Rabu, 04 Oktober 2017

Hidroponik Dipamerkan di Hari Jadi Ke-490 Kabupaten Indramayu


Rabu, 04 Oktober 2017
Hidroponik Dipamerkan di Hari Jadi Ke-490
Kabupaten Indramayu
DITAMPILKAN – Tenologi hidroponik ditampilkan dalam acara Pameran Pembangunan merayakan Hari Jadi Ke-490 Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, 7 Oktober 2017.(Satim)***
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
INDRAMAYU, SATIM TERUS
            BANYAK cara dan kreatifitas masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memeriahkan pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan Hari jadi Ke-490 Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2017.
            Salah satunya, seperti yang ditampilkan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu. Dinas yang satu ini menyuguhkan pameran teknologi pertanian bertajuk hidroponik. Konon, ketika tidak punya lahan luas, namun berkat teknologi itu bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga.
Kelihatannya sederhana, namun terlihat rumit dan membutuhkan ketelitian dalam pengelolaannya jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendongkrak nilai tambah perekonomian keluarga.
Secara umum, teknologi hidroponik bagi kalangan masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu, tampaknya masih dianggap terlalu asing. Namun sebagian kalangan beranggapan, bahwa di beberapa daerah teknologi hidroponik sudah tak asing lagi. Bahkan teknologi hidroponik telah menghasilkan berbagai macam buah-buahan, dan kebutuhan dapur sampai mampu menembus pangsa ekspor.
Begitu pula dengan berbagai macam produksi pertanian yang masuk ke Indonesia, konon, di negeri sananya dihassilkan dari teknologi hidroponik. Sehingga mereka tidak panik lagi dengan lahan pertanian yang sempit, atau hanya memiliki halaman rumah yang terbatas, namun berkat teknologi hidroponik akhirnya memiliki tambah bagi keluarga, atau paling tidak untuk kebutuhan dapur sehari-hari ada kalanya cukup memetik dari tanaman dengan cara hidroponik itu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Ir. H. Firman Muntako melalui juru bicara Bidang Hortikultura (Budidaya Tanaman), Ir. Usep Sukarso mengatakan, meskipun hidroponik bukan teknologi baru bagi daerah-daerah lain, namun pihaknya sengaja memamerkan teknologi hidroponik dalam budi daya tanaman pangan, dalam rangka memasyarakatkan hidroponik bagi masyarakatnya.
Salah satu alasan bagi Dinas Pertanian Kota Mangga itu, dengan teknologi hidroponik diharapkan mampu menghasilkan beragam tanaman pangan bagi warga Kabupaten Indramayu. Ke depannya, diharapkan mampu menghasilkan tanaman pangan berkualitas ekspor tanpa harus bergantung luasnya lahan pertanian.
“Di lahan sempit pun, kita bisa menghasilkan beragam tanaman pangan hanya dengan teknologi hidroponik. Kalau masyarakat merasa kurang paham, silahkan bertanya kepada petugas Dinas Pertanian, atau bisa juga konsultasi langsung di acara pameran pembangunan Indramayu. Kami dengan senang hati akan melayani konsultasi masyarakat yang membutuhkan pengetahuan teknologi hodroponik,” kata Usep di kantornya, Rabu (04/10/2017) sore.
Medianya Beragam
            Media hidroponik ternyata beraneka-rupa. Ada yang menggunakan sarana pelastikdan baja aluminium, dan ada pula yang menggunakan sarana tanpa pabrikasi seperti bambu besar. Semuanya tergantung masyarakatnya mau menggunakan sarana seperti apa.
            Namun menurut Usep, penyediaan sarana dan nutrisi bagi tanaman tetap saja harus mau merogoh kocek, lantaran barangnya dihasilkan dari produsen/pabrik.
            Seperti yang diperagakan dalam acara Pameran Pembangunan Hari Jadi Ke-490 Kabupaten Indramayu Tahun 2017 ini, Usep mengaku sengaja menampilkan teknologi hidroponik dengan sarana atau media yang terbuat dari penyangganya dari rangka baja aluminium, dan media tanamannya dari kotak plastik penampung es yang kalau dirupiahkan terbilang mahal.
            “Tapi bagi masyarakat tinggal memilih, mau yang berbiaya mahal atau yang murah saja tergantung pribadinya masing-masing. Kami dari Dinas Pertanian siap memberikan bimbingan kalau sekiranya dibutuhkan,” ujar Usep.
            Diterangkan, sekam bakar dan rook bool, sejenis busa sedikit keras dibutuhkan untuk menancapkan tanaman pengganti media tanah liat. Kemudian jangan lupa sirkulasi air yang harus dikendalikan dengan alat pemompa hasil pabrikasi, serta nutrisi A dan B juga dibutuhkan tanaman tertentu sehingga tumbuhannya terlihat subur.
            Hal itu ungkap Usep, dalam peragaan teknologi hidroponik di acara pameran pembangunan itu, ia menyuguhkan tanaman bernilai gizi lumayan seperti pak coy, salada, dan binohong agar lebih bisa dikenal masyarakat. Adapun dalam prakteknya di tengah masyarakat, semua tergantung tanaman apa yang dikehendakinya.(Satim)***
           
           
             

Selasa, 13 Desember 2016

Atasi Banjir di Sekitar Kota Cipta Karya Bangun Rumah Pompa


Selasa, 13 Desember 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Atasi Banjir di Sekitar Kota
Cipta Karya Bangun Rumah Pompa
BELUM KELAR – Para pekerja masih sibuk mengerjakan proyek pembangunan rumah pompa yang belum kelar, Senin (12/12/2016) sore. Penanggung jawab proyek itu pihak Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)***
Indramayu, SATIMTERUS
            HARI-hari menjelang bubarnya Satuan Organisasi Teknis Kegiatan (SOTK) Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sejumlah pembangunan masih berlangsung hingga menjelang tutup tahun 2016. Salah satunya, pembangunan rumah pompa dan kelengkapannya di Karangsong Kecamatan Indramayu.
            Hingga pekan ini, pembangunan rumah pompa itu masih dikerjakan. Pekerjaannya terlihat belum kelar. Meski di lokasi proyek itu belum ada yang mau memberikan keterangan seputar pembangunan proyek bertajuk “Water Ponded” ini, namun beberapa sumber menerangkan, bahwa dinas yang bertanggung jawab terhadap proyek itu adalah Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, salah satu dinas yang akan bubar. Kabarnya akan berganti nama menjadi Dinas Perumahan Rakyat mulai awal tahun 2017.
            Masih menurut sumber Satimterus, pembangunan water ponded itu menelan biaya sekitar Rp 1,5 miliar lebih yang diambil dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2016.
            Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi Supriyadi melalui PPTK Proyek Pembangunan Drainase (Pompa Drainase dan kelengkapannya), Garip mengatakan, proyek itu memang dikucurkan dari pintu Dinas Cipta Karya dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
            Garip menerangkan, jika di lapangan tidak penjelasan mengenai proyek itu, maka dia akan memberikan informasinya.
            Menurutnya, pembangunan rumah pompa dan kelengkapannya itu memiliki tujuan, yakni untuk mengatasi banjir di sekitar kota. Meski yang dulu sudah satu rumah pompa pembuang air.
            “Dengan rumah pompa atau sering dijuluki water ponded itu, untuk mengantisipasi banjir di sekitar kota. Jika air meluber di saluran pembuang di sekitar kota, untuk segera dipompa dan airnya dibuang ke laut,” kata Garip di kantornya, kemarin.(Satim)***

Rabu, 30 November 2016

Bupati Indramayu Canangkan Hari Menanam Pohon Indonesia


Selasa, 29 November 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Bupati Indramayu Canangkan
Hari Menanam Pohon Indonesia
·         Kegiatan Dipusatkan di Hutan Kota Kayu Putih

LOKASI ACARA – Kondisi lokasi acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun 2016 tingkat Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, di Hutan Kota Kayu Putih yang tengah dibangun. Gambar diambil Selasa (29/11/2016) sore.(Satim)***
INDRAMAYU, SATIM TERUS
            HUTAN KOTA Kayu Putih milik Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang berada di Jalan Pahlawan Indramayu, manjadi saksi bisu pusat kegiatan tahunan dalam rangka pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun 2016 tingkat Kabupaten Indramayu.
            Informasi yang dirangkum satimterus menyebutkan, dipilihnya  lokasi Hutan Kota Kayu Putih itu, lantaran kawasan itu merupakan hutan kota pertama dan tertua di Kabupaten Indramayu.
            Oleh karena itu, pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Indramayu, ingin menancapkan sejarah dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun 2016 di lokasi Hutan Kota Kayu Putih tersebut.
            Alasan lainnya, di kawasan Hutan Kota Kayu Putih sudah dilakukan pembenahan yang signifikan, yakni dengan dibangunnya gapura, pagar pengaman, toilet umum, tempat istirahat atau balai pertemuan, dan papan informasi raksasa yang berdiri di hutan kota itu.
            Diinformasikan, bahwa Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah akan membuka dan sekaligus memimpin acara menanam pohon secara simbolis di sekitar Hutan Kota Kayu Putih Indramayu, Selasa (06/12/2016) siang.
            Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Indramayu, H. Munjaki mengatakan, program pencanangan HMPI itu berjalan lancar dan sukses.
            “Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) itu, intinya membangun kesadaran masyarakat untuk gemar menanam pohon demi melindungi lingkungannya masing-masing,” kata Munjaki didampingi salah seorang Kasienya, Asep di kantornya, Selasa (29/11/2016) sore.
            Dijelaskan, atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu pihaknya menghimbau, agar masyarakat saling menjaga keberadaan hutan yang ada di lingkungannya masing-masing. Terlebih lagi hutan lindung seperti jati dan mangrove. Karena pohon itu selain sebagai paru-paru dunia, juga bisa mencegah bencana longsor dan lain-lain.
Kabar lainnya, acara pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) itu, diduga sebagai hari terakhir nasib Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Indramayu. Walaupun kantornya telah dibangun berlantai dua, dan telah dikerjakan oleh kontraktor  dalam dua tahap sejak tahun 2015 dan 2016 dengan biaya miliaran rupiah, namun lembaga itu akan dilikuidasi pada pertengahan Desember 2016. Kemudian sejak awal tahun 2017,  nama Dinas Hutbun sudah lenyap ditelan aturan pemerintah yang baru.(Satim)***

Rabu, 09 November 2016

Jalan Baru Sekitar Waduk Bojongsari Dibangun


Rabu, 09 November 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Jalan Baru Sekitar Waduk Bojongsari

Dibangun
INDRAMAYU – Jalan baru yang membelah lapangan bola Blok Bojong, Kelurahan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terlihat sedang dibangun.
Walaupun pembangunannya sempat tersendat-sendat lantaran sering hujan. Terlihat dalam gambar yang diambil akhir Oktober 2016, suasana pembuatan jalan baru yang didanai APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2016 seniali sekitar Rp 800 juta.
            Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Omarsyah, bahwa anggaran tersebut hanya untuk pengurugan dan pembuatan tembok penahan tanah (TPT) saja.            “Tahun 2017 nanti, baru pembuatan konstruksinya,” kata

Omarsyah, kemarin.(Satim)***

Sabtu, 05 November 2016

Ruas Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan Direhabilitasi


Sabtu, 05 November 2016
Ruas Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan
Direhabilitasi

SUDAH DIREHAB – (kiri) kondisi Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan yang belum direhab, (kanan) Jalan itu sudah direhab. Kondisi jalan tersebut berada di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)***  Foto-foto : Satim
INDRAMAYU, CAKRAWALA
            SUDAH sekitar setahun lebih jalan kabupaten yang melintasi Desa Kenanga Blok Dukuh Kerupuk-Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, mengalami rusak parah. Kondisi jalan mirip kubangan kerbau pada saat itu, akibat bencana banjir bandang yang melanda pada awal tahun 2015 lalu.
            Namun, kondisinya kini mulai agak baik, bahkan kabarnya akan jauh lebih baik dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintas, lantaran sampai akhir Oktober 2016, jalan yang ada di situ mulai ditambali dan diratakan dengan sistem giling basah menggunakan alat berat jenis stoom wales (selender).
            Kabar berikutnya, setelah digiling basah itu, ruas Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan akan dilapisi hotmiks. Meski beberapa tahun sebelumnya tersiar kabar, bahwa jalan yang ada di situ akan dibeton supaya tahan lama. Alasannya, selain sering terjadi bencana banjir, juga banyaknya kendaraan bermuatan berat pengangkut bahan baku industri kerupuk, serta produksi kerupuk yang diangkut menggunakan truk-truk setara Fuso.
            Beralihnya dari beton ke hotmiks diakui Kepala Dinas Bina Marga, H. Moh. Omarsyah didampingi Kabid Jalan, H. Moh. Nurman kepada Cakrawala.
            Menurutnya, program awalnya Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan direncanakan akan dibeton, namun karena kondisi anggaran yang ada, sehingga dialihkan ke hotmiks.
“Kami atas nama Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah mengharapkan, agar masyarakat bisa memakluminya. Yang penting, jalannya bagus dan nyaman untuk dilalui. Tidak seperti kubangan kerbau lagi,” kata Omarsyah dalam sebuah percakapan dengan Cakrawala dan sejumlah awak media di kantornya, belum lama ini.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek rehabilitasi Jalan Kenanga-Panyindangan Wetan, Sitompul yang dihubungi via telepon selulernya mengatakan, pihaknya menargetkan agar pertengahan November 2016 rehabilitasi jalan tersebut sudah kelar.
“Namun tergantung cuaca juga. Karena sering hujan, bisa menghambat pekerjaan di lapangan. Semoga cuacanya selalu baik dan ikut mendukung, sehingga pekerjaan cepat rampung,” kata Tompul tanpa menyebut berapa nilai proyek yang dikerjakannya itu.(Satim)***  

Senin, 19 September 2016

Pemkab Indramayu Telah Salurkan 60 Persen Dana Desa (DD) Tahap I


Senin, 19 September 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Pemkab Indramayu Telah Salurkan 60 Persen
Dana Desa (DD) Tahap I

SIBUK - PPK SKPKD Dinas Keuangan Daerah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Ali Siswoyo tengah sibuk di kantornya, kemarin.(Satim)***
INDRAMAYU, SATIM TERUS
            JELANG peringatan Hari Jadi Indramayu ke-489 yang biasa dirayakan pada 7 oktober 2016  mendatang, saat ini para kuwu (kepala desa) semestinya bergembira. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan Dana Desa (DD) Tahap I dengan progres penyaluran 60 persen.
            Dari progres yang 60 persen itu, jumlah uang dari Pemerintah Pusat yang sudah diberikan kepada semua desa di Kabupaten Indramayu yang berjumlah 309 desa senilai Rp 125.937.369.150 (Rp 125,9 miliar lebih).
            Demikian informasi yang diterima Cakrawala dari Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah melalui Dinas Keuangan Daerah (DKD) Kabupaten Indramayu, Senin (19/09/2016) siang.
            Dijelaskan, progres penyaluran yang mencapai 60 persen Dana Desa (DD) Tahap I tersebut, berarti tidak ada kendala dalam transfer ke kas desa masing-masing yang berjumlah 309 desa.
            Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Keuangan Daerah (DKD) Kabupaten Indramayu, Drs. Rinto Waluyo MPd melalui     PPK SKPKD setempat, Ali Siswoyo di kantornya, Senin (19/09/2016) siang.
            “Pemerintah berharap, uang DD yang telah diterima para kuwu atau kepala desa, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan di desanya masing-masing. Kemudian terjadi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan  masyarakatnya, dibanding sebelum-sebelumnya. Jangan sampai hanya bermanfaat bagi oknum kuwunya saja,” kata Ali Siswoyo dengan nada sedikit bercanda di kantornya.
            Data yang diterima koran ini, berdasarkan Pasal 26 (ayat 1) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 49/PMK.07/2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa dijelaskan, bahwa Bupati/Walikota menyampaikan Laporan Penyaluran dan Konsolidasi Penggunaan Dana Desa kepada Menteri Cq. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, dengan tembusan Gubernur, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi.(Satim)***  

Kamis, 18 Agustus 2016

Surat Kabar Cakrawala Terbesar di Indramayu


Kamis, 18 Agustus 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA

Surat Kabar Cakrawala Terbesar
di Indramayu
INDRAMAYU – Surat Kabar Cakrawala terbitan Jakarta, saat ini tercatat oplahnya terbesar di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Ini keterangan yang diberikan Biro Cakrawala, Kamis (18/08/2016) siang.(Satim)***  Foto : Satim

Jembatan Terusan Indramayu Akan Diperlebar


Kamis, 18 Agustus 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Jembatan Terusan Akan Diperlebar
INDRAMAYU – Jembatan Terusan di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, akan diperlebar dan dipercantik lagi. Tahun 2016 ini pihak Dinas Bina Marga Indramayu menganggarkan sekitar Rp 10 miliar, dan pekerjaannya mulai 10 Agustus 2016 hingga mejelang akhir tahun 2016. Gambar-gambar diambil Kamis (18/08/2016) sore sekitar pukul 16.35 WIB.(Satim)*** Foto-foto : Satim
 



Minggu, 12 Juni 2016

Proyek Pembangunan Embung Telukagung Tengah Dikerjakan


Minggu, 12 Juni 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Proyek Pembangunan Embung Telukagung
Tengah Dikerjakan
 


Indramayu, SATIM TERUS -
Pembangunan Embung Telukagung di Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tengah dikerjakan. Pantuan hingga Minggu (12/06/2016), sejulmlah alat berat jenis beko tengah mengruki tanah untuk membuat lubang penampungan air di desa itu.(Satim)***

Jumat, 20 Mei 2016

Puluhan Miliar Rupiah Dana Siltap Telah Disalurkan



Jumat, 20 Mei 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Puluhan Miliar Rupiah Dana Siltap
Telah Disalurkan
Ali Siswoyo.(Foto-foto : Satim)***
Indramayu, SATIM TERUS MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
            HINGGA berita ini dirilis, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, telah mencairkan dana puluhan miliar rupiah untuk ratusan desa. Duit sebanyak itu digelontorkan untuk membayar Penghasilan Tetap (Siltap) Kuwu (Kepala Desa), Pamong Desa, dan Tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di luar carik yang mereka garap.
            Informasi dari pihak Dinas Keuangan Daerah (DKD) Kabupaten Indramayu, dana puluhan miliar rupiah itu dikeluarkan berdasarkan Peraturan Bupati Indramayu (Perbup) Nomor 23 C/2015 tentang Tata Cara Penetapan Besaran, Penggunaan dan Pengeluaran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Indramayu Tahun 2016, dan Keputusan Bupati Nomor 142.1/Kep.92.C-BPMD/2015 tentang Penetapan Besaran Penghasilan Tetap, Tunjangan Penghasilan dan Jaminan Kesehatan Bagi Kuwu dan Pamong Desa di Kabupaten Indramayu Tahun 2016.
            Data yang diterima SATIM TERUS, hingga Jumat (20/05/2016) sore, pihak Dinas Keuangan Daerah (DKD) Kabupaten Indramayu telah menggelontorkan Rp 10.274.340.000 (Sepuluh miliar dua ratus tujuh puluh empat juta tiga ratus empat puluh ribu rupiah). Uang sebesar itu disalurkan untuk 126 desa. Sementara ratusan desa lainnya akan menerima dana serupa pada pekan-pekan berikutnya, setelah tim verifikasi keuangan setempat memberikan penilaian persyaratan administrasinya sudah dianggap lengkap.
            Dana puluhan miliaran rupiah tersebut masing-masing untuk membayar penghasilan tetap Kuwu Rp 3 juta per bulan, Pamong Desa Rp 1,5 juta/bulan, dan Juru Tulis Rp 2,1 juta/bulan. Sementara Tunjangan Ketua BPD Rp 200 ribu/bulan, Wakil Ketua BPD Rp 150 ribu, Sekretaris Rp 150 ribu/bulan, dan Anggota BPD Rp 100 ribu/bulan. Sedangkan dana yang cair itu untuk empat bulan terakhir.
            Dana yang bertajuk penghasilan tetap itu hingga Jumat (20/05/2016) petang, disalurkan untuk 126 desa di 16 kecamatan, meliputi Kecamatan Indramayu (1 desa), Cantigi (2), Arahan (8), Lohbener (3), Balongan (3), Karangampel (9), Jatibarang (4), Sliyeg (3), Kertasemaya (7), Tukdana (8), Losarang (10), Lelea (11), Cikedung (4), Kandanghaur (13), Bongas (7), Gabus Wetan (1), Anjatan (13), Sukra (8), dan Kecamatan Patrol (8).
            “Dana puluhan miliar sudah kami salurkan kepada 126 desa. Uang dari pemerintah itu untuk menunjang kesejahteraan kuwu, pamong desa di luar carik yang mereka garap. Juga untuk menunjang penghasilan BPD,” kata Kepala Dinas Keuangan Daerah (DKD) Kabupaten Indramayu, Drs. Rinto Waluyo MPd melalui PPK SKPKD setempat, Ali Siswoyo di kantornya, kemarin.
            Ditanya bagaimana nasib ratusan desa lainnya yang belum cair ? “Desa-desa lainnya masih dalam verifikasi. Insya Allah jika sudah lengkap dan sesuai ketentuan, minggu ini siap kami cairkan, Sementara keterlambatan pencairan karena desa-desa baru saja menyelesaikan APB Des dan persyaratan lainnya ” tegas Ali yang terlihat tengah sibuk memeriksa berkas-berkas pengajuan dari sejumlah desa.(Satim)***

Rabu, 18 Mei 2016

Selamatan Memitu Indramayu Tempo Doeloe


Rabu, 18 Mei 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Berkat Unik “Memitu”
Indramayu Tempo Doeloe
TURUN TEMURUN – Berkat atau oleh-oleh selamatan yang dibagikan kepada para tetangga, kerabat, dan handaitaulan dalam rangka memitu atau selamatan tujuh bulan kehamilan seseorang di sebagian desa di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terbilang unik. Ada dodol ketan bergula merah setengah matang, rujak dan lain-lain, dan nasinya dibungkus dengan plastik seperti tampak dalam gambar hasil jepretan Selasa (17/05/2016) sore. Tradisi seperti sudah berlangsung turun temurun hingga kini.(Satim)*** Foto : Satim