Showing posts with label Kependudukan. Show all posts
Showing posts with label Kependudukan. Show all posts

Tuesday, May 5, 2009

Jaringan SIAK Disdukcapil Indramayu

Tower untuk jaringan SIAK tengah dipasang. (Foto:Satim)

Jaringan SIAK Siap Dioperasikan

INDRAMAYU – Sistem pelayanan perkantoran masa kini membutuhkan pelayanan yang serba cepat, akurat dan transparan. Masyarakat pun membutuhkan pelayanan seperti itu, namun dengan biaya yang serendah-rendahnya. Keakuratan data pun agaknya sangat dibutuhkan oleh siapa pun.

Tantangan seperti itu tampaknya harus dijawab segera. Kalau tidak, pelayanan publik akan menerima kritikan, dan mungkin saja berbentuk cacian dari sebagian orang ketika berhadapan pelayanan publik. Sebagian kalangan menilai, kisruh Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilih dalam Pemilu Legislatif 2009 lalu, salah satu pemicunya diduga karena kurangnya keakuratan data dan transparansinya masih diragukan. Ini mengingat, informasi kependudukan masih menggunakan sistem manual dan belum memaksimalkan jaringan internet Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Kabupaten Indramayu, sebagai daerah yang tengah disetting Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin yang sudah dua periode berjalan memimpin daerahnya tengah digenjot untuk segera tercapainya kemajuan dan kemakmuran, tampaknya tengah membutuhkan sebuah jaringan informasi canggih seputar pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Transparansi informasi kependudukan, sangat dibutuhkan pada saat ini. Sehingga jaringan SIAK harus segera dioperasikan dan dimaksimalkan demi kepuasan publik,” kata Danusi, SH, Kabid Informasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Selasa (5/5), di kantornya.

Menurutnya, jaringan SIAK itu sangat penting dan dibutuhkan masyarakat pada saat ini. Dan ketika Senin (4/5) ToeNTAS News memantau pemasangan tower di samping Disdukcapil Kabupaten Indramayu itu, Danusi mengatakan, tower tersebut untuk mempercepat jaringan on-line SIAK ke semua kecamatan yang dikendalikan pihak kantornya.

Sebelumnya, Pejabat Penanggungjawab Kegiatan Teknis (PPTK) Disdukcapil Kabupaten Indramayu, Monoisman, SH mengungkapkan, jaringan on-line SIAK itu rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat ini. “Langkah tersebut sebagai upaya untuk mempercepat pelayanan publik dan lebih transparan yang berkaitan dengan kependudukan,” ujarnya. (Satim/Joko K)***

Sunday, May 3, 2009

Tender Blanko KK DIsdukcapil Kab. Indramayu

Geger Kekosongan Blanko KK

Sedikit Terobati

INDRAMAYU – Suasana gudang barang-barang cetakan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (2/5) terlihat sudah dipenuhi ratusan dus yang berisi barang cetakan. Sebelumnya, selama sekitar dua bulan, gudang itu nyaris kosong, dan pintu gudang pun terkunci rapat. Tidak terlihat petugas melayani barang-barang cetakan kepada para petugas kecamatan yang mengurusi pelayanan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun sejak Sabtu (2/5) lalu, pintu gudang barang tersebut terbuka dan terlihat petugasnya sudah aktif kembali melayani para petugas pelayanan utusan kecamatan yang mengajukan permohonan blanko KK dan blanko KTP.

“Saya bersyukur, pelayanan KK dan KTP di kecamatan-kecamatan bisa normal kembali. Anak saya pun yang tengah membuat persyaratan untuk masuk Secapa Polri pun lancar kembali. Sebelumnya saya harus menunggu berminggu-minggu karena blanko KK habis,” kata Duliman (45), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (2/5).

Duliman mengaku sempat dibuat pusing gara-gara permohonan KK-nya sempat tersendat beberapa minggu akibat kekosongan blanko KK di pelayanan kependudukan yang ada di Kantor Kecamatan Sindang. Namun sekarang, ia sudah merasa lega setelah gudang barang cetakan Disdukcapil Kabupaten Indramayu yang dilihatnya sudah ada tumpukan barang cetakan “berharga” tersebut.

Sebelumnya, masyarakat dibuat resah akibat kekosongan permohonan surat resmi kependudukan itu. Pihak Disdukcapil yang disebut-sebut paling bertanggung jawab atas ketersediaan barang-barang cetakan berharga dimaksud, sempat “dicaci maki” sejumlah warga.

Namun, gara-gara sempat terjadi kekosongan blanko KK dan KTP yang paling berharga bagi warga Indramayu, beberapa pihak kini mulai menyelidiki dan memantau kegiatan Disdukcapil, termasuk beberapa hal yang berkaitan dengan tender pengadaan barang tersebut. Apalagi berturut-turut PT. SC memenangkan tender pengadaan barang-barang cetakan scurity printing itu.

“Saya jadi curiga. Jangan-jangan ada indikasi permainan monopoli dan dugaan rekayasa dalam penentuan pemenang lelang blanko KK dan KTP, sehingga pemenangnya itu-itu juga,” ujar Ivan Alvian, salah seorang pengusaha muda Indramayu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Drs. H. Cecep Suryana, MM melalui Monoisman, SH selaku Pejabat Penanggung Jawab Kegiatan Teknis (PPTK) mengatakan, sangat wajar apabila ada kecurigaan berbagai pihak.

“Tapi yang kami perbuat sesuai aturan Keppres No. 80 Tahun 2003 berikut perubahan-perubahannya tentang Pangadaan Barang dan Jasa. Kalau ada yang curiga, bagi kami merupakan hal yang wajar. Salah satu pemicunya, kemenangan PT. SC yang memenangkan tender berturut-turut, lalu dipicu oleh kekosongan blanko KK maupun KTP di beberapa kecamatan,” kata Monoisman, Sabtu (2/5), di kantornya.

Menurut Monoisman, pihaknya kini merasa sedikit terobati dan lega setelah blanko KK dan blanko KTP serta Akte Kelahiran sudah dikirim PT. SC selaku pemenang tender. Meski ia mengakui, dokumen kontraknya masih belum jadi saat itu. Namun karena dalam kondisi darurat, sehingga sejak Jumat (1/5), barang-barang cetakan surat berharga yang dibutuhkan masyarakat sudah sampai ke gudang Disdukcapil Kabupaten Indramayu. “Sehingga pelayanan KTP maupun KK di kecamatan-kecamatan lancar kembali,” tuturnya.

Dalam perkiraannya, untuk kebutuhan dua sampai tiga bulan ke depan diharapkan masih aman. Konon, karena blanko KK yang sudah diterima pihak Disdukcapil sudah sekitar 70.000 lembar, dengan satu dusnya berisi 500 lembar KK. Sedangkan nilai tender pengadaan barang cetakan blanko KK dan KTP tahun 2009 ini Rp 2 miliar lebih. ( Satim / Joko K ) ***

Tuesday, April 28, 2009

Tender Disdukcapil Kab. Indramayu

Tender Pengadaan Blanko KTP

Diduga Bermasalah

INDRAMAYU – Kritikan terhadap tender Pengadaan Blanko KTP, KK, dan Akte Kelahiran yang menjadi tanggung jawab Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dusdukcapil) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tampaknya belum berakhir. Beberapa pihak tertentu, tender itu diduga bermasalah. Meski Panitia Lelang yang ditangani Procurement Unit Terpusat di bawah kendali Bagian Pengendalian Program Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengumumkan PT. SC sebagai pemenangnya.

Pengusaha Muda Indramayu, Ivan Alfian tetap mempertanyakan dan mempermasalahkan kinerja Panitia Lelang termasuk Kuasa Pengguna Anggaran Disdukcapil sehingga tetap memenangkan PT. SC untuk kesekian kalinya. Ivan menilai, ada indikasi monopoli jika harus tetap memenangkan PT. SC berkali-kali.

Bagi Ivan, kecurigaan itu muncul manakala perusahaan tersebut berturut-turut memenangkan tender Pengadaan Blanko KTP dan surat-surat berharga di Disdukcapil Kabupaten Indramayu dalam tiga tahun terakhir. Jika keputusannya seperti itu, Ivan berkeyakinan, dugaan sudah mengarah pada monopoli.

“Karena saya yakin, sejumlah perusahaan terbatas yang memiliki scurity printing yang mengikuti tender, semuanya cukup baik dan lengkap dalam dokumen penawarannya. Mengapa hanya perusahaan itu saja yang dimenangkan ?,” kata Ivan balik bertanya.

Ditambah dengan permasalahan kekosongan blanko KK dan KTP yang terjadi di unti-unit pelayanan indentitas penduduk tersebut di sejumlah kecamatan, maka Ivan bertambah curiga. “Saya menduga ada unsur KKN dan monopoli yang selama ini dijalankan pihak Disdukcapil. Permasalahan itu jangan sampai semua pihak terlena,” ujarnya.

Ivan bahklan mengancam akan melaporkan pihak Panitia Lelang dan pihak-pihak yang berkaitan dengan tender pengadaan blanko KTP ke pihak berwajib. Bukan hanya itu, Ivan pun akan melayangkan surat pengaduan gratifikasi dan dugaan monopoli ke pihak yang lebih berwenang.

Meski kemenangan PT. SC memicu wacana bermacam-macam di kalangan tertentu. Ironisnya, pihak Disdukcapil Kabupaten Indramayu tetap berdalih apa yang diputuskannya merasa benar sesuai Keppres No. 80 Tahun 2003 berikut perubahan-perubahannya.

Konon, karena tiga perusahaan peserta lelang blanko KTP yang diajukan pihak panitia lelang dan dianggap layak menang untuk dipilih PPTK (Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan) dan Pengguna Anggaran (PA) di Disdukcapil Kabupaten Indramayu, sepakat untuk memenangkan PT. SC dengan pertimbangan penawaran harganya lebih rendah dibandingkan dengan lainnya.

“Jadi kami memenangkan PT. SC atas dasar pertimbangan harganya yang lebih rendah. Kalau kami dituduh KKN dan sebagainya, itu tidak benar. Penilaian kami realistis saja. Jadi kalau ada yang keberatan, mestinya harus dilakukan perusahaan yang ikut lelang pada masa sanggah. Anehnya, koq tidak ada surat sanggahan pada waktu itu,” jawab Cecep Suryana selaku Kepala Disdukcapil Kabupaten Indramayu melalui Monoisman, PPTK yang berkitan dengan tender tersebut, Senin (27/4), di kantornya.

Menurutnya, masa sanggah itulah kesempatan bagi perusahaan-perusahaan peserta lelang yang merasa keberatan untuk melakukan sanggahan yang ditujukan kepada Panitia Lelang, PPTK, dan PA dalam tender pengadaan barang cetakan tersebut. ( Satim / Joko K )