Wednesday, January 13, 2016

JELAJAH CIMANUK (1) Dangkal dan Jadi Alas Gelagah


Selasa, 12 Januari 2015
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
JELAJAH CIMANUK (1)
Dangkal dan Jadi Alas Gelagah
ALAS GELAGAH – Kondisi Sungai Cimanuk Indramayu yang rusak parah, kini jadi alas gelagah. Tampak dalam gambar, seorang wartawan tengah memotret Cimanuk, beberapa waktu lalu.(Foto :Satim)***
Indramayu, SATIM TERUS ONLINE
            JIKA menelusuri aliran Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, mayoritas masih berantakan. Sungai Cimanuk nyaris menyerupai parit dan menjadi alas gelagah (jenis tumbuhan masih serumpun dengan ilalang, namun batangnya keras dan tinggi). Jenis tumbuhan ini batangnya bisa untuk pagar dan kayu bakar.
            Kondisi alas demikian itu Sungai Cimanuk yang melintasi Desa Kenanga dan Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Kemudian yang melintasi Desa Plumbon dan Telukagung, Kecamatan Indramayu, serta Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener. Aliran Sungai Cimanuk yang parah itu, sepanjang sekitar 15 kilometer.
            Menurut kesaksian beberapa warga setempat, Sungai Cimanuk pada masa penjajahan 1945, lebarnya ratusan meter  dan melingkar-lingkar mirip ular.“Untuk melempar batu kecil saja supaya sampai ke seberang, harus menggunakan bandring atau ketapel. Sekarang mirip parit atau saluran sekunder. Parahnya lagi, sudah jadi alas gelagah,” cerita Mita (62), salah seorang pembuat bata merah yang memanfaatkan tanah bantaran kali di wilayah Kecamatan Sindang, kemarin.
Penuturan Mita itu diamini warga lainnya, Mukamad (73), warga di kawasan Kecamatan Lohbener. Diterangkan, dulunya Sungai Cimanuk sangat lebar dan mampu menampung air besar,  meski warga sekitarnya selalu dihantui tanggul jebol ketika banjir bandang menerjang.
“Saya berharap, pemerintah siap mengeruk dan melebari Sungai Cimanuk sambil memperkokoh seluruh tanggulnya,” pinta Mukamad, belum lama ini.
Pantuan Satim Terus Online, selain Sungai Cimanuk perlu diperdalam dan dilebari, sepanjang tanggulnya perlu diperkokoh karena masih banyak yang kritis, dan terancam jebol jika banjir  mengukir.
Pekan lalu, beberapa wartawan dari berbagai harian dan mingguan melakukan pemotretan di sejumlah titik rawan bencana pada aliran Sungai Cimanuk Indramayu. Namun sejauh ini, belum terlihat tanda-tanda pihak berwenang, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung yang bermarkas di Cirebon melakukan tindakan normalisasi Cimanuk yang bersejarah itu.
Pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDA dan Tamben) Kabupaten Indramayu tak berdaya untuk melakukan tindakan pengurasan dan pelebaran Sungai Cimanuk.
“Selain terbatasnya angggaran yang kami miliki, juga bukan kewenangan pihak dinas kami tapi kewenangan BBWS Cimanuk-Cisanggarung,” kata Ir. Suwenda Asmita, Kepala Dinas PSDA dan Tamben Kabupaten Indramayu, kemarin.
Diterangkan, pihaknya sudah menyampaikan laporan seputar kondisi parah Sungai Cimanuk ke Kementerian PU dan juga ke BBWS Cimanuk-Cisanggarung di Cirebon.
Kondisi parahnya beberapa titik aliran Sungai Cimanuk Indramayu tersebut, tampaknya telah memicu beberapa kalangan untuk melakukan siaga bencana. Salah satu eksennya seperti yang dilakukan kodim 0616 Indramayu, yang terlihat aktif menggelar simulasi penanganan bencana alam.
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, melancarakan aksi simulasi penanganan bencana sambil menggandeng sejumlah unsur, Ormas, dan beberapa lembaga yang ada untuk aksi tanggap darurat.
“Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga perlu dilakukan simulasi sejak dini. Kami selaku tentara selalu siap membantu,” tegas Dandim 0616 Indramayu, Letkol (Arh) Zaenudin didampingi Edi Kusdiana selaku Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, belum lama ini.(Satim)***

         

TPA Pecuk Dipola Jadi Arena Studi dan Pariwisata


Senin, 11 Januari 2016
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA

TPA Pecuk Dipola
Jadi Arena Studi dan Pariwisata
SUDAH DIBETON – Jalan armada kendaraan pengangkut sampah di lokasi TPA Pecuk, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sudah dibeton, belum lama ini. Para kuli bangunan tampak tengah merapihkan pekerjaannya.(Foto : Satim)***
Indramayu, SATIM TERUS ONLINE
            BUKAN hanya persoalan upaya Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, untuk tetap bertengger menjadi daerah yang selalu berhasil meraih penghargaan “Adipura” sebagai kota sedang terbersih di Indonesia, namun sejak lama daerah yang tenar dengan julukan Kota Mangga itu, ingin menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pecuk di Kecamatan Sindang, konon, akan dipola menjadi arena studi dan pariwisata.
            Pantuan Satim Terus Online, Senin (21/12/2015) sore, pekerjaan TPA Pecuk salah satu proyek bantuan dari Provinsi Jawa Barat senilai sekitar Rp 1,9 Miliar masih dikerjakan. Meski jalan cor sudah digelar dua pekan lalu, namun perbaikan pekerjaan lainnya masih dilakukan. Para kuli bangunan terlihat sibuk di sana.
“Pekerjaan akhir tengah dikebut, jangan sampai tutup tahun 2015,” ujar beberapa kuli bangunan yang tak mau mengutarakan indentitasnya, kemarin.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Trisna E. Hendarin mengatakan, dalam sebuah perbincangan tentang program dinasnya ke depan, di kantornya yang bermarkas di Jalan Pahlawan Indramayu, belum lama ini.
            Trisna menerangkan, program TPA Pecuk dipola menjadi arena studi dan pariwisata, bukan cuma angan-angan. Namun sudah lama secara bertahap mulai dilakukan dengan berbagai pembenahan.
            Tahun 2015, lembaga yang dipimpinnya memperoleh proyek berupa pembuatan drainase, pengecoran jalan, dan pembuatan posko timbangan sampah dengan anggaran sekitar Rp 1,9 Miliar.
            “Tapi harus tahu, kami hanya sebagai lembaga penerima bangunannya saja. Adapun anggaran proyek maupun kontraktornya, wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jadi jika banyak bertanya soal proyek itu, silahkan ke Provinsi Jawa Barat,” kata Trisna.
            Namun demikian, ia merasa berterima kasih kepada pihak Provinsi Jawa Barat, karena telah memberikan bantuan untuk pembenahan TPA Pecuk.
            “Kami berharap, Tahun 2016 kami mendapat kucuran dana anggaran dari Provinsi Jawa Barat lebih besar lagi. Semua itu demi tercapainya TPA Pecuk bukan hanya sebagai pembuangan sampah, namun bahan studi bagi pihak manapun,” ungkapnya.
            Informasi yang diperoleh laman ini, pada tahun 2016, konon, Kabupaten Indramayu akan memperoleh kucuran dana pembangunan TPA Pecuk yang nilainya sekitar belasan miliar rupiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski tender dan kontraktor pemenangnya sudah ditentukan dari sana.(Satim)*** 
                         
           

Tuesday, December 29, 2015

Para Profesor Lingkungan Bahas Grand Design Indramayu Mangrove Center


Selasa, 22 Desember 2015
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Para Profesor Lingkungan Bahas
Grand Design Indramayu Mangrove Center

PROFESOR LINGKUNGAN


Para Profesor Lingkungan ketika menggelar Rapat Pembahansan  Grand Design Indramayu Mangrove Center di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/12/2015). Para Profesor itu diantaranya, Prof. Sambas Basuni, Prof. Kris, dan Prof. Cecep didampingi moderatornya.(Foto-foto : Satim)***
Indramayu, SATIM TERUS Online - UNTUK menjadikan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sebagai kawasan pusat Mangrove dan sekaligus sebagai daerah studi dan pariwisata hutan payau di Pulau Jawa itu, tampaknya mulai dibahas serius.
            Menjelang tutup tahun 2015, Desain Indramayu sebagai Pusat Mangrove kembali dibahas serius. Tak tanggung-tanggung, yang membahasnya para profesor lingkungan dari pemerintah pusat yang dimotori BPLH Cimanuk-Citanduy. Para pakar lingkungan itu, diantaranya Prof. Sambas Basuni, Prof. Kris, dan Prof. Cecep dan dipandu seorang moderator dari pihak BPLH Cimanuk-Citanduy.
Salah seorang pembicara, Prof. Sambas seusai rapat kepada SATIM TERUS mengatakan, pihaknya serius untuk menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai daerah pusat Mangrove di Pulau Jawa dan Indonesia.
“Bukan sekedar pusat Mangrove, namun untuk menjadikan Indramayu sebagai daerah tujuan wisata dan pendidikan, sehingga turut membangkitkan perekonomian masyarakat sekitarnya,” kata Sambas, Selasa (22/12/2015) siang.Sambas menjelaskan, untuk perencanaan dan penyusunan detailnya harus dilakukan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indramayu.
Rapat yang bertajuk “Pembahasan Grand Design Indramayu Mangrove Center” itu, berlangsung dari Selasa (22/12/2015) pagi hingga menjelang petang. Peserta rapatnya melibatkan berbagai unsur meliputi, perwakilan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Indramayu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indramayu, para Kuwu (Kepala Desa) di kawasan pantai, LSM Lingkungan, para pejuang lingkungan hidup Indramayu, dan utusan beberapa instansi terkait lainnya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Indramayu, H. Munjaki mengatakan, pihaknya sudah lama mengusulkan agar Indramayu sebagai pusat Mangrove. Semua itu, untuk membangkitkan perekonomian masyarakat pesisir sambil melestarikan hutan payau.
“Atas usulan itu, utusan pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat sudah beberapa kali berkunjung ke Indramayu. Harapan kami, demi Indramayu maka Grand Design Indramayu Mangrove Center segera terwujud,” tandas Munjaki di kantornya, Rabu (30/12/2015) siang.
Pantuan SATIM TERUS, sekitar beberapa abad silam, hutan Mangrove sudah tumbuh di sepanjang pantai Indramayu. Tak heran jika kini hutan payau itu masih banyak yang tersisa, tumbuh tinggi dan lebat. Kemudian sejak belasan tahun silam muncul kesadaran beberapa kalangan dengan gerakan menanam Mangrove, sehingga turut mendukung keasrian hutan Mangrove yang sudah tumbuh beberapa abad silam.
Kawasan pantai yang paling berpotensi untuk dikembangkannya pusat hutan Mangrove diantaranya, Pantai Karangsong, Pantai Cantigi, Pantai Balongan, Pantai Dadap, Pantai Juntinyuat, Pantai Karangampel, Pantai Tiris, Pantai Eretan, Pantai Kandanghaur, Pantai Sukra, Pantai Cemara, dan Pantai Losarang.
“Grand Design Indramayu Mangrove Center jangan hanya serius dalam rapat, tapi harus benar-benar terwujud segera supaya turut membangkitkan perekonomian masyarakat sekitarnya,” ungkap Dudung AR dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, kemarin.(Satim)***   

Monday, December 21, 2015

Prestasi Miss Indonesia dan Ironi Miss Kanada


Isu Kecantikan, Prestasi Miss Indonesia dan Ironi Miss Kanada 
on 20 Des 2015 at 20:30 WIB
13Shares



Miss Indonesia, Maria Harfanti (keempat kanan) beserta para peserta Miss World 2015 lainnya berpegangan tangan usai pnganugrahan juara di Sanya, Cina, Sabtu (19/12/2015). Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi juara ketiga. (REUTERS/Stringer)***
Liputan6.com, Sanya `Beauty with a Purpose` atau `Kecantikan yang Bertujuan` menjadi slogan dari ajang Miss World. Ini berkaitan dengan wacana klasik kecantikan tentang bagaimana outer beauty dan inner beauty dibahas. Salah satu manifestasi Miss World Organization perihal bahasan tersebut adalah keputusan pada tahun 2014 tentang digantikannya kontes pakaian renang menjadi pakaian pantai.
            Ada atau tidak adanya sesi swimsuit di diskusi soal kecantikan dalam maknanya yang diharapkan bebas dari unsur objektifikasi tubuh perempuan bukan sebuah isu tanpa perdebatan. Sebagian menilai bahwa yang salah bukan soal penggunaan bikini itu sendiri, yang justru bisa menjadi sarana perempuan dalam merayakan tubuhnya. Melainkan bahwa kompetisi kecantikan dengan segala kriteria kecantikan yang ada di dalamnya – termasuk kecantikan berbikini – membentuk idealisasi sosok perempuan yang bisa berdampak pada cara pandang keliru dalam mengapresiasi diri.
Lepas dari bagaimana berbagai beauty pageant tinggal dalam kontroversinya, elemen-elemen seperti penghargaan `Beauty with a Purpose` di ajang Miss World tetap perlu mendapat apresiasi positif. Di situlah sikap “cantik” dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik mendapat sorotan. Untuk tahun 2015 ini, peraih penghargaan tersebut berasal dari Indonesia. Maria Harfanti bahkan bukan hanya meraih gelar khusus itu. Ia menyabet posisi Runner ke-2 pada ajang Miss World 2015 yang berlangsung pada 19 Desember 2015 di Beauty Crown Grand Theater, Sanya, China (gaun yang dikenakan Maria di final malam itu adalah karya Windy Chandra Couture dan perhiasannya dari UBS Gold). Mahkota juara pertama dinobatkan pada Miss Spain, Mireia Lalaguna Royo.
Foto: Maria Harfanti - Miss Indonesia 2015 dan 2nd Runner up Miss World 2015 (MissWorld.com)
Lahir pada 20 Januari 1992, pemenang Miss Indonesia 2015 wakil dari Yogyakarta ini meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Kini Maria tengah menempuh pendidikan jenjang magister bidang management di Universitas Indonesia. Perempuan yang punya hobi menyanyi dan bermain piano ini berhasil meraih gelar `Beauty with a Purpose` untuk proyek penyediaan akses air bersih untuk masyarakat Desa Kamancing, Banten, yang menghadapi krisis air bersih. Selamat untuk Maria dan semoga proyeknya bisa menginspirasi pihak-pihak lain untuk membuat aksi cantik lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan.
Kontras dengan prestasi yang diraih oleh Miss Indonesia di ajang Miss World 2015, apa yang dialami oleh Miss Canada sontak menimbulkan kesangsian tentang bagaimana Miss World Organization memperjuangkan tagline `Beauty with a Purpose`. Bukankah Hak Asasi Manusia (HAM) juga merupakan satu profil cantik dari peradaban manusia? Apa tak dibuat Miss World Organization hingga kontestan asal Kanada tak bisa ikut di final kompetisi itu lantaran dicekal Cina oleh karena berbicara soal HAM? Seperti dilansir dari situs The Independent pada Minggu (20/12/2015), Anastasia Lin pada kongres Amerika Serikat bulan Juli 2015 mengkritik kurangnya kebebasan beragama di China. Bulan lalu putusan Persona non Grata dijatuhkan padanya oleh otoritas negara itu sehingga ia tak bisa masuk ke negri tirai bambu tersebut.
Keluarga dari wanita keturunan Tiongkok ini tinggal di China. Anastasia pun awalnya takut dengan apa yang bisa menimpa sanak saudaranya oleh karena apa yang ia buat. “Terlalu berisiko untuk keluarga saya dan saya benar-benar tak tahu apa yang akan pemerintah China lakukan. Tapi setelah berbicara dengan orang-orang yang memiliki pengalaman serupa, saya berpikir bahwa saya tak boleh menyerah pada ketakutan dan cara paling efektif untuk melindungi ayah saya mungkin adalah perhatian internasional,” ucap lulusan Universitas Toronto itu. Miss Canada 2015 ini memang berasal dari China, tepatnya di Propinsi Hunan. Saat berusia 13 tahun, ia dibawa serta sang ibu ke Kanada sedangkan ayahnya tetap di China.
Foto: Anastasia Lin - Miss Canada 2015 (Independent.co.uk)
Anastasia dan keluarganya merupakan anggota grup spiritual minoritas Falun Gong yang dicap sebagai “evil cult” oleh pemerintah China dan dilarang secara hukum sejak tahun 1999. Kekerasan dan kematian menjadi ganjaran yang menimpa anggota grup tersebut. Sampai sejauh ini, masih belum ada satu penjelasan konklusif tentang kenapa Falun Gong dilarang. Tapi satu hipotesis yang umum diajukan adalah bahwa amat besarnya jumlah pengkuti grup tersebut dianggap sebagai ancaman laten bagi Partai Komunis. Apa yang menimpa Miss Kanada dalam rangkaian Miss World 2015 tentu merupakan bahan evaluasi berharga soal bagaimana ajang kecantikan mengadvokasi kecantikan itu sendiri. Untuk semua Miss Cantik yang berpartisipasi di sana, ada satu pertanyaan yang ingin diajukan: langkah cantik apa yang bisa Anda ambil untuk merespons kasus ini?
Inner beauty akan selalu diperhitungkan. Ini tentang bagaimana refleksi diri berkontribusi pada kemajuan peradaban dunia. Perwujudannya bisa seproblematis peristiwa yang menimpa Miss Kanada tahun ini. Tapi tak kalah peliknya perihal kecantikan fisik. Pada ujungnya pun, kecantikan luar berhubungan dengan sikap mental seseorang dalam mengapresiasi diri dan memahami konsep-konsep mendalam lainnya, seperti penghargaan atas keberagaman. Terhadap isu ini, nama Sanneta Myrie disebut oleh situs Cosmpolitan. Miss Jamaica 2015 ini berhasil masuk ke Top 5 Miss World 2015. Apa hal spesial dari perempuan yang berprofesi sebagai seorang dokter ini? Tengok rambutnya.
Foto: Sanneta Myrie - Miss Jamaica 2015 (MissWorld.com)
Seperti dilansir dari situs Cosmpolitan, Sanneta adalah perempuan pertama dengan rambut dreadlocks di kompetisi Miss World. Ini dianggap sebagai satu hal berharga yang menyajikan konsep kecantikan dalam keberagaman – di fashion show Victoria’s Secret tahun ini ada Maria Borges, model dengan jenis rambut afro alami. Sanneta tumbuh di area rural Jamaika. Sebagai komitmennya untuk menolong sesama, Sanneta tergabung dalam `Doctors without Borders`, sebuah organisasi yang menyediakan perawatan medis bagi orang-orang termarginalkan di seluruh dunia. Sanneta menyukai dan bangga dengan budaya bangsanya, mulai dari musik reggae hingga sajian kuliner ikan segar. Ia juga merupakan volunter di University of the West Indies sebagai konselor.***

Sunday, December 20, 2015

Spain's Mireia Lalaguna Royo wins Miss World title in China


Minggu, 20 Desember 2015
Spain's Mireia Lalaguna Royo
wins Miss World title in China

SANYA, China (AP) — Spain's Mireia Lalaguna Royo was named the winner of the Miss World 2015 competition in the southern Chinese island resort of Sanya, an event dogged by controversy over China's refusal to allow Canada's entrant to attend.
Sofia Nikitchuk of Russia was the runner-up and Indonesia's Maria Harfanti took third place in the Saturday night final following a lengthy competition featuring 114 women.
Each had won the right to represent their country in a series of local and regional competitions.
The victory marked the first-ever win for a Spanish contestant.
"I think this is a good decision, because Miss World is not looking for our body, they are looking for a soul," said Lalaguna, a 23-year-old model from Barcelona with a degree in pharmacology who plans to pursue a master's degree in nutrition. She placed first in the competition's top model contest and appeared to impress the judges with her public speaking.
"I think it's important that they don't want to see only our bodies, they are looking for moral things," she said.
Newly crowned Miss World Mireia Lalaguna Royo from Spain, celebrates at the end of the 2015 Miss Wor …
Not present was Miss Canada, Chinese-born Anastasia Lin, who had been prevented from boarding her connecting flight to Sanya from Hong Kong last month after China refused her a visa.
Lin is an outspoken critic of Chinese religious policy and a follower of the Falun Gong meditation practice, which was outlawed by China in 1999.
She said that after she won the Canadian title, Chinese security agents visited her father, who still lives in China, in an apparent attempt to intimidate her into silence.
China has hosted the competition seven times, starting in 2003, as part of its attempts to project a more modern, outgoing image. However, the controversy over Lin's attendance illustrates the authoritarian communist government's determination to do so on its own terms, regardless of the cost to the country's reputation.
Neither Beijing nor the London-based Miss World Organization has commented on the controversy.
It was the second consecutive year that outside events intruded on the competition. Last year's contest in London was marred by the murder the month before of Miss Honduras and her sister in that country.
The first Miss World contest was held 64 years ago in Britain.****

Thursday, December 17, 2015

Diduga Mobil-Mobil “Hantu” Tertumpuk di RSUD Indramayu


Kamis, 17 Desember 2015
Pukul 18.45 WIB
SATIM TERUS
MAJU TERUS EKSPEDISI HUMANIORA
Diduga Mobil-Mobil “Hantu” Tertumpuk
INDRAMAYU – Diduga Mobil-mobil “Hantu” tampak tertumpuk di sebelah kiri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Kamis (17/12/2015) siang. Belum jelas bagaimana nasib mobil-mobil yang rusak itu selanjutnya. Namun beberapa warga setempat menilai, beberapa mobil Ambulans itu jika dibiarkan diduga jadi sarang hantu. Lalu beberapa warga lain menjulukinya tumpukan mobil-mobil “Hantu”.(Satim)*** Foto : Satim




Friday, December 11, 2015

Panyindangan Wetan : Danramil 1602 Sindang Pimpin Percepatan Tanam


Senin, 07 Desember 2015
Pukul 13:15 WIB
Tentara Dilibatkan Dalam
Percepatan Tanam
MENABUR BENIH – Danramil 1602 Sindang, Kapten (Arh) Basori bersama bersama petani menabur benih di areal persawahan Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Senin (07/12/2015) pagi dalam Program Percepatan Tanam yang dicanangkan Dandim 0616 Indramayu.(Foto-foto : Satim)***
SATIM TERUS
MAJU TERUIS EKSPEDISI HUMANIORA
Indramayu, SATIM TERUS Online - PANGAN masalah sensitif bagi siapapun. Inilah yang kemudian digelorakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk swasembada pangan. Pemerintah tak ingin Indonesia dilanda kerawanan pangan, karena akan berakibat rawannya stabilitas keamanan.
            Demi suksesnya program swasembada pangan nasional, tentara pun dilibatkan dan terjun langsung ke sawah-sawah untuk membantu petani, diantaranya mengusahakan ketersediaan air yang selama ini kerap dimanipulasi pihak-pihak tertentu.
            Pemandangan yang sudah akrab di kalangan masyarakat saat ini, sejumlah tentara terjun langsung ke sawah dalam rangka percepatan tanam padi, khususnya di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Maka sejak November 2015, sejumlah tentara dari Kodim 0616 Indramayu terjun ke sawah-sawah membantu petani dalam rangka percepatan tanam padi.
            Di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, tentara yang terjun dalam percepatan tanam dari Koramil 1602 Sindang yang dipimpin langsung Danramil 1602 Sindang, Kapten (Arh) Basori dengan lokasi persawahan di Desa Panyindangan Wetan, Senin (07/12/2015) pagi.
           Langkah awal, Danramil Sindang itu bersama pasukannya, dibantu Kuwu (Kepala Desa) Nursidin, Ketua Gapoktan setempat H. Warso, Ketua Pompanisasi Jayadi serta dibantu beberapa petani menaburkan benih di persemaian. Spanduk bertuliskan Percepatan Tanam Kodim 0616 Indramayu pun dibentangkan di sekitar persemaian padi.            Danramil 1602 Sindang, Kapten (Arh) Basori mengatakan, swasembada pangan perlu digelorakan dan sanggup dipenuhi Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah Kecamatan Sindang.“Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan masa tanam padi di wilayah Kecamatan Sindang. Kami selaku tentara siap membantu para petani sesuai instruksi Pak Dandim 0616 Indramayu,” tegas Basori didampingi Kuwu Panyindangan Wetan, Nursidin, Ketua Gapoktan setempat H. Warso dan Ketua Pompanisasi setempat, Jayadi dan sejumlah para petani Desa Panyindangan Wetan, Senin (07/12/2015) pagi.
Pantauan SATIM TERUS Online, percepatan tanam bukan hanya di wilayah Kecamatan Sindang. Namun sudah dilakukan tentara berbarengan dengan para kelompok tani di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu sejak November 2015.
Karena keberhasilan tentara di jajaran Kodim 0616 Indramayu dalam menggelorakan swasembada pangan, pihak Kementerian Pertanian kabarnya telah memberikan penghargaan “Peniti Emas” sektor Pertanian kepada Dandim 0616 Indramayu, Letkol (Arh) Zaenudin SH, beberapa waktu lalu.(Satim)***