Jumat, 05 Agustus 2011

Subsidi Biaya Pendidikan : Nuh: Rp 2,9 Triliun untuk Siswa Miskin

Jumat, 05 Agustus 2011

MAJU TERUS

EKSPEDISI HUMANIORA ONLINE

Subsidi Biaya Pendidikan

Nuh: Rp 2,9 Triliun untuk Siswa Miskin

Indra Akuntono | Inggried | Jumat, 22 Juli 2011 | 17:54 WIB

Ilustrasi. (M.LATIEF)***

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com, EKSPEDISI HUMANIORA ONLINE Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) siap menggelontorkan subsidi biaya pendidikan sekitar Rp 2,9 triliun untuk siswa miskin tingkat SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011 yang telah ditetapkan oleh DPR sekitar Rp 11,7 triliun, beberapa hari lalu.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menjelaskan, anggaran tersebut baru dapat dicairkan pada Agustus tahun ini. Ia mengungkapkan, dana tersebut akan disalurkan melalui beberapa program dalam jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan atau selambat-lambatnya tidak melewati akhir tahun 2011.

"Ini bukan beasiswa prestasi. Kriteria penerimanya adalah siswa miskin dan kami tidak berani menyalurkannya lebih dari empat bulan, kami takut sudah sudah melewati tahun anggaran," kata Nuh kepada wartawan saat membuka workshop forum wartawan pendidikan, Jumat (22/7/2011), di Jakarta.

Adapun program yang telah disiapkan oleh Kemdiknas adalah beasiswa yang difokuskan agar selesai dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan mengingat saat ini bertepatan dengan tahun ajaran baru. Untuk itu, selanjutnya Kemdiknas akan berkonsultasi dengan Komite Pendidikan Nasional (KPN), yang dimpimpin langsung oleh Wakil Presiden Boediono.

"Kami akan segera berkonsultasi dengan KPN supaya program ini mendapat dukungan semua kalangan," ujarnya.(Kompas.com)***

Source : Kompas.com, Jumat, 22 Juli 2011

Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini.

·

Rasul Hamidi

Senin, 1 Agustus 2011 | 18:50 WIB

DASAR PEMBENTUKAN KPN TIDAK JELAS Ketua Umum LSM PMPN, Rasul Hamidi mempertanyakan dasar pembentukan Komite Pendidikan Nasional (KPN). Beliau terkejut dengan adanya istilah baru dalam dunia pendidikan seperti KPN. Dia kenal istilah itu setelah membaca warta di edukasi-kompas.com yang berjudul, “Nuh: Rp 2,9 Triliun untuk Siswa Miskin” tertanggal 22 Juli 2011. “Saya sudah mencari tahu dasar pembentukan KPN melalui telepon maupun datang langsung ke biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Pendidikan…

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

indah gultom

Rabu, 27 Juli 2011 | 17:35 WIB

Wah, baik juga ya pemerintah kita Indonesia. sampai miliaran lho untuk pendidikan. Tapi, koq gak nyampek ke anak2 kurang mampu ya?? wah, Pak, masih dikantongin ya uangnya. gak berat Pak?? emang gak cukup gajinya ya perbulan... ckckck, gimana nasib generasi selanjutnya kalau begini terus?

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Agung

Rabu, 27 Juli 2011 | 12:18 WIB

kenyataannya rakyat tetap ditarik biaya sekolah yg semakin tidak terjangkau. Duitnya sudah pasti belok ke kantong partainya si menteri. menteri laknat

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Bambang Ariyanto

Rabu, 27 Juli 2011 | 11:52 WIB

Dari menteri 2,9 Trilliun untuk seluruh penduduk indonesia. Kalau masih harus dikorting dulu ... sampai murid miskin tinggal berapa rupiah ya?

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Wong Dermayu Asli

Rabu, 27 Juli 2011 | 11:44 WIB

ngga yakin sampe...paling di sunat dulu...najis ...!!!

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar