Jumat, 16 Oktober 2009

Lumbung Padi Peninggalan Sejarah di Desa Singaraja, Indramayu Memprihatinkan

Lumbung Padi bersejarah di Desa Singaraja, Kabupaten Indramayu yang merana dan nyaris roboh. (Satim)*** Foto : Satim

CAGAR BUDAYA

Lumbung Padi Bersejarah Yang Merana

INDRAMAYU – Keberadaan Lumbung Padi yang merupakan peningalan sejarah dan termasuk bagian dari Cagar Budaya di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat terlihat terlantar dan dibiarkan merana, bahkan kondisinya nyaris roboh. Padahal, lumbung itu pernah menorehkan sejarah bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Singaraja, Indramayu. Konon, karena lumbung itu pernah dijadikan tempat menyimpan bahan pangan seperti padi, jagung, dan gandum sejak jaman penjajahan Belanda 1942 -1948.

“Bahan pangan yang digudangkan di lumbung itu dari masyarakat dan untuk masyarakat yang mengalami krisis pangan. Bahkan lumbung itu pernah dijadikan tempat menyimpan garam dan tepung,” kata Saepudin, Kuwu Desa Singaraja kepada ToeNTAS News di kantornya, Kamis (15/10) siang.

Namun keberadaan lumbung pangan itu, kini kondisinya memprihatinkan. Sudah puluhan tahun belum pernah terjamah rehabilitasi, dibiarkan merana kendati di sampingnya merupakan jalan gang dan menghadap Masjid Jami Al-Karomat Desa Singaraja, Indramayu.

Saepudin mengakui, bahwa sudah puluhan tahun bangunan cagar budaya itu belum tersentuh perbaikan. Konon, karena hingga kini belum ada alokasi dana untuk merenovasi bangunan bersejarah tersebut. “Kami sudah lama mengusulkan kepada Bupati Indramayu melalui Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, namun hingga kini belum ada realisasinya,” ujarnya.

Sejumlah bangunan bersejarah yang bertebaran di wilayah Kabupaten Indramayu, mayoritas kondisinya memprihatinkan. Hanya sebagian kecil saja yang dipelihara meskipun tidak rutin. Padahal, saat ini pihak Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu tengah mengumpulkan sejumlah gambar bangunan-bangunan kuno dan bernilai historis untuk dijadikan koleksi museum yang akan didirikannya.

“Kalau soal rehabilitasi lumbung padi bersejarah di Desa Singaraja, saat ini kami baru membahasnya. Mudah-mudahan ada dana untuk merehabnya,” tutur Ir. H. Sofyan Effendi, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu di kantornya, belum lama ini. (Satim)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar