramayu

INDRAMAYU – Puluhan ribu massa Partai Golkar Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat memadati lapangan GOR Singalodra Indramayu, Kamis (26/3) pagi hingga sore hari. Massa sebanyak itu merupakan perwakilan yang datang dari berbagai Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Indramayu.

Mereka sengaja datang untuk menyaksikan secara langsung orasi politik Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dalam mengkampanyekan partai yang dipimpinnya. Sekitar satu jam, Jusuf Kalla kepada massa partainya mengatakan, Golkar tak perlu banyak janji, namun bukti nyata keberpihakan kepada rakyat dengan berbagai program pembangunan, salah satunya seperti yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu.

“Sehingga pembangunan di Indramayu melaju pesat berkat dipimpin kader Partai Gokkar, yakni Bung Yance yang kini menjabat Bupati Indramayu,” kata Wakil Presiden itu.

Seusai Jusuf Kalla turun dari mimbar orasi politiknya, massa partai berlambang pohon beringin itu dihibur dengan organ tunggal. Namun yang sempat menarik perhatian publik di pagi hari, yakni pawai ribuan tukang becak berkaos Partai Golkar No. 23 dengan atribut bendera kuningnya berkeliling Indramayu kota.

Para tukang becak itu, konon, memperoleh uang lelah setelah mengayuh becak belasan kilometer masing-masing Rp 50 ribu. “Sebagai uang lelah karena tidak menarik penumpang umum di hari itu, saya diberi lima puluh ribu rupiah,” ujar Bagong (53), salah seorang tukang becak yang ikut pawai.

Menurutnya, dana yang diterima dari orang-orang yang menyuruhnya agar ikut pawai, merupakan bayaran yang ia anggap wajar. “Kalau hari itu saya tidak dapat uang, bisa-bisa anak dan istri saya tidak makan,” ungkapnya.

Hari Kamis itu kawasan kota Indramayu menjadi lautan kuning. Yel-yel hidup Golkar membahana di sepanjang ruas jalan yang dilalui massa Golkar dengan kendaraan roda dua dan roda empat. ( Satim )***

Senin, 16 Maret 2009

Masa Kampanye Pemilu 2009

TAJUK RENCANA KOMPAS

Memasuki Masa Kampanye

Tahapan Kampanye terbuka dimulai hari Senin ini. Dalam kampanye terbuka, masa akan dimobilisasi untuk memenuhi panggung-panggung kampanye.

Kampanye terbuka yang dimulai Senin, 16 Maret, ini ditandai dengan Deklarasi Kampanye Damai dan akan berakhir 5 April 2009. Sesuai dengan jadwal yang disusun Komisi Pemilihan Umum, setiap hari di tiap provinsi akan turun empat partai politik dalam wilayah yang berbeda.

Kampanye terbuka kali ini juga akan melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat serta Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Baik Yudhoyono maupun Kalla dicalonkan partainya untuk menjadi calon presiden 2009 – 2014.

Situasi krisis ekonomi dunia ikut membuat kampanye terbuka menjadi menarik. Ada beberapa hal yang membuat kampanye menarik. Pertama, kampanye terjadi di tengah masyarakat yang terimpit krisis global. Ancaman pemutusan hubungan kerja dan kebangkrutan sejumlah perusahaan kian nyata di depan mata. Kedua, kampanye akan menarik karena selain calon presiden dan partai politik, calon anggota legislatif juga akan berkampanye untuk memenangkan dirinya sendiri. Kampanye di kalangan internal caleg terjadi menyusul putusan Mahkamah Konstitusi soal suara terbanyak.

Ketiga, meskipun 9 April adalah Pemilu legislatif, yang justru tampak lebih dominan adalah kampanye capres, sementara kampanye parpol terkesan surut. Hal keempat yang menarik adalah sebanyak 79 pejabat negara, termasuk presiden, wapres, menteri, gubernur, wali kota, dan bupati, akan berkampanye untuk kepentingan parpol mereka.

Di tengah kompleksitas sitem Pemilu yang belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik, kita berharap kampanye terbuka yang dimulai Senin ini bisa berlangsung aman dan damai. Kampanye bukan berarti semua peserta kampanye bisa berbuat sesukanya. Ada aturan main di sana ! Ada hak orang lain yang berpotensi terlanggar ketika aturan main kampanye terbuka diabaikan !

Keberhasilan kita melaksanakan Pemilu yang berkualitas, yang diawali kampanye yang damai, sekaligus akan mempertontonkan kepada dunia bahwa Indonesia menjadi salah satu diantara banyak bangsa yang mampu mengonsolidasikan demokrasi. Secara teoritis, kemampuan kita melakukan sirkulasi elite secara damai dalam dua kali Pemilu yang terjaga regularitasnya merupakan salah satu indikasi terkonsolidasinya demokrasi di negeri ini.

Dalam upaya menuntaskan transisi demokrasi itulah, pemilih perlu melihat secara teliti sepak terjang parpol sebelum menjatuhkan pilihan. Kampanye bukan hanya 20 hari atau sembilan bulan, melainkan selama empat tahun lebih kiprah mereka di panggung politik.

Apakah mereka selama ini berkiprah di DPR telah mendedikasikan dirinya untuk kepentingan rakyat atau untuk diri mereka sendiri ? Dan vonis itu akan dijatuhkan pada 9 April ! (Kompas, Senin, 16 Maret 2009) ***

Kampanye Damai Parpol Kab. Indramayu

Kampanye Bersama Partai Politik

Berlangsung Aman

INDRAMAYU – Kampanye bersama partai politik peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Senin (16/3), berlangsung tertib dan aman. Kampanye perdana gabungan seluruh partai politik itu dipusatkan di Markas Kepolisian Resor Indramayu yang berlangsung pukul 14.00 hingga menjelang petang.

Semua partai peserta Pemilu 2009 sepakat untuk menggelar kampanye terbuka secara damai. Mereka ingin suasana pesta demokrasi di Kota Mangga berlangsung kondusif. “Pesta demokrasi di Kabupaten Indramayu harus berjalan kondusif,” kata H. Suwaryo, Ketua Partai Republikan Kabupaten Indramayu seusai acara gelar kampanye bersama.

Acara gelar kampanye bersama semua partai politik peserta Pemilu itu dihadiri unsur Muspida Kabupaten Indramayu seperti Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Udjijono SH.MH, Kapolres Indramayu AKB H. Mashudi, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), serta Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616 Indramayu Letkol Arh. Hendro Martono.

Acara gelar kampanye bersama itu tampaknya merupakan moment penting bagi Karsana (56) seorang pedagang es campur yang menggelar dagangannya di sekitar arena acara. Hari Senin(16/3) itu, Karsana mengatakan telah meraup untung agak lumayan karena banyak yang berbelanja.

“Saya bersyukur dapat keuntungan agak lumayan dibanding hari-hari biasa. Peserta pawai partai politik banyak yang berbelanja dan menikmati dagangan saya,” ujarnya tanpa menyebutkan berapa keuntungan yang ia peroleh di hari itu. ( Satim) ***

Opini Kompas Tentang Pemilu 2009

Tak Apatis, Pilih dengan Kritis

Oleh : Sutta Dharmasaputra

Tahun 1995, Marsani mulai berjualan es dawet di Senayan, tempat wakil rakyat bekerja. Saat itu Gedung Nusantara I yang menjulang tinggi belum berdiri. Kini ia masih setia berjualan. Bedanya, jika DPR sudah merencanakan menambah lagi gedung bergaya Arc de Triomphe di Paris seluas 100.000 meter persegi, Marsani masih berjualan di gerobak dorong butut berukuran 1,25 x 0,5 meter.

Marsani, sekitar 50 tahun, biasanya meletakkan gerobaknya disamping kanan luar Kafetaria Koperasi Pegawai Sekretariat Jenderal DPR. Ia tidak bisa menyewa gerai karena penghasilannya tidak mencukupi untuk itu. Guna melindungi dari sengatan panas dan terpaan hujan, ia cuma mengandalkan berteduh di rindangnya dedaunan pepohonan, payung warna-warni yang juga sudah bolong disana-sini, atau topi hitamnya yang sudah belel.

Ketika Jumat lalu ditemui dan ditanya soal Pemilu, tak heran Marsani hanya bisa tersenyum sinis. Baginya, ada atau tidak ada Pemilu sama saja. Setiap Pemilu, Marsani mengaku selalu datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), mengambil surat suara, dan masuk ke bilik suara. Namun, kalau pemilih umumnya bisa berlama-lama di bilik suara, dia dalam hitungan detik sudah keluar. Surat suara sama sekali tidak dibuka, apalagi dicoblos, langsung dia masukan ke kotak suara.

Ngapain puyeng-puyeng. Gak ada untungnya,” ucapnya kepada Kompas sambil menyerut es meladeni seorang pembeli.

Ade (25) yang bekerja sehari-hari memperbaiki mesin pendingin (AC) di Gedung Nusantara I DPR juga pesimis.

“Kalau lagi benerin AC di ruangan, anggota DPR itu ngomong-nya sombong-sombong semua. Kecuali Mbah Tarjo, meskipun ngomong sama orang kecil, ramah, sopan,” ucapnya.

Ade tidak tahu harus memilih siapa di Pemilu 2009. Anggota DPR yang dia kenal sombong-sombong, yang belum dikenal pun tak tahu seperti apa sepak terjangnya. Satu-satunya yang membuat dirinya sedikit terhibur, banyak pejabat, termasuk anggota DPR yang korup, yang sudah masuk bui. ”Saya limayan seneng juga banyak yang sudah nyangkut. Kalau gak, uang negara habis saja sama mereka,” ujarnya.

Apatisme

Dalam diskusi terbatas Kompas, apatisme pemilih menjadi salah satu sorotan. Sesungguhnya, dalam proses penyusunan Undang-Undang Pemilu disadari adanya kondisi ketidaksukaan masyarakat yang sedemikian tinggi kepada partai politik atau politisi, karena sedemikian banyaknya citra negatif.

Secara sepintas, masyarakat sekarang umumnya masih dalam kondisi kebingungan. Pertama, kebingungan berkaitan dengan teknis Pemilu. Kedua, kebingungan untuk menentukan siapa yang akan dipilih dalam Pemilu.

Dalam simulasi di lapangan, banyak yang masih bertanya tentang cara pemberian suara yang benar, apakah mencoblos, mencontreng, atau melingkari. Penandaan yang benar juga apakah dilakukan satu kali atau dua kali.

Kerbingungan menentukan pilihan disebabkan dalam Pemilu 2009 kali ini sangat banyak partai politik yang menjadi peserta Pemilu. Dengan sendirinya, calon anggota legislatif (Caleg) pun menjadi sangat banyak.

Di pihak lain, sosialisasi Caleg kepada masyarakat sangat minim. Banyak Caleg memasang baliho atau iklan, tetapi mereka tidak cukup dikenal masyarakat di daerah pemilihannya, apalagi karyanya dalam memberdayakan masyarakat.

Belum lagi soal karut-marutnya pendaftaran pemilih. Di Jawa Timur ditemukan 230.000 pemilih yang tidak terdaftar. Di Yahukimo, Papua, ditemukan kelebihan 127.000 pemilih dengan alasan keliru memasukkan data.

Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap optimis, KPU berkeyakinan, pemilih dalam Pemilu 2009 akan lebih meningkat daripada Pemilu 2004. Hal itu diindikasikan dengan adanya peningkatan jumlah pemilih terdaftar.

Pada Pemilu 2004, dari 214 juta penduduk Indonesia, yang terdaftar hanya 148 juta. Berarti, ada 66 juta penduduk yang tak memilih. Pada Pemilu 2009, berdasarkan data Departemen Dalam Negeri kepada KPU, hingga Agustus 2008, dari 232 juta penduduk, yang terdata sebanyak 147 juta. Berarti, hanya 61 juta warga yang tak memilih pada 2009, atau berkurang lima juta dari Pemilu 2004.

Untuk meningkatkan animo pemilih, KPU juga terus berupaya melakukan sosialisasi. Dengan anggaran sosialisasi yang terbatas, Rp 23 miliar, KPU akan menitikberatkan sosialisasi pada Panitia Pemilihan. Anggaran itu tak cukup bila digunakan untuk sosialisasi di media massa, terlebih di televisi.

Departemen Komunikasi dan Informatika juga mengimbau pengusaha seluler rutin mengirimkan pesan Pemilu kepada semua pemilik telepon genggam, sesuai dengan operatornya masing-masing.

Momentum Perubahan

Di tengah apatisme, yang kini perlu dilakukan adalah membangun upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa politisi itu tak semuanya buruk. Pemilu 2009 justru merupakan momentum terbaik bagi bangsa untuk melakukan perubahan.

Pemilih terpelajar, pemilih di perkotaan, atau yang memiliki akses informasi lebih baik semestinya tak lagi mengambil sikap apatis, tetapi justru membantu mendidik masyarakat untuk memilih secara kritis partai politik atau Caleg yang paling baik diantara semua calon yang ada.

Terlebih lagi, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan ruang besar kepada pemilih untuk memilih langsung nama Caleg dalam Pemilu, bukan lagi memilih lambang partai. Dengan bersikap kritis dan tidak apatis, akan kian banyak Caleg berkualitas yang terpilih untuk duduk di DPR, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), maupun DPRD.

Dengan begitu, kita membantu Pemilu menjadi lebih berarti. Pemilu tak sekadar menghambur-hamburkan uang, tetapi benar-benar membawa perubahan yang lebih baik bagi seluruh rakyat. (Kompas, 10/3/2009). ***

Teknologi Informasi KPU

Pemilu 2009 Gunakan Sistem Lama

JAKARTA – Demi efisiensi anggaran, pada penyelenggaraan Pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang digunakan pada Pemilu 2004. Sistem TIK juga hanya dipasang pada tingkat kabupaten, tidak sampai tingkat kecamatan seperti Pemilu lima tahun lalu.

Meski begitu, kata Husni Fahmi, Kepala Tim Teknis Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Pendampingan Teknis Teknologi Informasi Pemilu 2009, Minggu (15/3), peningkatan kapasitas dan sistem pengamanan dilakukan pada jaringan TIK Pemilu 2009.

Untuk keandalan dan keamanan sistem pengiriman data digunakan router berkapasitas 45 megabit per detik atau 9 kali lipat daripada TI Pemilu 2004. Selain itu, pada sitem pengaman Firrewall ditambahkan IDPS (instruction detection and prevention systems).

Akses internet untuk penyampaian hasil Pemilu 2009 kapasitasnya ditingkatkan dua kali lipat dibandingkan dengan sistem TI Pemilu 2004.

Husni mengatakan, pihaknya juga telah mempersiapkan rancangan contingency plan, menghadapi gangguan sistem TI.

Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar mengatakan, pihaknya menugaskan 25 pakar TI untuk membantu KPU mulai dari mengevaluasi pengadaan sistem TI, supervisi teknis, pengujian dan penjelasan kerangka kerja sistem TI. Pada Pemilu 2004 BPPT hanya menugaskan tiga peneliti dan perekayasa.

Dalam kaitan teknologi informasi, pihak Sekretariat KPU Kabupaten Indramayu menerangkan, jaringan internet belum terpasang di semua lini. Sehingga, sampai dengan Senin(16/3), untuk sementara semua komputer yang ada di KPU Kabupaten Indramayu masih belum terpasang internet. Konon, akan diupayakan secepatnya sebelum ramainya kampanye terbuka partai politik peserta Pemilu 2009. (YUN/Kompas/Satim) ***

Minggu, 15 Maret 2009

Jadwal Kampanye Parpol di Indramayu Tahun 2009

KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN INDRAMAYU

JADWAL KAMPANYE RAPAT UMUM PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU TAHUN 2009


Kamis, 12 Maret 2009

Lowongan Kerja Pertamina


Senin, 09 Maret 2009

Demo Arad Mengusung Kafe Pendopo Indramayu

Aliansi Rakyat Anti Dibohongi (Arad)


Berdemo “Tutup Mulut” Dengan Uang

INDRAMAYU – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) calon anggota legisltaif 2009, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat “digoyang” aksi unjuk rasa dari beberapa aliansi. Setelah aliansi tujuh partai politik peserta Pemilu 2009 menggelar aksi demonstrasi, lalu muncul lagi aksi unjuk rasa rastusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Anti Dibohongi (Arad).

Yang memicu warga tertarik untuk menyaksikan aksi demonstrasi ratusan massa itu, konon, karena para pengunjuk rasa dari barisan Arad, Kamis (5/3), semuanya melakukan aksi tutup mulut dengan lembaran uang kertas. Mereka berbaris dan berorasi sambil membentangkan sejumlah sepanduk dan poster ramai-ramai mendatangi Pengadilan Negeri Indramayu, Kejaksaan Negeri Indramayu, dan Markas Polisi Resor Indramayu.

Kritikan “pedas” para pengunjuk rasa dari Arad itu dialamatkan kepada sejumlah lembaga yang ada di Kabupaten Indramayu. Tak hanya aparat penegak hukum yang dikritik pedas, namun kyai dan insan pers pun ikut terkena getahnya. Spanduk dan poster-poster yang dibentangkan para demonstran tampaknya berisi kalimat-kalimat “gugatan” terhadap sejumlah institusi agar menegakkan supremasi hukum di Bumi Wiralodra Indramayu.

Karena dinilai masih lemah dalam penegakkan supremasi hukum, akhirnya para demonstran melakukan aksi gerakan tutup mulut menggunakan uang kertas sebagai simbol, bahwa demokrasi dan hak azasi di Indramayu telah tiada akibat tertutup uang alias tidak bisa bicara atas banyaknya pelanggaran politik yang dilakukan oleh pihak terkait.

Semuanya dianggap para demonstran merupakan pelanggaran, dan jelas penguasa telah melakukan kontra demokrasi. Dari Sekian deretan kejadian pelanggaran yang ada di Kota Mangga, Arad meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas atas dugaan penistaan agama yang ditengarai dilakukan Bupati Indramayu dalam iklan yang diterbitkan di media massa beberapa waktu lalu. Meski berkaitan iklan itu, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin telah meminta maaf kepada publik melalui sejumlah media massa.

Selain itu, pengunjuk rasa Arad meminta aparat untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dan wewenang oknum-oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indramayu dalam mobilisasi massa untuk kepentingan partai politik. Mereka menuntut agar penegakkan supremasi hukum jangan pandang bulu demi tegaknya demokrasi di Indramayu, serta menolak superioritas rezim.

Namun ada yang sedikit “aneh” dalam aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Anti Dibohongi (Arad) itu, sehingga membuat massa yang menyaksikan para demonstran tadi pada mengamati tulisan-tulisan yang dibentangkan dalam poster maupun spanduk yang dibawa para pengunjuk rasa.

Salah satu poster yang dibentangkan pengunjuk rasa Arad bertuliskan “Kafe Pendopo Indramayu”. Mereka mencantumkan rincian daftar harga beberapa kalangan, yakni ulama Rp 500.000, Kyai Rp 500.000, Ormas Rp 500.000, penegak hukum Rp 500.000, dan wartawan Rp 250.000. Namun harga partai, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan calon anggota legislatif (Caleg) masih dipertanyakan pengunjuk rasa dari Arad.

Namun ratusan massa pendemo yang mengatasnamakan diri Arad itu tidak mendatangi gedung DPRD Kabupaten Indramayu. Padahal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Bambang Rasio Guno (Dudung) mengatakan, dirinya sudah siap untuk menyambut kedatangan massa pengunjuk rasa itu, dan ingin mengetahui aspirasinya seperti apa.

“Tapi rupanya, para pengunjuk rasa batal datang ke gedung DPRD ini. Padahal, saya atas nama unsur pimpinan wakil rakyat di DPRD Indramayu sudah siap untuk menampung aspirasi para pengunjuk rasa itu,” katanya. ( Satim)***


Rabu, 04 Maret 2009

Pengumuman Lelang Pemerintah Kab. Indramayu

PENGUMUMAN LELANG
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAMAYU
TAHUN ANGGARAN 2009


Senin, 02 Maret 2009

Demo AKSI Bela Yance

Demo Perlawanan Kuwu Seluruh Indramayu

AKSI Bela Yance

Demi Kondusifitas Indramayu

INDRAMAYU – Ekses dari reaksi lawan-lawan Partai Golkar yang dianggap menyerang Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) tampaknya masih berlanjut. Belum ada tanda-tanda sampai kapan “memanasnya” suhu politik di Kota Mangga itu bakal “dingin” kembali. Muncul pula aksi unjuk rasa tujuh partai politik Peserta Pemilu 2009 kepada Panwaslu yang meminta agar mengusut tuntas dugaan kampanye terselubung yang dilakukan Yance, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu.

Yang paling lantang menuding Yance telah melakukan kampanye terselubung adalah Ruswa SAg, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Indramayu. Dalam pernyataan sikapnya kepada sejumlah media massa elektronik dan media cetak dan telah disiarkan beberapa kali oleh sejumlah televisi swasta, Ruswa mengatakan, bahwa Bupati Indramayu dan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar ini dianggap telah melakukan pelanggaran Pemilu 2009.

Ruswa beranggapan, berdasarkan bukti rekaman video berdurasi sekitar 3 menit itu, Yance dinilai telah berkampanye untuk kepentingan partainya dihadapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu dan wilayah Kecamatan Lohbener yang bertema silaturahmi dan pembinaan PNS pada Februari 2009 itu. Pernyataan Ruswa ini disiarkan beberapa televisi swasta, berbagai media massa cetak dan elektronik lainnya, seperti radio dan jaringan internet.

Namun sejumlah kader partai berlambang pohon beringin menolak keras tuduhan itu. Jumat (27/2) sejumlah wartawan dari berbagai media massa diundang untuk jumpa pers di “gedung kuning” DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu di Jalan Olahraga Indramayu. Rupanya, pihak DPD Partai Golkar Kota Mangga itu sudah menyiapkan tim pengacara yang siap melakukan “perlawanan” berupa gugatan balik terhadap lawan-lawan politik yang dianggap menyerang Yance.

“Kami akan melakukan gugatan balik terhadap para pemimpin partai politik yang menyerang pimpinan Partai Golkar Indramayu. Sejumlah meteri gugatan balik telah kami siapkan,” kata H. Mahfudin SH, pengacara DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu dan juga calon anggota legislatif Partai Golkar Daerah Pemilihan Indramayu I kepada pers.

Mahfudin juga menolak keras Partai Golkar Indramayu berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa partai lain yang dianggapnya telah “menyerang” kewibawaan Yance selaku pimpinan Partai Golkar Indramayu. “Meski di pusat seandainya mau berkoalisi dengan PKS, namun di Indramayu kami tetap menolaknya,” tandas Mahfudin.

Berikutnya, hanya rentang waktu dua hari, Senin (2/3), muncul kembali aksi unjuk rasa sekitar seribuan massa yang sempat memacetkan sejumlah ruas jalan di jantung kota Indramayu. Para demonstran itu itu mendatangi DPRD Indramayu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu dan Kantor Panwaslu Indramayu. Aksi kali ini, konon, dimotori Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) yang kabarnya sengaja menggelar aksi tandingan untuk mendukung kepemimpinan Yance selama dua periode memimpin Kabupaten Indramayu (2000-2005 dan 2005-2010).

AKSI menilai, selama delapan tahun Yance memimpin Indramayu dianggap berhasil dalam membangun daerahnya. Dijelaskan dalam press release AKSI yang dibagi-bagikan kepada wartawan dan massa lainnya dijelaskan, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) sendiri menolak keras bila kehadirannya di Kecamatan Pasekan seperti dalam kasus “video” sebagai ajang kampanye partainya.

AKSI berdalih, sebagai pemimpin daerah, Bupati Yance mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap PNS untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di wilayah kerjanya. “Tidak benar kalau Pak Yance dituduh kampanye negatif (black campanye),” ujar H. Sumadi, Ketua Umum AKSI seperti banyak diucapkan para pengunjuk rasa. ( Satim ) ***



PERNYATAAN SIKAP

ASOSIASI KUWU SELURUH INDRAMAYU

Kami, Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI), menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Menolak anggapan bahwa Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) dalam rangka Kunjungan Kerja dan Pembinaan Pegawai di beberapa kecamatan sebagai ajang kampanye. Karena fakta di lapangan, langkah pemimpin kami (Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance)) selama ini, termasuk menjelang Pemilu 2009, hanya berorientasi pada pembinaan dan motivasi masyarakat untuk menjaga kebersamaan dengan pemerintah dalam mewujudkan Indramayu yang Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera (REMAJA). Sehingga tuduhan pelanggaran Pemilu kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu kami anggap tendensius dan subyektif untuk menjatuhkan kredibilitas pemimpin daerah kami demi kepentingan politik pragmatis menghadapi Pemilu 2009.

2. Meminta kepada penyelenggara Pemilu 2009, baik itu KPU maupun Panwas di semua tingkatan untuk bersikap proporsional dan profresional dalam menjalankan tugasnya sesuai UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu. Sehingga intimidasi dan intervensi parpol-parpol untuk menyudutkan parpol tertentu demi kepentingan politik pragmatisnya, tidak terakomodir demi menjaga kondusifitas daerah dan kelangsungan pembangunan.

3. Semua pemimpin partai politik (Parpol) peserta Pemilu di Indramayu diserukan untuk memiliki komitmen bersama untuk memelihara perdamaian dan kondusifitas daerah melalui persaingan secara sehat menghadapi Pemilu 2009.

4. Mengajak semua lapisan masyarakat di Kabupaten Indramayu untuk bersama-sama melakukan “Perlawanan” terhadap pihak-pihak yang melakukan upaya-upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan, serta mengancam terjadinya gejolak sosial di tengah masyarakat. Warga masyarakat termasuk berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Pemilu 2009, harus dapat mengedepankan terciptanya suasana damai agar jalannya Pemilu di Indramayu ini dapat berlangsung sukses tanpa ekses.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dengan semangat kebersamaan dalam rangka menjaga kondusifitas daerah dan kelangsungan pembangunan demi terwujudnya masyarakat Indramayu Remaja.

Indramayu, 02 Maret 2009

Ketua Umum

Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu/AKSI

H. S U M A D I

Harapan Daerah Pada KTT ASEAN Ke-14

KTT ASEAN Ke-14

Secercah Harapan

Untuk Pembangunan Daerah

INDRAMAYU – Sebagai masyarakat yang ada di daerah, semuanya mengharapkan agar program-program pembangunan dari pusat bisa dirasakan masyarakat secara merata di semua daerah. Jangan sampai ada daerah terisolir, sehingga butuh terobosan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Karena masyarakat sudah semakin cerdas, bahwa meski sudah otonomi daerah namun masih “payah” jika harus membangun dengan dana yang diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

Aliran dana dari pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), tampaknya masih menjadi tumpuan dan gantungan hidup bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Meski tahun 2009 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu sudah mencapai Rp 1 triliun lebih, namun pada kenyataannya PAD Kota Mangga Indramayu itu masih “memble”. Untuk belanja daerah saja tidak cukup.

Sehingga tetap membutuhkan terobosan baru untuk membangkitkan pendanaan Kabupaten Indramayu. Untuk langkah jauhnya, Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 ASEAN di Hua Hin, Thailand, Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3) banyak pihak berharap agar pertemuan para pemimpin ASEAN itu bisa mendorong kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah, termasuk masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sejumlah harapan masyarakat yang mengharapkan kesejahteraan, rupanya telah menjadi impian warga di seluruh dunia. Masalahnya, tak sedikit pula potensi yang dimiliki daerah tidak mampu digali oleh pemerintah daerahnya. Pemerhati ekonomi dan keuangan, Rhinto FRB mengatakan, KTT ASEAN ke-14 semoga mampu menjadikan Indonesia sebagai daerah yang tangguh dalam perekonomiannya.

“Kalau perekonomian Indonesia tangguh, rakyat kita Insya Allah akan sejahtera. Dampaknya, kesejahteraan itu akan dinikmati pula oleh masyarakat di daerah. Namun daerah perlu dibangkitkan dengan masuknya sejumlah investor untuk membangkitkan perekonomian daerah. Ini butuh kesungguhan para pemimpin daerah dalam memimpin daerahnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ASEAN ke-14, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono lebih fokus pada kerja sama ekonomi untuk mengatasi krisis. Indonesia akan mendorong apa yang bisa dilakukan ASEAN secara kolektif setelah menyusun kebijakan internal di setiap negara anggota.

Di akhir pertemuan, para pemimpin ASEAN akan menandatangani sejumlah dokumen sebagai pertemuan. Deklarasi Cha-am Hua Hin tentang Peta Jalan bagi Komunitas ASEAN (2009 – 2015), cetak biru Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, cetak biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN, serta Deklarasi Bersama Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di ASEAN.

Para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-14 Tahun 2009 di Cha-am Hua Hin, Thailand, Sabtu (28/2) dihadiri Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Perdana Menteri (PM) Laos Bouasone Bouphavanh, Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva, Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Tan Dung, Perdana Menteri (PM) Myanmar Thein Sein, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan. (AP/REUTERS/Kompas/Satim) ***