Monday, September 21, 2009

Legenda "Pasar Bangkir Sor Baujan" Masih Melegenda di Hati Masyarakat Indramayu, Provinsi Jawa Barat

LEGENDA

Pasar Bangkir “Sor Baujan”

Selalu Ramai dan Rawan Macet

INDRAMAYU – “Narasi” sinden atau apa pun istilah lainnya dalam menyanyi yang mengiringi gamelan dari mulai kesenian wayang kulit, wayang golek, sandiwara (mars), tarling, sintren, dan sejumlah langgam kesenian daerah khas Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, kadang berkali-kali harus memunculkan pantun (wangsalan) “Pasar Bangkir Sor Baujan, Kaniaya Nasibe si Badan (Pasar Bangkir di Bawah Pohon Baujan, Kasihan Nasibnya si Badan)”.

Tema pantun-pantun jenaka yang dipoles dalam nyanyian sinden (sebutan penyanyi yang mengiringi gamelan dalam suatu lakon), sudah bukan asing lagi jika menyebut “Pasar Bangkir Sor Baujan”. Meski belum diperoleh keterangan pasti, kapan istilah itu mulai dipopulerkan dan siapa penciptanya, namun sangat mengena di hati pemirsa, khususnya masyarakat Indramayu. Namun ada sederetan figur sinden “Dermayon” yang namanya populer dan tak pernah meninggalkan nyanyian berpantun “Pasar Bangkir Sor Baujan” itu, seperti Carinih, Dadang Darniyah, Jayana, Dariyah, dan Itih S.

Hingga kini, “Pasar Bangkir Sor Baujan” sudah memasyarakat dari generasi ke generasi. Apakah lagu berpantun itu merupakan cerita nyata atukah tidak, yang jelas, hingga kini, yang namanya Pasar Bangkir Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu sejak keberadaannya dulu sampai sekarang, memang berada di bawah pohon Baujan.

Pasar Bangkir yang lama, kini sudah dijadikan kawasan pemukiman warga setempat, dan berada di bawah jembatan Bangkir. Sedangkan Pasar Bangkir saat ini, berada menghadap jalan raya yang selalu padat arus lalu-lintas. Kondisinya rawan macet apabila sudah digelar hari pasaran, yakni hari Jumat. Julukan Pasar Bangkir sebagai “Pasar Tumpah” pun selalu terjadi di hari Jumat.

“Para pedagang menggelar dagangannya hingga ke tepi jalan raya, dan selalu memicu kemacetan arus lalu-lintas,” kata Ny. Nurhayati (45), seorang pemilik salah sebuah kios di Pasar Bangkir.

Bahkan, sehari menjelang Lebaranm situasi di sekitar Pasar Bangkir ramai dipadati pembeli, dan penjual yang meluber ke ruas jalan, sehingga arus mudik sempat tertahan belasan menit, karena kemacetan terjadi di sekitar “Pasar Sor Baujan” itu.

Sampai H+1 Idul Fitri tepatnya, Senin (21/9) sore, situasi di sekitar Pasar Bangkir masih ramai, meski tak sepadat hari-hari yang lalu. Bahkan pedagang sate Madura yang mangkal di tepi jalan Pasar Bangkir pun diserbu puluhan pembeli sampai antri. Sedangkan situasi lainnya, beberapa jenis angkutan “bajaj” yang bukan alat transportasi massal di Indramayu, ikut meramaikan arus mudik lebaran yang melintasi Pasar Bangkir.

Kendaraan roda tiga jenis bajaj yang merupakan angkutan umum di wilayah DKI Jakarta itu, dalam beberapa hari terakhir ini sebelum arus balik berlangsung, tampaknya akan banyak berkeliaran di wilayah Kabupaten Indramayu sebagai kendaraan yang mengundang perhatian kalangan anak-anak di Kota Mangga, karena di hari-hari biasa, anak-anak di Bumi Wiralodra Indramayu tidak akan menjumpai bajaj lagi, kecuali di hari-hari libur lebaran, khususnya Idul Fitri.

“Karena banyak warga Indramayu yang mencari nafkah di Ibukota Jakarta dengan menarik bajaj, seperti saya ini,” ujar Kodirin (56), warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Arahan, Senin (21/9) sore. Dan Kodirin selalu mengenang Pasar Bangkir hingga kini, seperti langgam sinden “Pasar Bangkir Sor Baujan”. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Saturday, September 19, 2009

Wewe Gombel Dermayon Berkeliling Setiap Lebaran

SENIMAN DADAKAN

Wewe Gombel Berkeliling Cari Sadaqoh

INDRAMAYU – Tidak hanya di perkampungan, di perkotaan pun menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran), moment ini sering dimanfaatkan para seniman “dadakan” yang kadang didominasi anak-anak untuk mencari sadaqoh dari pintu ke pintu. Banyak cara dalam mengetuk hati warga yang dilintasinya, seperti menampilkan musik seadanya, seperti kaleng, ember, gitar, bahkan ada pula yang musiknya menggunakan galon air bersih yang ditabuh sambil mengiringi ondel-ondel (wewe gombel) khas Dermayon seperti tampak dalam gambar yang diambil Sabtu (19/9) sore di Jalan Letnan Wargana Blok Sekober Kelurahan Lemah Abang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Dan yang uniknya lagi, wewe gombel yang didominasi anak-anak itu berkeliling hingga larut malam. (Satim)*** Foto : Satim

Masih Ada Mantan Pejabat Yang Peduli Rakyat

H. Moch. Sofyan

Mantan Pejabat Yang Masih Peduli Rakyat

INDRAMAYU – Menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1430 H yang jatuh pada hari Minggu (20/9), hari-hari itulah tampaknya dimanfaatkan sebagian dermawan untuk berbagi zakat, infaq, dan sadaqoh yang diberikan kepada warga miskin. Kadang sang dermawan di Kota Mangga Indramayu membagikan sebagian hartanya, bukan hanya ketika ia duduk sebagai pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Namun yang dermawan, sampai sudah purna bakti pun alias pensiun, ia tak akan meninggalkan kebiasaannya berzakat, memberi sadaqoh, atau infaq kepada yang berhak menerimanya.

Lihat saja, Sabtu (19/9) malam di Jalan Letnan Wargana Blok Sekober Kelurahan Lemah Abang, Indramayu, masih ada seorang mantan pejabat yang sampai sekarang masih rajin beramal kepada ratusan warga miskin yang datang ke kediamannya.

Nama mantan pejabat itu, H. Moch. Sofyan yang sudah dikenal di kalangan warga sekitarnya paling loyal kepada warga yang membutuhkan. Meski saat pembagian zakat dan sadaqoh itu ia tidak muncul, kecuali diwakili anak-anaknya, namun warga yang datang merasa puas, karena selama ia tergolong dermawan. Sehingga tidak mengherankan apabila setiap menjelang lebaran, ratusan warga setiap hari berdatangan ke rumahnya.

“Pak Haji Sofyan memang terkenal dermawan dan loyal kepada warga miskin macam kami-kami ini,” kata Ny. Saminih (67), warga yang Sabtu (19/9) malam mendatangi rumah H. Moch. Sofyan untuk menerima zakat.

Dalam catatan ToeNTAS News, jabatan terakhir H. Moch. Sofyan sebelum pensiun adalah Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Ia pernah menjabat Direktur Utama PDAM "Tirta Darma Ayu" Indramayu, sebuah perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan telah lama menjalani bisnis penjualan alat-alat tulis kantor dengan nama Toko "MEMORY" di Indramayu. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Atraksi Menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1430 H di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat

Sambut Idul Fitri 1439 H

Konser Musik Ala Wergul

INDRAMAYU – Berbagai macam aneka sajian dalam menyambut hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H yang jatuh pada hari Minggu (20/9). Sebuah kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa, dan berbagai amalan soleh lainnya di bulan suci tersebut sepanjang pekan terakhir Agustus hingga September 2009.

Di pelataran Pendopo Bupati Indramayu, sebuah pelataran pusat pemerintahan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, konon, akan digelar “Konser Musik” dalam rangka menyambut datangnya Hari Besar, Hari Kemenangan, dan Hari yang paling berbahagia bagi kalangan umat Islam di Kota Mangga tersebut.

Konser Musik itu, konon, akan beratraksi dengan berbagai kolaborasi seninya sambil mengumandangkan Takbir dan Tahmid, Sabtu (19/9) malam ini hingga menjelang fajar menjemput pagi. Menurut Acep Syahril, penyair yang juga anggota Dewan Kesenian Indramayu (DKI), bahwa Konser Musik itu dimotori Wergul W. Darkum, “pemenang tender” konser musik setiap acara-acara besar di Indramayu, termasuk pentas seni dan tari yang akan dipentaskan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H/Tahun 2009.

Konser Musik itu melibatkan empat Komite Seni yang ada di Dewan Kesenian Indramayu (DKI). “Seperti Komite Sastra, Komite Tari, Komite Musik, dan Komite Seni Rupa. Dan Wergul akan Show dengan kolaborasi keempat komite seni itu di hadapan unsur Muspida, dan masyarakat Indramayu malam ini,” katanya.

Dalam Konser Musik tersebut, malam ini Bupati Indramayu Dr. H. Irianto MS Syafiuddin rencananya akan memberikan sambutan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, dan sekaligus membuka Konser Musik yang digelar di halaman kantornya itu. Konser Musik itu boleh jadi, merupakan konser musik "kehausan", karena siangnya sehabis dihajar terik mentari yang begitu menyengat kulit. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Lingkungan Cimanuk Indramayu "Dibiarkan" Rusak

Lingkungan Cimanuk Rusak

Bantaran Sungai Dibiarkan Tanpa Tanggul

INDRAMAYU – Ada beberapa perubahan di sekitar bantaran Sungai Cimanuk lama (dekat jantung kota) Kabupaten Indramayu, ProvinsiJawa Barat dalam dua bulan terakhir. Beberapa pembangunan tampaknya tengah berlangsung di sana. Seperti pembuatan senderan, pembuatan pintu air, jembatan, dan beragam pembangunan sarana dan prasarana pengembangan kawasan taman di sekitar bantaran kali Cimanuk tersebut. Namun meski marak pembangunan bantaran kali Cimanuk, lingkungan Ci,manuk tetap saja rusak. Karena keberadaan bantaran Sungai Cimanuk Indramayu dibiarkan tanpa tanggul, sehingga bahaya banjir sewaktu-waktu bisa saja terjadi, dan penduduk setempat terancam "tenggelam". Perhatikanlah ! berikut ini ada tiga gambar yang memberikan wahana pencerahan seputar perubahan dari bantaran Sungai Cimanuk yang tanpa tanggul di sepanjang Jalan Veteran, Jalan Muran Nara, dan Jalan Cimanuk Indramayu itu dalam tiga bulan terakhir. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Pembangunan Jalan Kembar Timur Waduk Bojongsari Telan Rp 1 Miliar Lebih

Papan Proyek Pembangunan Jalan Kembar Waduk Bojongsari, Indramayu. (Satim)*** Foto : Satim

Pemadatan jalan kembar Waduk Bojongsari Indramayu sedang dikerjakan. Gambar di ambil Minggu (6/9) sore. (Satim)*** Foto : Satim



OBYEK WISATA

Pembangunan Jalan Kembar Sedang Dikebut

INDRAMAYU – Meski awalnya adalah tanggul Sungai Cimanuk Indramayu, Provinsi Jawa Barat, namun dalam perkembangannya kini, Kelurahan Bojongsari Indramayu tengah menjadi pusat pembangunan berbagai sarana obyek wisata yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam pengembangan pariwisata di daerahnya.

Kini, tanggul Sungai Cimanuk itu telah menjadi jalan penting yang menghubungkan berbagai arah menuju ke jantung Kota Mangga Indramayu. Perubahan drastis itu mulai terjadi menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) IX Tahun 2003 tingkat Provinsi Jawa Barat, ketika itu Kabupaten Indramayu dipercaya menjadi tuan rumah “pertarungan” berbagai cabang olahraga yang diikuti sekitar 25 kabupaten/kota ketika itu.

Sungai Cimanuk yang pernah mengalir lancar ke wilayah Kelurahan Bojongsari, kemudian dibendung dan kawasan itu dijadikan waduk dengan nama Waduk Bojongsari yang diperuntukkan bagi lomba dayung pada waktu itu.

Yang dulunya tanggul kali, kemudian diformat menjadi jalan raya. Dan dalam perkembangannya kini, jalan itu akan diubah menjadi dua jalur dalam dua arah berlawanan. Pembangunan jalan itu oleh warga setempat dijuluki jalan “kembar” karena dibelah menjadi dua jalur.

Tahun 2009 ini, pembangunan jalan kembar itu di bawah naungan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu. Sebagai pemenang tendernya PT. Kusuma yang berdomisili di Jatibarang Indramayu. Perusahaan itu berani membrandrol Rp 1.070.249.000,- untuk mengerjakan jalan kembar tersebut dalam 120 hari kerja sejak Agustus 2009 lalu.

Hingga Jumat (18/9), pihak kontraktor tengah “mengebut” pekerjaannya, meski menjelang Idul Fitri 1430 H, dengan alasan pihak perusahaan ingin cepat selesai, walaupun H-2 Hari Raya Idul Fitri segera tiba.

“Kami ingin, agar hasil pemadatan badan jalan ini, esoknya bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan para wisatawan Waduk Bojongsari,” kata Peter, Direktur PT. Kusuma melalui Pelaksana Lapangan, Sitompul kepada ToeNTAS News. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Friday, September 18, 2009

Pameran Foto : "Refleksi Dunia Anak"

Dari kegiatan pameran Foto

“ Refleksi Dunia Anak”

Karya Fotografer : Agus Purnomo

Salah satu karya fotografer AGus Purnomo berjudul “Bukan Laskar Pelangi”

INDRAMAYU - Proses kreatif bagi seniman tidaklah mudah dilakukan tanpa adanya keseriusan ,intensitas, produktivitas serta eksistensi yang konsisten di wilayah seni mereka. Seniman juga dituntut jujur dalam melahirkan karyanya, paling tidak ada semacam pertanggung jawaban secara moril hasil karya kreator dihadapan para ‘penikmat seni’.

Mengambil tema “ Refleksi Dunia Anak”, untuk kesekian kalinya kegiatan yang diusung fotografer Agus Purnomo dikemas dalam pameran foto diselenggarakan di Grand Hotel Trisula Indramayu 20-23 juli 2009. Di sini sang fotografer Agus Purnomo mencoba mempertanggung jawabkan hasil karya jepretannya selama berproses kreatif, selain mengasah kemampuan juga merealisasikan ide gagasanya.

Akrab disapa Pur adalah pria kelahiran Ponorogo 28 maret 1983, laki-laki dengan perawakan kurus ini mengenal dunia seni fotography pada tahun 2003, dan sering kali memunculkan karya yang lumayan untuk menjadi sebuah pertanggung jawaban. Kini ia lebih mengspesifikasikan fotographynya pada pendokumentasian keadaan social dan budaya. Ayah dengan satu anak ini menetap di kota mangga setelah memperistri gadis desa setempat.

Event fotography yang pernah digeluti diantaranya :

Pameran foto. “ Soul of Indramayu 2008” bersama komunitas pemotret Indramayu( KOPI). “ Pasar Seni” pameran foto 2008 dewan kesenian Indramayu (DKI). “ Tapak Sejarah Relung Cimanuk” pada tahun 2006. Team rekonstruksi foto Indramayu tempo doloe. Serta penyelenggara Hphotograpy contes 2009, dan sekarang “ Refleksi Dunia Anak”.

Menggapa fotografer Pur mengeksploitasi gagasanya mengkerucut pada persoalan seputar anak seperti tema diatas “ Refleksi Dunia Anak”. Saat diwawancara tabloid Sensor, Agus Purnomo pada wartawan berpendapat, ‘ menurutnya. “ Dunia anak adalah dunia yang penuh keceriaan, dimana dunia kita bisa bermain dan berimajinasi, mengekspresikan keadaan tanpa rasa takut untuk dikekang ataupun ditindas. ‘Baik secara moril,materil,maupun psykhologis, dari hal itu peristiwa di mana keceriaan dan sebuah penanggungan beban yang terekam kamera menjadi sebuah inspirasi dalam sebuah tujuan, “ ungkapnya.

Dalam moment pameran foto itu diisi juga dengan kegiatan workshop Photography sebagai pembicara Ferry Ardianto pengajar Darwis Triadi School of Photography ( AFPI), juga hadir Tohari,M. Sn (Dosen STSI Bandung). Kesimpulanya dalam workshop itu berbicara seputar dunia fotography yang bermuara pada kualitas serta kuantitas mengolah pada proses kreatif, baik mengarah pada nuansa profiet orientead maupun idiealisme person sang penggagas. (Siswo Prayitno)***

Source : Tabloid SENSOR, 23 Agustus 2009

Wangi Indriya Pentas di Inggris

Pagelaran Tari dan Kesenian Tradisional di Inggris

Wangi Indriya

Indramayu- adalah Wangi Indriya seniwati kelahiran indramayu 52 tahun silam ini sangatlah memiliki kemampun terutama pada bidang seni tari tradisi maupun kontemporer, terlebih akrab disapa wangi dikalangan teman-temannya kerapkali mengikuti beberapa moment festival maupun pagelaran kesenian yang diselenggarakan di dalam negeri dan luar negeri.

Sosok perempuan dengan perawakan mungil ini telah lama berkiprah didunia tari dengan sanggar mulya bakti yang ada di kawasan desa tambi kabupaten indramayu, didirikan bersama keluarganya yang saat ini telah mendapat perhatian dari berbagai pihak yang tidak lain sebagai tempat berproses maupun berlatih kesenian tradisional.

Dengan kemampuan otodidaknya Wangi berani melakukan eksprolrasi yang menurutnya, ‘setiap orang pasti punya talenta tinggal bagaimana kita maengasah kemahiran itu serta memunculkan keberanian yang kita simpan, mungkin berbentuk sebuah ide atau gagasan. ‘ katanya.

Seperti pagelaran serta festival yang diselenggarakan beberapa awaktu lalu di Llangolen negara bagian Walls Brghfon Inggris, merupakan bagian dari pemunculan ide gagasan selain melakukan proses eksplorasi secara nyata yang tentunya dituntut profesioanalisme matang dalam pengarapanya.

Dalam festival di inggris pakan lalu wangi berangkat bersama teman dari 2 daerah berbeda di jawa yaitu seniman asal magelang dan solo, adapun muatan pagelaran serta festival yang dipertontonkan diantaranya kesenian tari bernuansa tradisional seta pagelaran wayang.

Tak hanya pagelaran serta festival saja melainkan ada yang lebih menarik, adanya kegiatan work shop yang juga bersamaan pada moment itu, disambut respon antusias dari para peserta yang mengikutinya yang kebanyakan penduduk setempat yang masih muda belia mencoba mempelajari kesenian tradisional jawa asal indonesia itu. (Siswo Prayitno)***

Source : Tabloid SENSOR, 23 Agustus 2009

Fenomena Pendidikan dan Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat

Penyelenggara PKBM Dituntut ‘Bertanggung Jawab’

INDRAMAYU - Program paket C setara SMA/MA serta penerima bea siswa dari dana APBD tahun anggaran 2009 pada saat ini mulai berjalan, disinilah peran PLS (pendidikan luar sekolah) informal haruslah efektif dan sesuai dengan mekanisme yang ada serta dituntut untuk lebih bertanggung jawab baik secara moril maupun hukum.

Dari data yang diperoleh di lapangan tercatat jumlah PKBM (pusat kegiatan belajar mengajar) beserta warga belajar di kabupaten Indramayu untuk program paket C setara SMA/MA anggaran 2009 sekarang tersebar di 30 kecamatan dan 61 desa, dengan jumlah keseluruhan warga belajar laki-laki 1,693, perempuan 1,177 sehingga total keseluruhan berjumlah 2,870, dengan jumlah kelas sebanyak 109.

Kendati program ini rutin dilaksanakan pada kenyataanya masih banyak penyelengara atau PKBM di lapangan kurang serius terkait program kejar paket C ini, terutama pada persoalan anggaran dan teknis, terlihat begitu lemah system pengawasan maupun tim monitoring di lapangan sehingga memudahkan peluang-peluang terjadinya modus penyimpangan.

Di kecamatan sliyeg contohnya PKBM Pratama tugu yang mempunyai warga belajar 28 terdiri dari laki-laki 9, perempuan 19, terbagi menjadi 1 kelas itu mengaku sama sekali belum pernah ketemu dengan para warga belajarnya . Sutadi Spd penyelenggara PKBM pratama saat ditemui sensor beberapa waktu lalu menegaskan, ‘dirinya bingung serta khawatir apalagi terkait penggunaan anggaran APBD, “satu rupiahpun saya belum gunakan, tuturnya.

Semenjak penyelenggara program PPK IPM tahun anggaran 2006 diperiksa kejaksaan tinggi bandung, nampaknya para penyelenggara yang lama trauma dengan pemanggilan itu berdampak pada efektivitas dilapangaan .

Bahkan yang lebih memprihatinkan ada beberapa PKBM tidak memiliki papan nambor, dengan alasan baru dibuat dan dilas, atau berada di secretariat yang letaknya berjauhan dengan pusat kegiatan belajar mengajar seperti fasilitas SD

Kasi pendidikan luar sekolah pada dikmas dinas pendidikan kabupaten indramayu Nara pada wartawan menyatakan,” kalau ada penyelenggara yang ragu atau khawatir, lantas binggung kembalikan saja anggaran itu pada kas negara, “ kami akan melakukan monitoring serta bentuk pengawasan ekstra ketat karna ini menyangkut pertanggung jawabab institusi pendidikan, ungkap Nara. (Siswo)***

Source : Tabloid SENSOR, 12 Agustus 2009

Nelayan Kecewa Kompensasi Tidak Dibayar Utuh

INDRAMAYU – Semenjak terjadinya kebocoran pipa lepas pantai di area floting hose perairan Indramayu milik PT pertamina UP V1 balongan beberap waktu lalu, mengakibatkan tercecernya limbah cruide oil di sepanjang pesisir laut.

Hingga ceceran limbah berdampak pada ekosistem serta habitat biota laut yang ada, bahkan para nelayan merasa dirugikan mata pencaharianya dengan adanya kebocoran limbah tersebut sehingga PT Pertamina memberikan dana kompensasi ganti rugi bagi pihak nelayan.

Berdasarkan penelusuran sensor di lapangan diantaranya kecamatan balongan dan itupun baru sebagian yang menerima kompensasi, pembagian ganti rugi limbah bagi para nelayan bervariatif tergantung jenis klasifikasi nelayan serta adanya kesepakatan dengan pihak pemerintah desa.

Seperti Saidi akrab dipanggil Tenjol merupakan klasifikasi jenis nelayan penyudu asal pesisir desa balongan yang dirugikan mata pencaharianya dengan kehadiran limbah itu.

Penyudu asal pesisir balongan tersebut telah menerima ganti rugi sebesar Rp 3 juta rupiah awalnya berjumlah dari 95 menjadi 81 nelayan penyudu setelah melalui proses panjang verifikasi data serta kesepakatan pihak desa.

Namun nampaknya Saidi mewakili diantara nelayan penyudu lainya merasa kecewa, pasalnya uang ganti rugi yang ia terima tidak utuh. Saat dikonfirmasi sensor (7/7) Saidi menjelaskan, “ awalnya pihak desa melalui jalan musyawarah kepada nelayan penyudu diminta Rp 300 ribu rupah pernelayan, tapi banyak yang keberatan hingga mengalami jalan buntu.

Akhirnya ditengah kebuntuan itu tanpa musyawarah lanjutan dan pemberitahuan hanya melalui panitia yang mewakili nelayan penyudu dipotong menjadi Rp 250 ribu rupiah, “ wajar saja saya kecewa”, belum ada tawar menawar kok langsung di setujui, tutur Saidi.

Di tempat terpisah direktur PKSPD ( pusat kajian strategis pembangunan daerah) Q, usjh Dialambaqa saat dimintai pendapat (7/7) pada sensor, terkait proses kompensasi ganti rugi limbah yang dibayarkan oleh PT Pertamina menegaskan.

“ Kalau pungutan itu benar terjadi itu masuk dalam kategori korupsi, karna anggaran yang dibayarkan Pertamina adalah bersumber dari APBN. Dan juga dari awal proses pendataan hingga verifiksi serta pencairan pihak desa sudah diberi honor oleh Pertamina, jadi tidak dibenarkan dipotong satu rupiahpun atasnama apapun, ‘tegas direktur PKSPD Indramayu.

Saat dihubungi sensor melalui telepon (9/7) kepala desa balongan Muhari membantah ,’ pihaknya tidak melakukan potongan terhadap kompensasi ganti rugi khususnya nelayan penyudu. Menurutnya sifatnya hanya sukarela dan itupun tidak semuanya memberi tanpa ada paksaan,’tutur kepala desa balongan. (Siswo/Jhoys Archan)***

Source : Tabloid SENSOR, 12 Agustus 2009

‘Keraton Band’ Bikin Klip di Indramayu

INDRAMAYU – Sebuah proses panjang dalam perhelatan alur seni musik yang tentunya tetap mengedepankan nuansa berkesenian, terlepas dari itu semua para musisilah berupaya untuk melahirkan ide gagasan serta kreativitas berakhir pada karya yang bisa dinikmati oleh audiens.

Di era kekinian bermunculan bak jamur dimusim hujan musisi dan grup band dengan berbagai corak karakter berbeda mewarnai ranah musik indonesia, seiring dengan perkembangan waktu mereka berlomba sebagai musisi untuk lebih dikenal dengan karyanya.

Kehadiran keraton band nampaknya ikut ambil bagian dalam ranah musik indonesia, band asal kota mangga itu mencoba mempionirkan diri album perdana mereka “ cinta dimayapada.” Bahkan pembuatan video klip rampung digarapnya dengan nuansa unik dan energik.

Embrio band melayu ini sengaja merilis klipnya dikota kelahiranya sendiri, dengan mengemas para personil ade kribo pada drum, saidin arengger musik key board, D wardhana guitar bass, maday guitar.

Akankah album ‘cinta dimayapada’ bisa membius para penggemar musik indonesia beralur corak melayu itu, “ yang terpenting kita sebagai musisi telah berkarya, semuanya diserahkan pada penikmat musik”, ucap salah satu personil keraton band saat diwawancara tabloid sensor. (Siswo)***

Source : Tabloid SENSOR, 12 Agustus 2009

Kerusakan Lingkungan Terjadi di Sepanjang Tanggul dan Bantaran Sungai di Cirebon

Lingkungan

Sungai di Cirebon Tak Lagi Punya Sempadan

CIREBON - Sebagian besar sungai di Cirebon tidak mempunyai sempadan lagi. Pasalnya, di tengah kota, bantaran sungai habis dipenuhi rumah dan rumah toko (ruko), sedangkan di pesisir dipenuhi tumpukan sampah. Memburuknya lingkungan sungai terlihat di Sungai Bondet, Kesenden, Cangkol, Mundu, hingga Gebang, Sabtu (12/9). Di Bondet, sempadan sungai sudah berubah menjadi tumpukan sampah. Perumahan warga pun dibangun di sempadan sungai.

Di Sungai Kesenden, hilir sungai penuh dengan lumpur sehingga perahu nelayan tak bisa leluasa keluar masuk sungai itu. Pepohonan bakau pun, sesuai pengamatan Kompas, hanya lebat di muara sungai Mundu. Di muara sungai-sungai lain, hutan bakau sudah gundul, berganti dengan rumah atau tambak.

Menurut Trijono, staf fungsional Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, dalam pertemuan dengan wartawan, Rabu lalu, hampir 100 persen sempadan sungai sudah dikapling dan dijadikan rumah atau ruko.

Padahal, sempadan merupakan bagian dari sungai yang tidak aman untuk ditinggali. "Warga di bantaran sungai setiap kali mengeluh kebanjiran. Tentu saja mereka kebanjiran karena tinggal di sungai," katanya.

Perlunya relokasi

Menurut Trijono, wilayah sungai meliputi daerah yang dialiri air dan bantarannya. Saat musim kemarau air sungai menyusut, tetapi pada musim hujan air melimpah dan memenuhi bantaran. Karena itu, seharusnya rumah tidak dibangun di bantaran sungai. Hilangnya pepohonan di bantaran membuat erosi, yang mengakibatkan pendangkalan sungai.

Untuk memulihkan kondisi sungai, seharusnya ada relokasi rumah atau ruko dari bantaran sungai, baru wilayah sungai bisa diperbaiki lagi.

Bambang Sasongko, Ketua Forum Masyarakat Pencinta Sungai, mengakui, perbaikan sungai belum optimal. Perbaikan sungai tak cukup hanya dengan pengerukan atau pembangunan bendung karet, tetapi juga perlu perbaikan menyeluruh di hulu. (NIT)

Source : Kompas, Senin, 14 September 2009 | 13:47 WIB

Hasil Pemenang Lelang/Tender Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2009 di Bulan Agustus dan September 2009

PENGUMUMAN PEMENANG LELANG

PENGADAAN BARANG/JASA

KABUPATEN INDRAMAYU

TAHUN ANGGARAN 2009

  1. Re-Tender : Pengadaan Pompa Air dan Pengadaan Alat Pengolah Pertanian (Power Threser) Nilai Pekerjaan Rp 538.750.000,-

Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Harun Hermawan, ST. Kepala Bagian Pengendalian Program Didy Kusmulyadi, SH. Diumumkan pada tanggal 31 Agustus 2009.

  1. Belanja Modal Pengadaan Traktor Rp 110.000.000,- Pemenang Lelang : PT. ISMI ERLINDA, Jl. Antareja No. 16 Indramayu (Nilai Penawaran Rp 107.800.000,-).
  2. Rehabilitasi ekosistem Mangrove Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu Rp 164.450.000,- Pemenang Lelang : CV. PERINTIS, Jl. Ciguriang No.59 Bandung (Nilai Penawaran Rp 139.562.000,-).
  3. Pengadaan Mesin Foging (Re-Tender) Rp 632.400.000,- Pemenang Lelang : CV. SEMBILAN SATU, Jl. M.T. Haryono No.06 Sindang-Indramayu (Nilai Penawaran Rp 629.997.000,-).
  4. Sumur Air Dalam Rp 181.200.000,- Pemenangnya : CV. ROSSY, Jl. Brwaijaya Desa Totoran Kec. Indramayu (Nilai Penawaran Rp 178.110.000,-).
  5. Rehabilitasi Ekosistem Mangrove Desa Eretan Wetan Rp 115.450.000,- Pemenang Lelang : CV. PERINTIS, Jl. Ciguriang No.59 Bandung (Nilai Penawaran Rp 92.430.000,-).
  6. Pengadaan pakaian Dinas Lapangan Satpol PP Rp 121.000.000,- Pemenang Lelang : CV. TAWAKAL, Jl. M.T. Haryono No.22 Indramayu (Nilai Penawaran Rp 106.480.000,-).
  7. Pembangunan Gedung BPP Kec. Arahan, Cantigi, dan Cikedung Sumber Dana IBRD Loan 7427-IND dan IDA Credit 4260-IND Pemenangnya : PT. MAS JAYA PUTRA, Jl. Sasak Kembar No.58 Margadadi (Nilai Penawaran Rp 1.245.676.000,-).
  8. Pembangunan Gedung BPP Kec. Balongan, Karangampel, dan Kec. Sliyeg. Sumber Dana IBRD Loan 7427-IND dan IDA Credit 4260-IND Pemenang Lelangnya : PT. SUMBER BUDI, Jl. Letnan Wargana No.57/E Indramayu (Nilai Penawaran Rp 904.996.000,-).
  9. Pembangunan Gedung BPP Kec. Kroya, Bongas, dan Sukra Sumber Dana IBRD Loan 7427-IND dan IDA Credit 4260-IND. Pemenang Lelang : PT. MURNI, Jl. Letjen Suprapto No.119/F Indramayu (Nilai Penawaran Rp 1.020.470.000,-).
  10. Renovasi Komplek Wisma Haji. Pemenang Lelang : PT. MAS JAYA PUTRA, Jl. Sasak Kembar No.58 Indramayu (Nilai Penawaran Rp 1.124.807.000,-).
  11. Pembangunan Prasarana dan Sarana Rumah Sederhana untuk Nelayan. Pemenang Lelang : PT. MURNI, Letjen Suprapto No.214/F Indramayu (Nilai Penawaran Rp 1.718.123.000,-).
  12. BM Sharing dengan Rumah Sederhana Sehat DCK-42 (Tidak Ada Pemenang)

Panitia Lelang : Ir. Eli Rustianah.*****

Pengumuman dicatat pada Tanggal 31 Agustus 2009 dan 1 September 2009.

Source : Panitia Pengadaan Barang/Jasa Terpusat Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2009.

Hasil Lelang Polindra Indramayu Diduga Berbau KKN

Hasil Lelang Polindra Rp 5,6 Miliar Terindikasi KKN

INDRAMAYU – Proses lelang atau tender pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorium Polyteknik Indramayu (Polindra) diduga bermasalah. Tender proyek dengan nilai pagu Rp 5,6 Miliar yang bersumber dari APBD dan APBN tersebut terindikasi terjadi kolusi yang berpotensi merugikan negara.

Indikasi kolusi tampak dari harga penawaran enam peserta lelang yang kurang menunjukkan persaingan sehat. Keenam perusahaan itu ialah : PT. Wira Loka Sejati yang menjadi pemenang tender dengan harga penawaran Rp 5,436 Miliar, PT. Angger Eman (Rp 5,440 M), PT. Adhi Jaya Utama (Rp 5,447 M), PT. Putra Kencana (Rp 5,452 M), PT. Dian Pratama Mulya (Rp 5,466 M), dan PT. Sekawan Indramayu (Rp 5,471 M).

Sementara dua peserta lainnya merupakan penawar terendah yakni PT. Mawa Citra Wisena (Rp 4,621 M) dan PT. Poly Jasa Persada (Rp 5,054 M). Namun peserta dengan harga penawaran terendah tersebut dinyatakan kalah oleh Panitia Lelang Pemkab Indramayu (Procurement Unit).

Padahal, menurut keterangan sumber yang layak dipercaya, tawaran harga dari PT. Mawa Citra Wisena (MCW) sebagai penawar terendah dinilai terukur dengan satuan harga dan spesifikasi teknis dan mutu yang ditentukan.

“Dengan harga penawaran Rp 4,621 M sudah termasuk pengadaan tenaga kerja, bahan, peralatan, biaya umum dan keuntungan sekaligus pajak, PT. Mawa selayaknya menjadi pemenang,” ujar sumber, Selasa (3/8).

Akibatnya terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp 819 juta. Kerugian negara sebesar itu apabila dihitung dari selisih harga panawaran PT. Wira Loka Sejati (WLS) sebagai pemenang lelang dengan PT. MCW.

Ketua Panitia Pengadaan Jasa Pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorium Polyndra, Eli Rustam, membantah dengan adanya pengaturan bersama atau kolusi antara Panitia Pengadaan dengan peserta lelang. Keputusan Panitia memenangkan PT. WLS telah sesuai dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 beserta perubahannya.

Menurut Eli, evaluasi harga hanyalah satu dari serangkaian evaluasi yang harus dilakukan oleh panitia sesuai prosedur evaluasi administrasi, kualifikasi dan evaluasi teknis penawaran. Dalam kaitan itu, tukas Eli, PT. MCW gagal memenuhi persyaratan dalam proses evaluasi tersebut.

“Oleh karena itu, meskipun PT. MCW merupakan penawar terendah tetapi dinyatakan gugur,” tegas Eli. (Ayad/Herman)***

Source : SURYA PENA, Edisi : 33/TH. I/ 12 – 18 Agustus 2009

Thursday, September 17, 2009

4,5 Juta Anak Terancam Pemanasan Global

4,5 Juta Anak Terancam Pemanasan Global

LONDON, INGGRIS - Lembaga sumbangan pembangunan Oxfam memperingatkan bahwa 4,5 juta anak bisa meninggal apabila negara-negara kaya tidak mau membantu negara miskin dalam memerangi pemanasan global.
Organisasi itu mengkhawatirkan negara kaya yang mungkin mengambil uang dari dana yang seharusnya dipakai untuk membantu perekonomian negara miskin. "Hanya Denmark, Belanda, dan Inggris yang mendukung pemberian dana tambahan. Kalau demikian, konferensi negosiasi iklim di Kopenhagen bisa gagal, kecuali jika para pemimpin negara mengambil tindakan," kata laporan Oxfam.
Pertemuan di Denmark pada Desember 2009 itu bertujuan merundingkan pakta iklim baru dalam mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. Salah satu topiknya adalah dana bagi negara miskin dalam mengembangkan ekonomi ramah lingkungan. Laporan Oxfam sendiri dibuat untuk menyongsong pertemuan di New York pada 22 September sebagai persiapan konferensi Kopenhagen. (EP/AFP/I-1)

Source : MEDIA INDONESIA, Kamis, 17 September 2009 00:00 WIB

Foto : AFP / 05.15 WIB London, Inggris.

Pertamina Revinery Unit VI Balongan Ingin Jalin Hubungan Yang Harmonis Dengan Para Wartawan Indramayu

Rata TengahKahupmas Pertamina Revinery Unit VI Balongan, Darijanto (membelakangi lensa), tengah menyampaikan maksud dan tujuannya dengan mengundang para wartawan Kabupaten Indramayu, Kamis (17/9) sore di Gedung Wanita Patra Balongan Indramayu. Darijanto mengatakan, acara Berbuka Puasa bersama itu merupakan salah satu moment penting untuk membangunan jalinan silaturahmi antara pihak Pertamina RU-VI Balongan dengan para wartawan. (Satim)*** Foto : Satim

Buka Puasa Bersama Wartawan

Pertamina RU-VI Balongan Mengharapkan

Pemberitaan Wartawan Yang Porporsional

INDRAMAYU – Ratusan wartawan di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, berkumpul di Gedung Wanita Patra Balongan Indramayu, Kamis (17/9) sore dan berakhir menjelang pukul 20.00 WIB.

Ratusan wartawan Kota Mangga Indramayu berkumpul di sana dalam rangka memenuhi undangan pihak PT. Pertamina (Persero) Revinery Unit VI Balongan Indramayu, detik-detik menjelang acara berbuka puasa bersama.

“Kami sengaja mengundang para wartawan, dalam rangka lebih mempererat hubungan yang harmonis antara pihak Pertamina dengan kalangan insan pers,” kata Darijanto, Kepala Hubungan Pertamina dan Masyarakat (Kahupmas) Pertamina Revinery Unit VI Balongan Indramayu.

Darijanto mengatakan, pihaknya dalam beroperasi setiap hari tidak menutup kemungkinan adanya kecelakaan seperti bocornya pipa pengolahan minyak dan lain-lain. Namun ia berharap, para wartawan yang membuat berita yang proporsional.

“Wartawan diberikan kebebasan untuk menyajikan berita-berita yang menarik kepada publik, termasuk berbagai peristiwa yang terjadi di Pertamina RU-VI Balongan ini. Namun sajiannya harus proporsional, sehingga masyarakat bisa mengerti apa yang sesungguhnya tengah terjadi di Pertamina RU-VI Balongan,” ungkapnya.

Pesan itu ditanggapi positif oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Indramayu, H. Makali Kumar. Apalagi pihak Pertamina RU-VI Balngan punya niatan baik membangun hubungan dengan kalangan wartawan di Kabupaten Indramayu. Atas nama kalangan insan pers Indramayu, Makali mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak Pertamina RU-VI Balongan melalui Kahupmas Pertamina Balongan, Darijanto.

“Kami mewakili rekan-rekan wartawan Indramayu, berterima kasih atas undangan ini,” tutur General Manager (GM) Radar Indramayu (Jawa Pos Group) itu.

Seusai berbuka puasa bersama, kalangan insan pers pun meregistrasi daftar hadirnya. Acara siraman jalinan komunikasi itu berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian, para wartawan membubarkan diri sambil “membawa” hikmah pertemuan silaturahmi tadi dengan kesimpulannya masing-masing. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

Berikut ini cuplikan beberapa ekspresi acara Silaturahmi PT. Pertamina RU-VI Balongan dengan ratusan wartawan yang sehari-harinya meliput beragam peristiwa di wilayah Kabupaten Indramayu :







Para Wartawan tengah memferefikasi daftar hadir dalam acara silaturahmi atas undangan pihak PT. Pertamina (Persero) Revinery Unit VI Balongan Indramayu, Kamis (17/9) sore.





Wednesday, September 16, 2009

Humas Pemkab Indramayu "Diserbu" Wartawan

Suasana di Humas Pemkab Indramayu

Ratusan Wartawan Ikut Registrasi

INDRAMAYU – Persaingan hidup akan selalu menuntut pemikiran, perhatian, dan berbagai inovasi dalam rangka meraih kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Begitu pula dengan keberadaan insan pers yang kini cenderung “menjamur” dengan media massanya masing-masing, tampaknya merupakan fenomena baru di tengah ketatnya persaingan antar media massa dalam era globalisasi dan kecanggihan teknologi.

Dalam catatan resmi pihak Humas Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, hingga tahun 2009 ini telah terdaftar sedikitnya 200-an wartawan dari berbagai media massa cetak maupun elektronik yang meliput seputar Kota Mangga Indramayu itu.

Tampak dalam gambar, Rabu (16/9) siang hingga menjelang petang, ratusan wartawan melakukan registrasi keabsahan indentitas kewartawanan yang selama ini aktif dalam melakukan peliputan kegiatan di wilayah Kabupaten Indramayu. (Satim)*** Foto-Foto : Satim