Sabtu, 20 Juni 2009

Membangun Kualitas SDM dari SDN Panyindangan Wetan III

Anas Ma’ruf, SPd, Kepala Sekolah SDN Panyindangan Wetan III. (Foto : Satim).


Kepala Sekolah, Anas Ma’ruf tengah menggelar rapat dengan para orangtua murid SDN Panyindangan Wetan III. Pembahasan seputar acara pelepasan Kelas VI yang akan melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama. (Foto : Satim)

Beberapa murid tampak dalam pintu gerbang SDN Panyindangan Wetan III. Sekolah ini menerapkan pendidikan gratis. (Foto : Satim)



Murid-murid SDN Panyindangan Wetan III terlihat ceria seusai mengikuti pelajaran, dan mereka hendak pulang. (Foto : Satim)



SDN Panyindangan Wetan III

Pentingnya Membangun WC

Demi Menunjang Kualitas Pendidikan

INDRAMAYU – Tantangan dunia pendidikan dewasa ini tidak ringan. Semua lembaga yang berkiprah dalam mendidik orang-orang dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya, tampaknya

harus mampu bersaing meningkatkan kualitas pendidikannya. Kalau tidak mampu membaca tantangan itu, cepat atau lambat lembaga pendidikan formal maupun informal akan tersingkir, karena kalah oleh lembaga-lembaga pendidikan yang dinilai lebih berkualitas.

Demikian rangkuman pendapat yang pernah terlontar dalam konfirmasi pendidikan dengan tema “Indramayu Maju karena Pendidikannya Berkualitas, Maju, dan Mandiri” antara ToeNTAS News dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang diwakili Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar, Drs. Masdik, MM di kantornya, belum lama ini.

Masdik melontarkan gagasan, bahwa peningkatan kualitas pendidikan, maka pembenahannya harus dimulai dari pendidikan dasarnya, seperti pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan yang setara dengannya. Artinya, semua sarana dan prasarananya harus memadai, sehingga kualitas pendidikan yang diharapkan masyarakat setidaknya bisa terpenuhi.

Masdik menyadari, tidaklah mudah untuk memenuhi persyaratan itu, karena dibutuhkan kesiapan anggaran pendidikan yang besar dan memadai untuk memacu pendidikan dasar yang berkualitas.

“Saat ini, kita akhirnya harus maklum, karena anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah belum tentu mampu untuk mencukupi tuntutan seperti itu. Sehingga, pemerintah saat ini baru melakukannya secara bertahap dalam membenahi jejang pendidikan dasar,” katanya.

Ada benarnya juga apa yang dikatakan Masdik itu. Karena Kepala Sekolah SDN Panyindangan Wetan III, Anas Ma’ruf SPd selama ini mengeluhkan kekurangan sarana dan prasarana yang ada di sekolahnya. Meski sekolah yang dipimpinnya sudah direhab pada tahun 2006 lalu, namun hingga kini belum memiliki ruang perpustakaan dan WC yang bersih, sehat, dan nyaman.

Karena pemerintah belum mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana sekolahnya itu, akhirnya untuk sementara ini muncul gagasan untuk mengumpulkan para orangtua murid dalam sebuah pertemuan menjelang pelepasan murid-murid Kelas VI tahun ajaran 2008/2009, belum lama ini.

Kendati kesimpulan rapat tadi para orangtua murid menyetujui untuk bersama-sama membangun WC, namun Anas masih harus memikirkan pembangunan beberapa sarana lainnya, seperti ruang perpustakaan, dan dua lokal perumahan guru yang saat ini nyaris ambruk. Sarana itu, kata Anas, turut menunjang kualitas pendidikan di sekolahnya.

Menurut Anas, pentingnya membangun WC yang bersih dan sehat, sebagai sarana sentral dan disyaratkan dalam penilaian lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sedangkan ruang perpustakaan diperlukan untuk mencetak murid-muridnya agar lebih mudah mengakses berbagai ilmu pengetahuan di sekolahnya.

Sementara harapan direhab atau dibangunnya dua lokal perumahan guru, karena sangat dibutuhkan pihak sekolah, serta bagi sebagian guru yang mengajar di SDN Panyindangan Wetan III, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu. Ini mengingat, selama ini dua lokal perumahan guru itu dihuni guru setempat, amat bermanfaat untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan berbagai kepentingan lainnya di luar jam sekolah, misalnya akses dan komunikasi dengan para tamu dinas di luar jam dinas, maupun kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Namun demikian, Anas merasa bersyukur, karena SDN Panyindangan Wetan III dari tahun 2008-2009 meraih ranking III dari 26 SD Negeri se-wilayah Kecamatan Sindang hasil penilaian Tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kecamatan Sindang dan Kabupaten Indramayu.

“Di masa mendatang, sekolah kami ini semoga meraih prestasi yang lebih baik lagi,” harapnya. (Satim)***

SDN Panyindangan Wetan III Berprestasi

INDRAMAYU – Meski berada di kampung, SD Negeri Panyindangan Wetan III, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu masih berprestasi. SDN Panyindangan Wetan III meraih juara IV lomba Tata Upacara Bendera (TUB) tingkat Kecamatan Sindang, Ranking III hasil loma UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dari 26 SD Negeri se-wilayah Kecamatan Sindang, serta aktif dalam program kedisiplinan siswa melalui pelatihan dan pembekalan Polisi Cilik Dermayu (PCD) yang dilaksanakan oleh pihak Polres Indramayu.

Demikian dikatakan Anas Ma’ruf SPd, Kepala Sekolah SDN Panyindangan Wetan III ketika menggelar rapat dengan para orangtua murid Kelas VI di sekolahnya, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Anas pun mengungkapkan, selain prestasi tadi, SDN Panyindangan Wetan III telah melahirkan murid-murid Kelas VI berprestasi yang dinilainya mampu mengangkat citra sekolah yang dipimpinnya. Dua siswa berprestasi diantaranya, berhasil diterima di SMP Negeri Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 2 Sindang, dan SMP Negeri Unggulan Sindang.

Kedua siswa yang berhasil mengangkat nama baik SDN Panyindangan Wetan III itu, yakni Ruswanto Adi Pradana berhasil diterima di RSBI SMP Negeri 2 Sindang setelah melalui jalan panjang seleksi penyaringan bakat dan kemampuan siswa, baik tertulis maupun praktek yang diselenggarakan RSBI SMPN 2 Sindang itu selama empat hari penuh sampai sore pertengahan Maret 2009 lalu. Kemudian Ninik Cloudini berhasil diterima di SMP Negeri Unggulan Sindang.

“Karena memasuki sekolah RSBI SMP Negeri 2 Sindang dan SMP Negeri Unggulan Sindang tersebut tidak mudah. Para calon siswanya harus benar-benar berprestasi, seperti dan cakap, serta mampu menyelesaikan seluruh rangkaian tes yang dilakukan sekolah SMP tersebut. Jadi kami benar-benar merasa bangga atas keberhasilan kedua siswa kami, yakni Ruswanto Adi Pradana dan Ninik Cloudini itu,” ungkap Anasdi hadapan para orangtua siswa Kelas VI.

Selain itu, Yayat, guru Kelas VI mengatakan, dalam Ujian Akhir Semester Bertaraf Nasional (UASBN) untuk tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meraih klasifikasi A, B, dan B untuk SDN Panyindangan Wetan III dalam Tahun Ajaran 2008/2009. (Satim)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar