Saturday, July 18, 2009

Berbagai Atraksi Ditampilkan Siswa Baru Tahun Ajaran 2009/2010 RSBI SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu

Sejumlah Atraksi para Murid Baru RSBI SMPN 2 Sindang dalam
Mengakhiri Masa Orientasi (MOS) Siswa Baru Tahun Ajaran
2009/2010, Sabtu (18/7) di sekolahnya.











Dr. H. Abdul Tholib MPd, Kepala RSBI SMPN 2 Sindang (kanan) didampingi Ketua Ketua Komite Sekolahnya, Drs. Aan Senjaya MPd saat menyanyikan Lagu "Indonesia Raya" dalam acara bertema "The Closing of Badging Course in Academic Year 2009/2010 and The Celebriting of Isra Mi'raj 1430 H", Sabtu (18/7) di halaman RSBI SMPN 23 Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
(Foto : Satim)


Berbuat Lewat Perkataan Lebih Baik

Daripada Berkata Lewat Perbuatan

INDRAMAYU – Sebanyak 196 siswa baru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (18/7) siang menampilkan beragam atraksi kebolehannyamasing-masing. Diantaranya, puisi berbahasa Inggris, drama berbahasa Inggris, drama mengajar, pidato versi Inggris, Fashion Show, dan nyanyi versi berbahasa asing.

Penampilan mereka disaksikan langsung oleh ratusan orangtua murid, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, dan jajaran pengajar di RSBI SMPN 2 Sindang. Penampilan hari Sabtu (18/7) itu, rupanya merupakan akhir dari serangkaian kegiatan belajar full dan penyesuaian sekolah di SMPN 2 Sindang kepada 196 siswa baru Tahun Ajaran 2009/2010.

Kalau di sekolah lainnya, ada istilah MOS. Namun gaya yang dilakukan di SMPN 2 Sindang sangat berbeda. Kita lebih menitikberatkan pada adaptasi sistem belajar dan pembekalan ilmu yang lebih bermanfaat selama sepuluh hari itu. Tenaga pengajarnya kami datangkan dari Kediri, Jawa Timur. Mereka para pengajar Sekolah Bertaraf Internasional (SBI),” kata Dr. H. Abdul Tholib MPd, Kepala RSBI SMPN 2 Sindang di hadapan para orangtua murid baru.

Abdul Tholib menguraikan sebuah kata hiasan yang patut menjadi upaya sekolahnya, yakniBerbuat Lewat Perkataan Lebih Baik Daripada Berkata Lewat Perbuatan”. Istilah inilah yang kemudian ia kembangkan dan ia jalankan dalam memimpin sekolah di RSBI SMPN 2 Sindang, sebuah sekolah bergengsi di Kabupaten Indramayu pada saat ini. (Satim)

Dalam Pelestarian Sebagian Cagar Budaya di Indramayu: Bupati Yance Penuhi Janjinya

Situs-Situs Bersejarah di Kabupaten Indramayu Tengah Diperhatikan
TENGAH DIPUGAR – Situs Makam Raden Aria Wiralodra, pendiri Indramayu tengah dipugar. Tampak dalam gambar spanduk mohon do’a restu pemugaran situs itu terbentang, dan di belakangnya para pekerja tengah menjalankan tugasnya. (Foto : Satim)

SEDANG MENGAWASI – Petugas dari Pemkab Indramayu tengah mengawasi jalannya pemugaran situs bersejarah di Indramayu itu. (Foto : Satim)

TENGAH DIKERJAKAN – Para pekerja tengah mengerjakan pemugaran situs bersejarah, Raden Aria Wiralodra, pendiri Indramayu. (Foto : Satim)

CAGAR BUDAYA

Rehab Situs Makam Pendiri Indramayu

Butuh Dana Rp 878 Juta Lebih

INDRAMAYU – Sisa sekitar dua tahun masa jabatannya, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (atau yang akrab disapa Yance) ini, nyaris melupakan beberapa janjinya yang dulu sebelum menjadi bupati, ia sempat bertekad, bahwa jika di kemudian hari dirinya terpilih menjadi bupati, maka akan merelokasi situs-situs bersejarah yang ada di daerahnya.

Tujuan Yance ketika itu, ia ingin agar situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat benar-benar terpelihara dan terawat dengan baik, sehingga menjadi kenangan dan bukti-bukti sejarah sepanjang jaman.

”Apa pun alasannya, situs-situs bersejarah itu merupakan bagian dari sejarah daerah di Kabupaten Indramayu,” kata Yance saat itu.

Ucapan-ucapan Yance tadi mulai terdengar pada tahun 1998, dan 1999, masa-masa memanasnya suhu perpolitikan di Kota Mangga Indramayu menjelang tahapan pencalonan Kepala Daerah, dengan proses pemilihan tidak langsung, lantaran kemenangan sang pasangan calon bupati/wakil bupati hanya ditentukan oleh suara para wakil rakyat yang duduk di kursi anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

Waktu terus berjalan, cita-cita Yance memimpin Indramayu terkabul. Melalui kendaraan Partai Golkar yang berpasangan dengan Dedi Wahidi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2000 berhasil menang telak dalam proses Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Universitas Wiralodra Indramayu, ketika itu.

Lagi-lagi, Yance pun melontarkan ucapan-ucpannya yang berkeinginan untuk mewujudkan wisata religi di daerahnya. Sekitar tahun 2001 dan 2002 semasa perjalanan pemerintahannya, Yance menginginkan situs-situs bersejarah di daerahnya direhabilitasi dan direlokasi supaya memudahkan para wisatawan yang datang ke Indramayu. Situs makam bersejarah yang paling ia konsentrasikan untuk direhabilitasi, yakni Situs Makam Raden Aria Wiralodra, pendiri Indramayu berserta keturunannya yang hingga kini tersebar di sejumlah tempat di daerah Pantura itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, H. Udjijono, SH, MH rupanya menyimpan beberapa klipingan koran tentang ucapan-ucapan dan sebuah keinginan Yance tentang upaya menciptakan wisata religi di daerahnya antara tahun 2001 dan 2002 silam.

“Klipingan koran itu kami simpan sejak lama, sebelum saya ditugaskan di Indramayu menjadi Kepala Kejaksaan Negeri. Begitu bertugas di Indramayu saya langsung membicarakannya dengan Pak Bupati Yance. Akhirnya baru terkabul menjelang saya akan dialih tugaskan di Balikpapan terhitung 29 Juli 2009,” ungkap Udjijono di kantornya, Jumat (17/7).

Udjijono sengaja menyimpan kliping-kliping koran tentang sejumlah janji Yance tentang keinginan pelestarian situs-situs makam bersejarah, konon, lantaran ia merupakan keturunan Raden Aria Wiralodra, pendiri Indramayu dari Bagelen. “Hanya kebetulan nasib saya tengah dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri,” ujarnya.

Udjijono menyadari, sebuah janji maupun keinginan Yance yang sempat tertunda sekian lama untuk merehabilitasi situs-situs makam Raden Aria Wiralodra beserta keturunannya, konon, karena saat itu belum didukung dengan kesiapan anggaran yang memadai.

“Tapi sekarang, Alhamdulillah. Rehab makam Mbah Wiralodra tengah berlangsung,” ucap Udjijono di kantornya.

Peletakan batu pertama renovasi makam situs bersejarah itu dilakukan Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), Senin (13/7) di Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Saat peletakan batu pertama itu, Yance didampingi Ketua Panitia Pemugaran H. Udjijono SH, MH, Ketua Pelaksana Pemugaran H. Tulus Susilo, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Indramayu H. Hasyim Djunaedi MBA, Dandim 0616 Indramayu Letkol Arh Hindro Martono, Kapolres Indramayu AKBP Drs. Mashudi, dan perwakilan keluarga Raden Aria Wiralodra.

Ketua Pelaksana Pemugaran Situs Makam Bersejarah, H. Tulus Susilo mengatakan, untuk pemugaran empat lokasi makam bersejarah tadi memerlukan dana sekitar Rp 878.501.000. (Satim/Joko K)

Friday, July 17, 2009

Cuplikan Kegiatan Panwascam Sindang dalam Pilpres 2009

Panwascam Sindang Gelar

Rapat Evaluasi Pilpres 2009

INDRAMAYU – Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan (Panwascam) Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menggelar “Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pilpres 2009”. Rapat dipimpin Ketua Panwascam Sindang, Masudin yang dihadiri seluruh jajaran Panwascam Sindang dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) se-Kecamatan Sindang, Minggu (12/7) malam sekitar pukul 21.15 WIB di Kantor Panwascam Sindang yang terletak di Jalan Mayor Dasuki Penganjang, Indramayu. Tampak dalam gambar, rapat itu tengah berlangsung. (Satim)

SINDANG – Kantor Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Tampak dalam gambar, petugas Panwas setempat tengah beraktifitas di kantornya di Jalan Mayor Dasuki Penganjang, Indramayu. (Satim)

SINDANG – Beberapa petugas Panwascam Sindang dan PPL Kecamatan Sindang tengah siap-siap untuk memantau situasi Pilpres 2009 di wilayah kerjanya. (Satim)


Foto-foto : Satim

Monday, July 13, 2009

Ragam Kisah Pilpres 2009 di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu


Kronologi Perjalanan Kotak Suara Pilpres dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sindang menuju KPU Kabupaten Indramayu di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu (dulu Jalan Ibu Tien Soeharto) sebagai berikut :

SINDANG – Jajaran Pantia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Sindang berfose dengan petugas keamanan dari Polsek Sindang. Mereka siap mengawal kotak suara Pilpres menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sore itu juga, Sabtu (11/7) pukul 14.21 WIB. Di belakangnya, tampak dalam gambar, para pekerja tengah merampungkan pemuatan kotak suara ke atas truk. (Satim)
SINDANG – Para saksi Pilpres 2009 dari PKS, PDI-P, dan Partai Golkar Kecamatan Sindang,
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat foto bersama dengan jajaran Panwascam Sindang sebelum mengiring kotak suara menuju KPU setempat, Sabtu (11/7) pukul 14.26 WIB. Mereka mejeng bareng dalam rangka menjalin silaturahmi dengan semua jajaran yang berkecimpung dalam Pilpres 2009. (Satim)

 SINDANG – Petugas dari Polsek Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat siap mengawal kotak suara menuju Kantor KPU Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/7) pukul 14.23 WIB. Ketua PPK Sindang, Sutejo mengatakan, penghitungan suara di tingkat Kecamatan Sindang sore itu juga dianggap selesai.
(Satim)
Naskah dan Foto-foto : Satim
 



Lintasan Proses Penghitungan Suara Pilpres 2009 tingkat PPK Sindang, Kabupaten Indramayu


SINDANG - Saksi Capres Megawati-Prabowo tingkat PPK Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Tarsono (kanan) bergambar bersama rekannya seusai proses penghitungan suara Capres 2009 di Kantor PPK Kecamatan Sindang, Sabtu (11/7) pukul 14.14 WIB. (Satim)

 
SINDANG – Darojat Syam, saksi Capres 2009 SBY-Boediono seusai menandatangani berita acara penghitungan suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (11/7) pukul 14.14 WIB. (Satim)

SINDANG – Edi Sunarto, saksi Capres 2009 Jusuf Kalla-Wiranto berfose seusai penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (11/7) pukul 14.13 WIB. (Satim)

 
Naskah dan foto-foto : Satim

 

Megawati Unggul di Kecamatan Sindang dalam Pilpres 2009


Megawati Unggul di Kecamatan Sindang

Tabel Memperlihatkan kemenangan pasangan Capres 2009 Megawati-Prabowo ( 10.902), SBY-Boediono (9.802), dan JK-Wiranto (5.004). Jumlah suara sah dalam tabel tersebut 25.708. Sedangkan suara tidak sah 1.705. Tabel itu dalam penghitungan suara akhir tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (11/7) pukul 14.05 WIB. Tabel Panitia Pemilihan Kecamatan Sindang juga tercantum dalam tabel tersebut, termasuk para saksi dari masing-masing pasangan Capres-Wapres dalam Pilpres 2009 di tingkat Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. (Satim)***





Friday, July 10, 2009

INFO LELANG : Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2009, Indramayu, 2 Juli 2009

PENGUMUMAN LELANG
Nomor : 027/29/PAN/PU/2009 Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2009 melalui Unit Pengadaan Barang/Jasa Terpusat. Source : Pikiran Rakyat, Kamis (Manis) 2 Juli 2009

INFO LELANG : Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat di Bandung Tahun Anggaran 2009

Source : Pikiran Rakyat, Rabu (Pon) 24 Juni 2009

Info Lelang Prasarana Air Bersih Jawa Barat Tahun Anggaran 2009, Bandung, 24 Juni 2009

Source : Pikiran Rakyat, Rabu(Pon) 24 Juni 2009

Wednesday, July 8, 2009

Kiprah Warga Desa dalam Pilpres 2009 di Kabupaten Indramayu


SUASANA PILPRES 2009

Warga Pemilih Mengecek DPT

INDRAMAYU – Sebelum memasuki bilik suara untuk memberikan suara di Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden 2009 (Pilpres), beberapa warga tengah mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT), Rabu (8/7) siang. Tampak dalam gambar suasana di Tempat pemungutan Suara (TPS) 06 Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Cabang Kabupaten Indramayu, Duliman mengatakan, Pilpres 2009 ini merupakan Pemilu yang paling sportif dan jujur. “Karena warga dalam memilih tidak digerakkan oleh mesin-mesin birokrasi. Kami sangat senang dan menikmatinya dalam Pilpres 2009 ini,” katanya. (Satim)***

Warga Tengah Memberikan Suara

INDRAMAYU – Warga pemilih di Pilpres 2009 tengah memberikan suara, Rabu (8/7) di TPS 05 Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Pasangan calon Presiden/Wakil Presiden yang meraih suara terbanyak di 6 TPS yang ada di Desa Panyindangan Wetan dikuasai Megawati-Prabowo (No.1), disusul SBY-Boediono (No.2), dan JK-Wiranto (No.3) menduduki urutan terakhir. Perolehan sementara di enam TPS itu, Mega-Pro (35 %), SBY-Boediono (24 %), dan JK-Win ( 17 %). Prosentase ini belum resmi, karena masih harus menunggu pengesahan dari KPU setempat. (Satim)***

Petugas TPS Tengah Memeriksa

Surat Suara Pilpres 2009

INDRAMAYU – Yayat Supriyatna, SPd, Ketua TPS 05 Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tengah memeriksa surat suara Pilpres 2009, Rabu (8/7) siang. Meski ia mengakui, antusiasme masyarakat dalam Pilpres 2009 kali terkesan kurang bergairah, namun jalannya pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan tertib dan lancar. (Satim)***
 Surat Suara Tengah Diterima Pemilih

INDRAMAYU – Petugas TPS tengah memberikan surat suara dalam Pilpres 2009 kepada calon pemilih, Rabu (8/7) siang. Tampak dalam gambar, suasana pemilihan Presiden tidak terlalu sibuk, sehingga petugas TPS mengaku kerjanya agak santai. Bahkan pukul 14.00 WIB, penghitungan suara sudah selesai. Ini seperti yang terjadi di enam TPS yang ada di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. (Satim)***
 
Penghitungan Suara Tengah Berlangsung

INDRAMAYU – Suasana penghitungan suara Pilpres 2009 tengah berlangsung di TPS 01 Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Perolehan suara sementara di TPS itu, Mega-Pro lebih unggul dibanding pasangan SBY-Boediono, maupun pasangan JK-Win. Suasana demikian terjadi pada H pemungutan suara Pilpres 2009, Rabu (8/7) di desa tersebut. (Satim)***

Kesibukan di Kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilpres 2009 Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Rabu (8/7) sore. Kantor PPS tersebut di Balai Desa Panyindangan Wetan. Foto-foto Satim  di bawah ini menggambarkan beberapa kesibukan di PPS desa bersangkutan.


Sunday, July 5, 2009

Masa Tenang : Panwascam dan PPL Kecamatan Sindang Membersihkan Atribut Kampanye Capres 2009

Baligho Kampanye Capres JK-Wiranto tengah diturunkan para anggota Panwascam Sindang yang dibantu para anggota PPL se-Kecamatan Sindang, Minggu (5/7) siang.
Baligho itu terpasang di jalan Cimanuk dan Jalan Murah Nara Indramayu. (Foto : Satim)

Aksi Pembersihan Atribut Kampanye Capres

Poster JK-Wiranto Terbanyak

INDRAMAYU – Memasuki masa tenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, budaya yang belum terbangun tampaknya, kesadaran pihak-pihak yang berkaitan aksi pembersihan segala macam atribut kampanye yang terpasang di sejumlah tempat. Masa tenang yang diberlakukan KPU sejak Sabtu (4/7) tengah malam, namun hingga Minggu (5/7) malam, sejumlah atribut kampanye Capres 2009 masih banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Ini seperti yang terlihat di Jalan Wiralodra Indramayu, Jalan Veteran, dan Jalan Siliwangi Indramayu, sebagai salah satu contohnya. Spanduk, poster, baligho, dan stiker-stiker Capres masih banyak dijumpai di lokasi tersebut.

Yuyud, anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Indramayu mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan segala macam atribut Capres mulai hari Senin (6/7) pagi sampai dengan selesai. “Aksi pembersihan atribut oleh Panwascam Indramayu mulai Senin,” kata Yuyud.

Itu berbeda dengan aksi pembersihan atribut Capres yang dilakukan jajaran anggota Panwas Sindang dan para Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Pilpres 2009. Ketua Panwascam Sindang, Masudin memerintahkan, agar seluruh anggota Panwas dan PPL melancarkan aksi pembersihan atribut Capres, Minggu (5/7) pagi sampai dengan selesai. Instruksinya ia lakukan melalui SMS yang dikirimkan ke sejumlah anggota Panwascam dan PPL yang ada di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Sebanyak sepuluh anggota jajaran Panwascam Sindang diterjunkan ke lapangan , berkeliling sepanjang jalan dan lorong-lorong keliling wilayah Kecamatan Sindang untuk membersihkan atribut kampanye para Capres yang masih terpasang di jalan-jalan, tembok-tembok, dan pagar rumah-rumah warga.

“Masa tenang yang dimulai hari Minggu (5/7) ini, di wilayah Kecamatan Sindang harus bersih dari berbagai atribut kampanye Capres 2009,” ujar Nana, Sekretaris Panwascam Sindang yang memimpin langsung aksi pembersihan atribut kampanye di wilayah kerjanya.

Dengan menaiki kendaraan pick up merk Toyota warna hitam metalik yang dikemudikan Dedi Rohendi, PPL Desa Sindang, seluruh anggota Panwascam dan PPL di delapan desa terlihat bersemangat mencabuti dan merobeki segala macam atribut kampanye Capres 2009. Sekitar pukul 17.05 WIB, mereka baru selesai menjalankan tugasnya.

“Meski terasa capek, kaki pegal-pegal karena membersihkan atribut kampanye sambil jalan kaki, dan naik turun mobil pick up, namun kami merasa bangga karena telah menjalankan tugas dan tanggung jawab PPL yang merupakan bagian dari jajaran Panwascam Sindang,” tutur Saprorudin yang diamini sejumlah anggota PPL lainnya.

Sejumlah anggota PPL dan Panwascam Sindang berkomentar, kalau para tim kampanye Capres responsif, reaktif, dan konsekuen terhadap hari tenang menjelang Pilpres 2009, segala macam atribut kampanye Capres yang pernah dipasangnya, maka mereka sendiri yang membersihkannya.

Ironisnya, hingga Minggu (5/7) pagi, malah sejumlah eksbener besar-besar masih berdiri tegak di sejumlah ruas jalan utama. Poster, eksbener, dan stiker kampanye Capres JK-Wiranto termasuk yang terbanyak. Akhirnya, hari itu pula dibersihkan pihak Panwascam sindang bersama jajaran PPL se-Kecamatan Sindang. (Satim)***

Saturday, July 4, 2009

Fenomana Lain di Depan "Pintu Gerbang" Pendidikan Dasar 9 Tahun Sekolah Negeri, Gratis

RAPAT ORANGTUA SISWA BARU - Komite Sekolah SBI SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu menggelar rapat pembiayaan pendidikan dengan para orangtua siswa baru Tahun Ajaran 2009/2010, Sabtu (4/7) di ruang Auditorium sekolah tersebut. Tampak dalam gambar, Kepala SBI SMPN 2 Sindang, Dr. H. Abdul Tholib, MPd tengah memberikan sambutan. (Foto. Satim)
Yang Lain Boleh Gratis

SBI Tetap Bayar

INDRAMAYU – Meski ada instruksi jejang pendidikan dasar 9 tahun bagi sekolah-sekolah negeri harus gratis, namun hal ini tidak berlaku bagi sekolah-sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Terbukti, sekolah-sekolah berstandar seperti itu tetap diijinkan untuk memungut biaya kepada para orangtua siswa dalam membiayai jalannya roda pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

Kasubdin Dikmen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Odang Kusmayadi, MM mengatakan, hanya sekolah-sekolah jenjang pendidikan dasar biasa lah yang dibolehkan gratis. Namun untuk jenjang pendidikan dasar yang berstandar nasional dan internasional, maka sekolah yang bersangkutan tetap diijinkan untuk memungut biaya kepada para orangtua siswa.

Alasan yang dikemukakan Odang, karena biaya operasional yang dijalankan sekolah berstandar internasional, belum bisa dicukupi oleh pihak pemerintah. Sementara model pendidikan, sarana dan prasarananya, jelas berbeda dengan sekolah-sekolah biasa pada jenjang pendidikan dasar seperti itu.

“Jadi, para orangtua siswa tetap saja harus ikut menanggung pembiayaan sekolah. Ini seperti yang terjadi di SMPN 2 Sindang yang sekarang statusnya bukan lagi RSBI, namun telah naik menjadi SBI. Di beberapa daerah, sekolah di SBI itu biayanya mahal,” kata Odang kepada ratusan orangtua siswa baru Tahun Ajaran 2009/2010 SBI SMPN 2 Sindang, Sabtu (4/7) siang, di Ruang Auditorium SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu.

Odang menggambarkan, SMP Negeri 2 Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat merupakan sekolah berprestasi di Indramayu, yang sebelumnya merupakan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI), dan telah berjalan selama dua tahun. Kini, SMPN 2 Sindang statusnya telah ditingkatkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Tahun 2009 ini, merupakan SBI pertama di wilayah III Cirebon.

Sementara itu, Kepala SBI SMPN 2 Sindang, Dr. H. Abdul Tholib, MPd mengatakan, sekolah yang dipimpinnya telah berhasil menorehkan sejumlah prestasi di bidang pendidikan, yakni dengan meraih juara dalam berbagai kegiatan.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Kendati peningkatan itu tidak lepas dari tersedianya sarana dan prasarana yang memadai yang harus dimiliki sekolah kami. Oleh karena itu, kesediaan para orangtua siswa untuk ikut berinvestasi di sekolah kami ini, sangat dibutuhkan demi peningkatan kualitas pendidikan para siswa SBI SMPN 2 Sindang ini,” ujar Abdul Tholib kepada ratusan para orangtua siswa baru yang sengaja diundang untuk merumuskan pembiayaan pendidikan yang akan dibebankan kepadanya.

Rapat rumusan pembiayaan pendidikan itu dipimpin pihak Komite Sekolah SBI SMPN 2 Sindang, Drs. H. Yayan Mulyantoro, MM. Meski sedikit terjadi aksi protes dari kalangan orangtua siswa baru, karena biayanya dianggap terlalu mahal, namun akhirnya pihak sekolah mau menurunkan sedikit saja dari beberapa hal yang menyangkut pungutan kepada para orangtua siswa baru.

Hasil rumusan itu menyimpulkan, bahwa Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) Tahunan Siswa Rp 2,5 juta, DSP Bulanan Siswa Rp 230.000, Biaya selama Masa Orientasi Sekolah (MOS) Rp 120.000 untuk 10 hari, dan Biaya Pakaian Seragam komplit Rp 770.000 laki-laki, dan bagi murid perempuan Rp 840.000.

“Allhamdulillah rapat dengan para orangtua murid berakhir dengan damai dan penuh kekeluargaan,” ucap Yayan, yang kini menjabat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, seusai rapat di halaman sekolah SBI SMPN 2 Sindang. (Satim)***