EKSPEDISI HUMANIORA
Sunday, June 28, 2015
Gedung “Kuning” Akan Dioperasikan Oktober 2015
EKSPEDISI HUMANIORA
Friday, December 24, 2010
Mahasiswa Bidang Sains cuma 400.000 ?
Mahasiswa Bidang Sains cuma 400.000 ?
Jumat, 24 Desember 2010 | 17:05 WIB
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Menurut Wamendiknas Fasli Jalal, salah satu cara merangsang minat siswa pada bidang sains adalah dengan gencar melakukan penelitian sains, terutama penelitian multidisiplin.
TERKAIT:
- Ilmuwan Malaysia Banyak Belajar di ITB
- Pusat Riset Butuh Dukungan Regulasi
- Rendah, Minat Anak Muda Belajar Sains
- Selamat, DKI Juara Umum Olimpiade Sains!
- Sains Belum Semarak, Kurang Gairah!
DEPOK, KOMPAS.com - Minat pada bidang sains di perguruan tinggi masih rendah. Hal ini terlihat dari jumlah mahasiswa di bidang sains yang hanya mencapai sekitar 400.000 mahasiswa atau 5 persen dari total 4,6 juta mahasiswa di seluruh Indonesia.
Salah satu cara untuk merangsang minat siswa pada bidang sains adalah dengan gencar melakukan penelitian sains, terutama penelitian multidisiplin. Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal seusai meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Laboratorium Sains dan Multidisiplin kerja sama Universitas Indonesia (UI) dan PT Pertamina (Persero), Kamis (23/12/2010) kemarin, di kampus FMIPA-UI Depok.
Fasli yang didampingi Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan. (LUK)***
Sumber : Kompas Cetak/Editor: Latief Dibaca : 278
Thursday, July 8, 2010
Gerhana Matahari Total, Minggu, 11 Juli 2010

GERHANA MATAHARI TOTAL
Memahami Fenomena Alam Itu
Oleh Yuni ikawati
Pada hari Minggu (11/7) mendatang penduduk di kawasan Pasifik Barat dan Amerika Selatan akan menyaksikan gerhana matahari total. Sayangnya, fenomena langit itu tak dapat dilihat di wilayah Indonesia.
Penduduk di wilayah Nusantara ini baru akan menikmati GMT pada 9 Maret 2016. Kejadian alam itu terakhir bisa disaksikan di Indonesia pada 24 Oktober 1995.
Di Pasifik Barat atau sebelah timur Australia dan kepulauan Polinesia, gerhana matahari total (GMT) terjadi pada saat matahari terbit. Sedangkan di kawasan Amerika Selatan, yaitu sekitar Cile dan Argentina, GMT terjadi saat matahari tenggelam.
”Fenomena alam ini hanya akan berlangsung selama beberapa menit,” kata pakar astronomi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Thomas Djamaluddin.
Langka di suatu tempat
Peristiwa alam itu memang tergolong langka muncul di satu tempat. Bagi penduduk Indonesia sendiri GMT pernah terjadi pada 15 tahun lalu. Ketika itu GMT hanya berlangsung dua menit. Fenomena itu pun hanya dapat disaksikan penduduk pulau kecil di ujung utara Indonesia, yaitu Pulau Sangihe di Sulawesi Utara.
GMT 1995 merupakan GMT yang terakhir yang melintas Indonesia pada abad ke-20 ini. GMT berikutnya akan kembali melintas Indonesia pada 9 Maret 2016.
Menurut penghitungan astronomi, GMT pada 6 tahun mendatang itu akan melintasi sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Halmahera. ”Dibandingkan dengan GMT 1993, gerhana mendatang akan dua kali lebih lama,” ujar Thomas.
Bagaimana gerhana itu dapat terjadi?
Bumi dan Bulan senantiasa memiliki bayangan karena mendapat cahaya matahari. Bayangan yang muncul dapat berupa bayangan inti (umbra) yang gelap total dan bayangan sekunder (penumbra) yang redup. Pada saat bayangan Bulan mengenai Bumi maka terjadilah gerhana matahari.
Wilayah yang terkena bayangan inti mengalami GMT atau gerhana cincin.
Ketika terjadi GMT, kata Thomas, orang akan melihat matahari tampak gelap total, sedangkan pada saat gerhana cincin hanya bagian tengah matahari yang tampak gelap, karena sisi luar matahari masih tampak. Daerah yang terkena bayangan sekunder hanya akan mengalami gerhana sebagian.
Berselang dua pekan
Gerhana matahari atau bulan terjadi bila Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis.
”Bila pada saat purnama matahari, Bumi, dan Bulan segaris atau hampir segaris maka pada bulan mati dua pekan sebelum atau sesudahnya, ketiganya akan segaris atau hampir segaris lagi. Karena itu, tidak mengherankan bila gerhana bulan dan matahari terjadi berurutan berselang dua pekan,” kata Thomas.
Ia memberikan contoh, sesudah terjadi gerhana bulan sebagian 15 April 1995, terjadi gerhana matahari cincin pada 29 April 1995 yang melintasi Amerika Selatan.
Menjelang GMT 24 Oktober 1995 yang terjadi bukan penggelapan Bulan (gerhana) melainkan hanya peredupan karena Bulan hanya memasuki bayangan Bumi sekunder (penumbra).
Berbagai kepercayaan
Gerhana matahari maupun gerhana Bulan mempunyai makna tersendiri bagi kehidupan manusia. Pada masa lalu orang menakuti kejadian alam ini sehingga muncul berbagai tradisi atau kepercayaan.
Ada masyarakat yang memercayainya sebagai peristiwa Bulan atau Matahari dimakan raksasa hingga orang harus memukul bunyi-bunyian untuk mengusirnya. Sebagian masyarakat juga mempercayai bahwa gerhana berpengaruh buruk hingga wanita hamil perlu bersembunyi.
Sementara itu, masyarakat Arab dahulu percaya bahwa gerhana itu berkaitan dengan kematian seseorang. Namun, bagi umat Islam kemudian, peristiwa gerhana merupakan cara mencocokkan penghitungan waktu bagi para ahli hisab.
Gerhana matahari merupakan ijtimak (segarisnya Bulan dan Matahari) yang teramati (observable new moon) yang amat penting dalam penghitungan kalender Islam. Dalam keadaan biasa, ijtimak tidak teramati. Satu-satunya tanda telah terjadi ijtimak adalah teramatinya hilal (bulan sabit pertama) pada saat maghrib. Itulah awal bulan dalam kalender Islam.
Menghadapi GMT, masyarakat tidak perlu terlalu takut untuk mengamatinya bila tahu cara menikmatinya yang aman. Pada dasarnya, radiasi cahaya matahari pada saat GMT dan di luar GMT sama saja. Tidak ada radiasi berbahaya yang muncul pada saat GMT.
Saat yang paling berbahaya hanyalah bila terlalu asyik melihat GMT dan tanpa sadar matahari telah muncul, walau masih sedikit. Pupil mata yang membesar pada saat kegelapan GMT dan kuatnya intensitas matahari bisa menyebabkan cahaya yang menembus mata terlalu berlebihan. ”Hal inilah yang bisa menyebabkan kebutaan,” kata Thomas. ***
Sumber : Kompas, Kamis, 8 Juli 2010 | 04:27 WIB
Thursday, January 14, 2010
15 Januari, Gerhana Matahari Terlama
15 Januari, Gerhana Matahari Terlama
BANDUNG - Gerhana Matahari cincin terlama di milenium ini akan terjadi Jumat (15/1) sore. Gerhana yang diperkirakan berlangsung 11 menit 8 detik ini akan melewati Afrika bagian tengah, Samudra Hindia, dan sebagian wilayah Indonesia.
Clara Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rabu (13/1), mengatakan, di Indonesia, gerhana ini hanya terlihat parsial atau sebagian saja. ”Di bawah 10 persen. Kecuali, di Aceh yang mungkin bisa 50 persen,” tuturnya. Gerhana bisa dilihat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.
Proses gerhana yang dimulai dengan masuknya bayang-bayang Bulan di permukaan Bumi akan dimulai pukul 14.39 WIB. Puncak gerhana terjadi pada 15.55 WIB. ”Prosesnya berlangsung sekitar 1,5 jam,” ujarnya.
Gerhana Matahari dengan durasi lebih dari 11 menit baru akan terjadi lagi pada 1.033 tahun kemudian pada tahun 3043. Gerhana Matahari yang lebih lama terjadi pada tahun 1992, yaitu dengan durasi 11 menit 41 detik.
Titik maksimum gerhana akan terjadi di Samudra Hindia. Masyarakat di Afrika tengah, Kenya, China, dan Myanmar bisa melihat fase gerhana cincin. Total jalur penumbra gerhana mencapai 333 kilometer.
Di Observatorium Bosscha fenomena ini bisa dilihat menggunakan empat teleskop dan satu alat peneropong surya. Menurut Peneliti Observatorium Bosscha Mochamad Irfan, teleskop yang akan dipakai adalah Unitron dan tiga teleskop Coronado.
Juga akan digunakan coleostat, cermin yang mengikuti gerakan Matahari untuk mendapat proyeksi citra ataupun spektrum.
Irfan berharap penggunaan teleskop dan alat peneropongan surya ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Bagi mereka yang tidak bisa melihatnya, ada program simulasi Stellarium 0.10.2. Di sana bisa dilihat waktu dan bagaimana posisi Matahari dan Bulan. Penghitungannya dikatakan cukup akurat karena sesuai dengan kalkulasi Badan Penerbangan dam Antariksa Amerika Serikat.
Peneliti fisika matahari, Dhani Herdiwijaya, berharap agar masyarakat bisa menyaksikan proses gerhana tanpa perlu takut merusak mata. ”Tapi jangan melihatnya langsung dengan mata telanjang. Melihat Matahari di hari biasa saja, tentu bisa merusak mata,” katanya. (jon/che)***
Source : Kompas, Kamis, 14 Januari 2010 | 03:19 WIB
Wednesday, November 25, 2009
Kisah Pencipta Senjata AK-47
Mikhail Timofeyevich Kalashnikov. (AP Photo/Natalia Kolesnikova)***
Alasan Kalashnikov ini yang membuat dia bisa hidup praktis tanpa beban sampai usia senjanya. ”Dalam usia ke-90 tahun, saya adalah manusia yang berbahagia,” ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar Pemerintah Rusia, Rossiiskaya Gazeta, belum lama ini.
Kalashnikov gembira saat Pemerintah Rusia memberikan penghargaan atas desain senjata AK-47 buatannya. Perayaan peringatan usia 90 tahun ini misalnya, diwarnai pembacaan puisi-puisi patriotik karya Kalashnikov. Puisi yang dia buat waktu masih berusia muda. Dia dengan lantang membacakan beberapa karyanya ini.
”Saya tidak pernah berniat membuat senjata untuk digunakan dalam berbagai konflik di seluruh dunia. Saya membuatnya untuk mempertahankan wilayah tanah air saya,” tegas Kalashnikov saat pemberian penghargaan atas sukses AK-47 itu di Kremlin, Moskwa, ibu kota Rusia.
Kalashnikov diberi penghargaan prestisius, Pahlawan Rusia, yang diserahkan langsung oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev. ”AK-47 adalah sebuah contoh brilian dari persenjataan Rusia, dan sebuah simbol nasional yang menumbuhkan rasa bangga pada setiap warga negara,” kata Medvedev memuji.
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin memuji Kalashnikov yang dia katakan sebagai ”legendaris sesungguhnya”. Acara penganugerahan penghargaan ini disiarkan langsung televisi nasional Rusia. Dua kosmonot Rusia yang berada di Stasiun Ruang Angkasa Internasional atau ISS juga memuji kehebatan kontribusi karya Kalashnikov tersebut.
”Nama Anda seperti kosmonot pertama Yury Gagarin, telah menjadi simbol dari negara kami pada abad XX,” ujar komosnot Maxim Surayev dari ISS.
Yuri Alekseyevich Gagarin menjadi pahlawan Uni Soviet karena dia merupakan manusia pertama yang mencapai ruang angkasa dan kembali ke orbit pada 12 April 1964.
Terjual 100 juta unit
Kalashnikov yang tampak sehat pada usia 90 tahun ini hidup sederhana di Izhevsk, sebuah kota industri sekitar 1.300 kilometer arah timur Moskwa. Padahal, senjata temuannya, AK-47, sudah terjual lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia. Sebuah angka yang sebenarnya akan mendatangkan keuntungan finansial bagi penemunya.
Beberapa sumber menyebutkan, Kalashnikov hidup dengan uang pensiun sekitar 500 euro atau sekitar Rp 7 juta per bulan. Hal itu karena setiap warga negara bekas Uni Soviet tidak punya hak paten. Dia juga memperoleh sebuah vila mewah musim panas dan sebuah apartemen dengan empat kamar dari pemerintah.
AK-47 merupakan singkatan dari Avtomat Kalashnikova atau Automatic Kalashnikov, senjata serbu otomatis karya Kalashnikov. Sementara angka 47 menunjukkan senjata ini mulai diproduksi tahun 1947. AK-47 menjadi senjata serbu yang paling banyak diproduksi.
Angkatan Bersenjata Uni Soviet (kini Rusia) mulai menggunakan AK-47 tahun 1949, dua tahun setelah diproduksi dan ternyata efektif. Senjata ini kian populer di kalangan aksi bersenjata berhaluan komunis di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Saat perang Vietnam, AK-47 berperan utama dalam aksi tentara Vietnam Utara menghadapi tentara Amerika Serikat dan Vietnam Selatan.
Kini, angkatan bersenjata di 55 negara di dunia menggunakan AK-47 (yang sudah dimodernisasi) sebagai senjata organik mereka. Angkatan bersenjata Indonesia juga pernah menggunakan senjata AK-47 pada era Orde Lama dan awal Orde Baru.
Beberapa negara seperti Mozambik dan Burkina Faso menempatkan gambar AK-47 pada bendera mereka. Begitu juga pada bendera kelompok bersenjata Hizbullah. Banyak anak laki-laki di Afrika diberi nama ”Kalash”, singkatan dari Kalashnikov karena AK-47 dianggap membantu perjuangan mereka.
Masa kecil
Di sisi lain, sikap Kalashnikov yang membuat AK-47 untuk membela tanah airnya juga masuk akal. Lahir di Kurya, wilayah Altai, masa kecil Kalashnikov sangat tragis. Ayahnya termasuk salah satu korban pengasingan diktator Uni Soviet, Joseph Stalin, pada tahun 1930.
Saat tentara Nazi Jerman menyerbu Uni Soviet, Kalashnikov ikut dalam divisi tank. Pada pertempuran Oktober tahun 1941 di Brysansk, dia cedera dan harus mundur ke garis belakang.
Dia kemudian bertugas di bengkel militer dan mulai mengutak-atik senjata. Apalagi saat itu Uni Soviet tengah mencari senjata yang ampuh, menyusul kekalahan mereka dari Jerman. Senjata yang bisa mempertahankan Soviet dari serbuan musuh.
Senjata Jerman, StG44 (Sturmgewehr 44), tahun 1946 menjadi pijakan desain Kalashnikov. StG44 memang dikenal ampuh, sederhana, dan bandel. Tak heran Jerman bisa unggul di semua sektor peperangan di Eropa dan Afrika Utara.
Rancangan yang sederhana, mudah penggunaannya, serta biaya produksi yang relatif murah membuat senjata rancangan Kalashnikov diterima pimpinan militer Uni Soviet. Kini, AK-47 dalam versi terbaru juga dipakai angkatan bersenjata Rusia.
Senjata Kalashnikov memang simpel. Beratnya pada awal sekitar 4,3 kilogram. Namun kini dibuat versi dengan berat hanya 3,6 kilogram. Itu sebabnya, banyak anak-anak anggota kelompok bersenjata dengan enteng menyandang AK-47. Harga AK-47 juga relatif murah, bisa diperoleh dengan 125 dollar AS atau Rp 1,25 juta di pasar gelap.
Izhmash, produsen AK-47 di Rusia, mengaku, senjata AK-47 yang dipalsu diproduksi di Bulgaria, China, Polandia, dan AS. Aksi pemalsuan ini membuat Izhmash merugi hingga 360 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun per tahun.
Kalashnikov sendiri tak peduli dengan kerugian tersebut. ”Tentu saja, seperti setiap orang pada umumnya, ada yang perlu disesalkan (dengan AK-47). Namun saya tegaskan, saya tidak akan memilih jalan hidup yang lain sekalipun ada peluang untuk itu,” ujarnya.
”Saya membuat senjata ini untuk mempertahankan tanah air. Bukan salah saya jika senjata ini lalu digunakan untuk hal yang dianggap tak baik. Ini tanggung jawab para politisi,” ujar Kalashnikov di Kremlin.
”Tak ada sebuah senjata pun yang memulai perang,” ucapnya menambahkan, saat pameran senjata di Delft,
Belanda, tahun 2003. Itu sebabnya, mengapa Kalashnikov bisa tetap hidup bahagia tanpa beban sampai usia senjanya kini. ***Source : Kompas, Rabu, 25 November 2009 | 03:20 WIB
Monday, November 23, 2009
Artikel Jaya Suprana Tentang Kiamat 2012
Kiamat
Oleh : Jaya Suprana
Artikel ini bukan promosi film 2012. Tanpa dipromosikan pun, film itu sudah luar biasa laris.
Bahkan, penonton sampai sudi bersusah payah antre berkepanjangan demi memperoleh tanda masuk untuk menonton film tentang kiamat yang tersurat dan tersirat pada nubuat kebudayaan Maya. Film yang dirilis sejak 13 November 2009 ke seluruh dunia itu langsung merebut kedudukan tertinggi dengan perolehan 65 juta dollar AS, hanya dalam waktu dua hari.
Kritik
Sebenarnya para kritikus film menilai film kolosal tentang mahabencana pengiamat Planet Bumi itu dengan nilai tidak terlalu positif, bahkan cenderung menganggap makna film sekadar hiburan hampa-makna yang tidak perlu dianggap serius. Bahkan, ada yang tega bilang, hanya orang dungu yang senang menonton film kiamat itu.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang pun mengeluarkan fatwa, film 2012 menyesatkan sebab mengambil alih hak Yang Mahakuasa untuk menentukan saat kiamat.
Namun, publik tampaknya sama sekali tidak peduli atas apa pun yang dihujatkan pada film 2012 itu. Terbukti di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mereka berduyun-duyun ingin menyaksikan film tentang kiamat, yang tidak bisa memang digarap dengan teknik grafis komputer yang monumental dan spektakuler seperti film-film disaster terdahulu karya Roland Emmerich yang berasal dari Jerman itu.
Saya pribadi sempat berjumpa dengan sutradara yang enam tahun lebih muda ketimbang saya semasa studi di Jerman. Pada masa itu, Roland Emmerich memang sudah dianggap sebagai salah seorang calon bintang di dunia perfilman Jerman, tetapi lebih berada di jalur seni murni, seperti Fassbinder atau Wenders, ketimbang komersial apalagi di jalur Hollywood.
Setelah menghamburkan dana ayahnya untuk film komersial perdana The Noah’s Principle, sebagai film termahal yang pernah dibuat seorang mahasiswa Jerman, Emmerich langsung hijrah ke Hollywood untuk mulai menggebrak pasar perfilman dunia dengan Universal Soldier dan Stargate yang ternyata disukai penggemar film kuasi-fiksi-ilmiah Hollywood.
Setelah itu, Emmerich tidak mengomersialkan film bersuasana malapetaka seperti Godzilla, Independence Day, dan The Day after Tomorrow, yang menjadi citra diri sutradara Jerman yang tampaknya gemar mencipta suasana mahaprahara malapetaka armagedonal.
Seperti semua film malapetaka, pada hakikatnya isi film 2012 sekadar permainan imajinasi sang penggagas kisah dan sutradara yang sulit masuk akal sehat yang wajar-wajar belaka.
Kiamat
Dalam sejarah kebudayaan umat manusia, kiamat sudah sering diramalkan pada suatu titik-saat tertentu dan akan memusnahkan Planet Bumi. Juga sudah sering terbukti, ramalan itu sama sekali tidak terjadi.
Secara paradoksal, di satu sisi tidak ada manusia yang waras-pikir menghendaki kiamat terjadi. Namun, di sisi lain ada semacam naluri primordial atau yang disebut Jung sebagai gejala archetype mengendap di lubuk nurani manusia yang yakin kiamat pasti akan terjadi dan di masa hidup dirinya sendiri. Yang jelas, kiamat merupakan salah satu produk yang potensial dimanfaatkan para pengkhotbah agar jemaah menaati ajaran yang dikhotbahkan.
Dari aspek tujuan, menakuti- nakuti orang agar takut berbuat jahat dan aib jelas positif, bahkan konstruktif. Namun, celakanya, sempat pula terjadi para penganut kiamatisme begitu ketakutan kiamat akan benar-benar terjadi, maka sebelumnya ramai-ramai bersama bunuh diri.
Mengenai kiamat benar-benar akan terjadi, sulit dibantah. Namun, apakah harus pada musim dingin 2012? Belum lagi harus dirinci musim dingin di mana sebab masa musim dingin di Australia berbeda dengan di AS.
Secara imaniah maupun logika tidak bisa dimungkiri, mungkin saja kiamat akan benar-benar terjadi. Misalnya, apabila ada meteor yang ukurannya cukup memadai, mendadak menabrak Planet Bumi tanpa terbendung oleh lapisan-lapisan sfere yang memperisai bola dunia ini. Atau bisa saja seperti dikatakan Al Gore, kiamat akan terjadi bertahap, lambat tetapi pasti akibat sikap dan perilaku manusia yang potensial mengiamatkan marcapada ini. Namun, masalah yang tidak pernah jelas adalah kapan kiamat itu benar-benar akan terjadi. Sebab, meski sudah berulang kali dijadwalkan, terbukti selalu meleset. Terbukti kini saya masih bisa menulis naskah yang sedang Anda baca ini!
Tampaknya kiamatisme sudah menjadi bagian integral naluriAngst makhluk hidup jenis Homo sapiens dalam suasana harap-harap cemas yang lebih cenderung mengharap tidak terjadi kecuali oleh kaum fatalis yang sedemikian benci manusia, hingga ingin menghukum bahkan membasmi habis manusia padahal dirinya sendiri juga manusia.
Jahanam seperti Hitler sebenarnya sudah menghadirkan kiamat dalam skala terbatas bagi kaum Yahudi. Sementara Roland Emmerich menyadari dan berhasil memanfaatkan naluri kiamatisme untuk menjual produk film-film mahamalapetaka.
Maka, meski dicemooh sampai dibilang hanya orang dungu yang senang menonton 2012, tidak ada
yang peduli terbukti. Semua berbondong-bondong antre untuk menonton film dungu itu! Biar dungu asal asyik! Langsung 2012 nangkring di jenjang teratas film terlaris di dunia, termasuk di Indonesia, masa kini meski—atau justru akibat—sudah dilarang ditonton oleh MUI.
Seperti halnya dulu Inul, malah laris manis setelah goyangnya diharamkan. Terlepas suka tak suka, sebenarnya tetap ada hikmah bisa dipetik dari film kiamat itu, yakni mensyukuri betapa indah dunia ini apabila tidak kiamat. ***
Jaya Suprana,
Budayawan
Source : Kompas, Sabtu, 21 November 2009 | 03:56 WIB
Thursday, November 12, 2009
Mengupas Wacana Tentang Kiamat 2012...
LAPORAN IPTEK
2012, Matahari, dan Bosscha
Oleh : Ninok Leksono
Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.
Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.
Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.
Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.
Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?
Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.
Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.
Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.
Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?
Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.
Penelitian Bosscha
Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.
Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.
Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.
Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.
Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.
Kontribusi Indonesia
Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk
mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.
Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.
Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.***
Source : Kompas, Rabu, 11 November 2009 | 02:45 WIB
Monday, November 2, 2009
China Gelar KTT Media Sedunia
KTT Media Sedunia digelar di Balai Rakyat (Great Hall) China, 8-10 Oktober 2009. KTT diikuti 170 organisasi media dari sejumlah negara. (Foto : Kompas/Budiman Tanurejo)***Upaya China Menarik Perhatian Dunia
Oleh : Budiman Tanuredjo
Bandara Internasional Capital Beijing sudah sepi ketika pesawat Singapore Airlines mendarat di Ibu Kota Republik Rakyat China, Rabu (7/10) tengah malam. Pesawat SQ boleh jadi adalah penerbangan terakhir yang mendarat di Bandara Capital Beijing setelah menempuh perjalanan 6 jam lebih dari Bandara Changi, Singapura.
Tampak beberapa petugas bandara masih menggunakan masker, khususnya di pos kesehatan. Virus H1N1 masih menjadi momok menakutkan bagi Pemerintah China. Setiap penumpang diwajibkan mengisi formulir yang berisi catatan kondisi kesehatan, termasuk rencana pengunjung yang akan tinggal di China. Alat pengukur suhu badan dipasang di jalur penumpang. Semuanya diperiksa detail!
Kedatangan saya ke Beijing adalah atas undangan Kantor Berita China, Xinhua, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Media Sedunia, 8-10 Oktober 2009. Konferensi itu dipusatkan di Gedung Balai Rakyat (Great Hall) China. Di luar bandara, Rhine, mahasiswa China, sudah menunggu untuk menjemput saya menuju tempat penginapan di Hotel Grand Beijing.
Grand Beijing adalah hotel mewah yang letaknya di pusat kota. Lokasi Hotel Grand Beijing tak sampai 500 meter dari Lapangan Tiannanmen yang pada tahun 1990-an kesohor sebagai tempat terjadinya pelanggaran hak asasi manusia. Sekitar 20 tahun lalu—tepatnya 4-6 Juni 1989—terjadi pembantaian mahasiswa prodemokrasi China oleh Tentara Pembebasan Rakyat.
Meski mata sudah mengantuk karena badan lelah, Rhine menjelaskan agenda acara KTT Media Sedunia. Di dalam mobil Audi yang hangat—temperatur diatur 23 derajat celsius, sementara suhu udara di luar 12 derajat—Rhine menceritakan kemajuan China. ”Negeri ini tetap komunis, tapi secara ekonomi maju,” ucapnya.
Perjalanan dari Bandara Capital Beijing hingga hotel ditempuh sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, mata dimanjakan dengan lampu-lampu jalan dengan berbagai hiasan, yang didominasi warna merah, masih menyala terang benderang. Gedung pencakar langit menjulang di sepanjang perjalanan dari bandara. Jalan-jalan tol menghubungkan satu tempat ke tempat lain di Beijing,
Pekan itu, Beijing memang sedang pesta. Ketika saya tiba, Beijing baru saja memperingati 60 tahun Republik Rakyat China yang dipusatkan di Lapangan Tiannanmen, 1 Oktober 2009. Selama satu pekan, 1-8 Oktober, dijadikan hari libur resmi. Lalu lintas masih ramai. Rombongan pejalan kaki masih memadati jalan raya itu. Rasa dingin tampaknya tidak memengaruhi para wisatawan tersebut. Mereka tetap berjalan-jalan di tengah malam. ”Ini jalan terbesar di Beijing,” ucap Rhine menjelaskan jalan raya di mana Hotel Grand Beijing terletak.
Pertama kali
Masih dalam rangka peringatan 60 tahun Republik Rakyat China itulah Beijing menggelar KTT Media Sedunia. Diskusi tentang KTT Media Sedunia itu diinisiasi sejumlah raksasa media dunia saat mereka bertemu di Beijing berbarengan dengan pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008.
Para inisiator KTT Media Sedunia itu adalah Rupert Murdoch (CEO News Corporation), Pemimpin Redaksi Reuters David Schlesinger, Direktur Jenderal ITAR-TASS Vitaly Ignantenko, Direktur Divisi BBC Global News Richard Sambrook, Presiden Associated Press Thomas Curley, dan Presiden Kantor Berita Kyodo Satoshi Ishihawa. Mereka hadir kembali di Beijing dalam KTT sebagai co-chairman. Sedangkan sebagai pimpinan KTT adalah Presiden Kantor Berita Xinhua Li Congjun.
Masa depan media di tengah krisis ekonomi global dan perkembangan teknologi komunikasi menjadi isu sentral yang dibawakan dalam KTT Media tersebut. Media memang sedang dihadapkan pada era yang berubah. Perkembangan teknologi komunikasi dan merosotnya perekonomian dunia mengharuskan pengelola media mengantisipasi masalah tersebut.
KTT Media Sedunia yang pertama kalinya diadakan di Beijing. Mereka yang hadir mayoritas adalah kantor berita, televisi, radio, dan surat kabar. Biasanya, pertemuan internasional mengenai media digelar oleh World Association Newspaper (WAN) yang berbarengan dengan World Editor Forum (WEF) yang pada 2009 diadakan di Hyderabad, India, 30 November-3 Desember 2009.
Selain saya dari Indonesia, CEO Antara Ahmad Muklis Yusuf, Wakil Pemimpin Redaksi Antara Akhmad Khusaeni, dan CEO Jawa Pos Dahlan Iskan juga hadir dalam pertemuan yang difasilitasi Kantor Berita Xinhua itu. Semua delegasi diinapkan di Hotel Grand Beijing dan Hotel Beijing yang lokasinya bersebelahan.
Demi untuk menyukseskan KTT Media Sedunia, Rhine menjelaskan, Xinhua mengerahkan 200 tenaga sukarela untuk mendampingi tamu-tamu Xinhua dari 170 negara di berbagai belahan dunia. Seorang tenaga sukarela—mereka adalah mahasiswa China yang belajar berbagai bahasa, seperti Inggris, Perancis, dan Arab—dikerahkan untuk mendampingi para pemimpin media dan kantor berita sedunia.
Safari pidato
KTT Media dibuka oleh Presiden Republik Rakyat China Hu Jintao dan dilanjutkan dengan safari pidato dari Ketua KTT Li Congjun dan para Wakil Ketua KTT dari Rupert Murdoch hingga John Liu, Wakil Presiden Google Inc. Hari pertama KTT ditandai dengan safari pidato yang diawali dengan pidato pembukaan dari Presiden China Hu Jintao. Presiden Hu menyerukan organisasi media global untuk menyerukan perdamaian dunia dan pembangunan.
Presiden Hu juga berharap pertemuan akan membantu untuk memperkuat kerja sama di antara media global, memacu lahirnya media industri global, dan membangun saling pengertian yang mendalam serta persahabatan di antara bangsa-bangsa. Terhadap organisasi media internasional, Presiden Hu menjanjikan akan melindungi media internasional untuk melakukan peliputan di China sesuai dengan peraturan yang berlaku di China.
Hu juga mengatakan, tantangan dunia berubah akibat krisis finansial global, ketidakseimbangan pembangunan, krisis pangan, dan terorisme. Kondisi itu menuntut tanggung jawab bersama media untuk bersama membangun dunia yang harmonis, perdamaian abadi, dan kesejahteraan umum. Pandangan senada disampaikan Presiden Kantor Berita Xinhua Li Congjun. Li mengangkat tema tanggung jawab sosial media.
Seakan merespons pandangan Hu Jintao dan Li Congjun, Pemimpin Redaksi Reuters David Schlesinger justru meminta China untuk mengembangkan sistem ekonomi yang lebih transparan. Masuknya China dalam sistem keuangan global menuntut adanya transparansi dalam statistik serta data-data keuangan karena pasar keuangan global menuntut data yang pasti dan bukan berdasarkan rumor. ”Transparansi menjadi salah satu kunci,” kata Schlesinger yang meminta China untuk membuka akses lebih besar terhadap wartawan asing di China. Selama ini, kata Schlesinger, terjadi perbedaan perlakuan antara wartawan China dan wartawan asing di China.
Saat berbicara di forum tersebut, Rupert Murdoch yang menyebut forum KTT Media sebagai ”Olimpiade Media” justru mengangkat tema lain yang mengentak. Raksasa media dari Australia justru berteriak keras terhadap para agregator yang mengambil begitu saja berita tanpa membayar. ”Mereka harus membayar karena ikut menggunakan berita-berita yang kita buat,” ujar Murdoch di atas podium. ”Bila kita tak bisa mengambil keuntungan, maka kita akan mengalami kerugian dan para kleptomania akan senang,” ujarnya seraya menyebut GoogleNews. John Liu dari Google yang berada di sudut paling kiri meja panelis hanya tersenyum ketika Murdoch berteriak perlunya membayar untuk menggunakan berita.
KTT Media Sedunia itu sendiri ditutup 10 Oktober. Dalam pernyataan bersamanya, KTT Media menyerukan agar organisasi media dunia memberikan informasi yang akurat, obyektif, tidak berpihak, serta liputan yang berimbang dalam berbagai peristiwa dunia yang terjadi. Namun, pada sisi lain, KTT Media Sedunia juga harus terus mempromosikan perlunya transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah serta perlunya membangun saling pengertian antarbangsa.
Citra
Apa yang didapat dari KTT Media Sedunia? Dong Guan Peng, analis dari Tsinghua University, menyebut forum KTT Media Sedunia adalah sebuah forum bagi pimpinan media dunia, termasuk pemimpin China, untuk mengenal lebih dekat para pemimpin raksasa media global.
”China memang mempunyai masalah dalam citra tentang dirinya,” kata Dong Guan, sebagaimana dikutip The Strait Times. Dong mengemukakan, ”Saya yakin beberapa dari tokoh media yang diundang sebagian dari antaranya belum pernah ke China. Saya terkejut dan berharap setelah mereka melihat kondisi riil China, maka bias terhadap berbagai tulisan tentang China akan sedikit berkurang.”
Politik pencitraan boleh jadi menjadi salah satu agenda Pemerintah China, selain motif ekonomi. China memang dikenal tidak ramah dengan ide-ide Barat soal transparansi dan kebebasan pers. Pers di China dikontrol sepenuhnya oleh negara. Selama berada di Beijing, hampir semua saluran televisi adalah CCTV. Tak ada CNN, BBC, atau Al-Jazeera yang bisa dinikmati.
Namun, kemampuan China menghadirkan sejumlah raksasa media dunia dan pada tahun 2008 menggelar Olimpiade Beijing telah menunjukkan kesuksesan China mengubah pandangan dunia tentang Negeri Tirai Bambu tersebut. Lapangan Tiannanmen yang 20 tahun lalu dikenal sebagai ladang kekerasan bagi mahasiswa prodemokrasi China kini telah diubah sebagai tempat wisata yang selalu dikunjungi wisatawan asing selain Tembok China.
”China memang sukses mengubah citra diri mereka,” ujar seorang delegasi Indonesia. Lautan manusia dari berbagai penjuru dunia—mayoritas berwajah oriental—yang berada di Tiannanmen bak penziarahan manusia. ”Itu semacam penziarahan,” ujar seorang wartawan dari Senegal.
KTT Media 8-10 Oktober itu ditutup dengan mengunjungi tempat ternama di China, seperti The Forbidden City dan Tembok China. ***
Source : Kompas, Senin, 2 November 2009 | 02:40 WIB
China Ibarat "Naga" Dengan Lidah Api Yang Siap Melahap Pangsa Pasar Produk Teknologi Komunikasi
Perusahaan teknologi telekomunikasi di China, Huawei Technologies Co Ltd, menempatkan stan pameran di tempat pameran komunikasi dan nirkabel di Beijing, China, Kamis (17/9). Ribuan pengunjung memadati pameran teknologi telekomunikasi tersebut. (Foto : Kompas/Ferry Santoso)***STRATEGI
China Lahap Pasar Telekomunikasi
Oleh : Ferry Santoso
China tidak hanya unggul menghasilkan produk-produk manufaktur, seperti barang-barang konsumsi rumah tangga, tetapi juga unggul dalam memproduksi teknologi telekomunikasi dan sudah menjadi ”pemain” dunia.
Saat ini China ibarat ”naga” dengan lidah api yang siap melalap dan melahap pangsa pasar produk teknologi telekomunikasi. Salah satu perusahaan penyedia solusi jaringan teknologi telekomunikasi di China yang menguasai sebagian pasar dunia adalah Huawei Technologies Co Ltd.
Huawei Technologies—didirikan tahun 1988—bermarkas di kota Shenzhen, China. Sejak didirikan, Huawei Technologies mampu mengembangkan teknologi telekomunikasi dari jaringan infrastruktur telekomunikasi, perangkat lunak, sampai produk-produk telekomunikasi seluler, seperti modem atau telepon genggam.
Setelah 20 tahun berkiprah di sektor industri telekomunikasi di China, Huawei Technologies telah melayani 36 operator telekomunikasi dari 50 operator telekomunikasi di dunia. Hampir semua produk telekomunikasi Huawei sudah memasuki pasar negara-negara di Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Amerika.
Misalnya Belgia, Perancis, Brasil, Arab Saudi, Ghana, Thailand, dan Rusia. Bahkan, di Eropa, Huawei Technologies telah dipilih oleh operator telekomunikasi di Skandinavia, Teliasonera, untuk memasok jaringan teknologi seluler generasi keempat (long term evolution/LTE).
Sebagai perusahaan telekomunikasi yang terus merambah pasar dunia, menurut Kepala Komunikasi Perusahaan Huawei Technologies Ross Gan, nilai kontrak penjualan produk Huawei terus meningkat.
Sebagai gambaran, nilai kontrak penjualan produk Huawei Technologies tahun 2007 sebesar 16 miliar dollar AS. Tahun 2008, nilai kontrak penjualan Huawei Technologies mencapai 23,3 miliar dollar AS atau naik 46 persen. Tahun 2009, nilai kontrak ditargetkan mencapai 30 miliar dollar AS.
Dari nilai kontrak sebesar 23,3 miliar dollar AS tahun 2008 itu, sebanyak 75 persen merupakan kontrak dengan operator-operator telekomunikasi dunia. Sisanya, sebesar 25 persen, merupakan kontrak dengan operator di pasar China sendiri.
Dari nilai kontrak sebesar 23,3 miliar dollar AS itu, Huawei Technologies mampu menggaet nilai penjualan atau pendapatan 18,3 miliar dollar AS. Pendapatan bersih mencapai 1,15 miliar dollar AS pada tahun 2008.
engan nilai kontrak dan nilai penjualan yang besar, peran Huawei Technologies dalam perkembangan teknologi telekomunikasi dunia memang patut diperhitungkan, selain Ericsson dan Nokia Siemens Networks (NSN).
Menurut Ross Gan, Huawei Technologies ditargetkan mampu menempati peringkat ke-2 di dunia pada masa mendatang sebagai perusahaan penyedia solusi jaringan telekomunikasi seluler.
Mengapa produk dan teknologi telekomunikasi yang dikembangkan Huawei Technologies mampu menembus pasar dunia? Salah satu strategi industri adalah terus mengikuti evolusi perkembangan layanan teknologi telekomunikasi.
”Huawei Technologies memiliki komitmen untuk menghasilkan teknologi dan produk telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Ros Gan. Untuk itu, Huawei menghabiskan biaya 2 miliar dollar AS untuk riset dan pengembangan pada 2008.
Bahkan, Huawei Technologies juga membangun universitas sebagai tempat belajar dan latihan di kawasan industri Huawei Technologies di Bantian Longgang, Shenzhen, China. Di tempat itu, tenaga-tenaga profesional Huawei dari sejumlah negara dididik dan dilatih.
Dengan riset yang dikembangkan, produk yang dihasilkan Huawei Technologies tidak hanya terbatas pada produk telepon genggam atau perangkat teknologi telekomunikasi seluler, seperti code division multiple access (CDMA), global system for mobile communications (GSM), dan worldwide interoperability for microwave access (WiMax).
Huawei Technologies juga mengembangkan jaringan infrastruktur telekomunikasi dari modem sampai stasiun penghubung telekomunikasi seluler (base transceiver station/BTS) untuk operator telekomunikasi. Bahkan, Huawei juga telah mengembangkan perangkat jaringan telekomunikasi BTS generasi keempat, yaitu SingleRan.
Di Indonesia, Huawei Technologies, melalui PT Huawei Tech Investment, juga menyediakan produk telepon genggam, modem, dan BTS untuk operator telekomunikasi.
Sebagai contoh, Huawei Tech Investment telah mendukung operator telekomunikasi seperti PT Telkom, Indosat, Telkomsel, Exelcomindo Pratama, Bakrie Telkom, dalam sejumlah layanan telekomunikasi seluler, seperti CDMA, GSM, transmisi, datacom, dan terminal.
Ledakan pasar
Pangsa pasar telekomunikasi seluler pada tahun-tahun mendatang akan semakin besar. Produk-produk teknologi telekomunikasi yang inovatif, berkecepatan tinggi, dan layanan yang variatif semakin menjadi kebutuhan pasar.
Bagaimanapun komunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Produk-produk teknologi telekomunikasi pada akhirnya terintegrasi dengan kebutuhan manusia sehari-hari dengan populasi di dunia mencapai miliaran jiwa.
Itu berarti pangsa pasar produk teknologi telekomunikasi semakin menggiurkan. Kompetisi perusahaan penyedia solusi jaringan telekomunikasi, termasuk operator telekomunikasi, pun semakin ketat untuk meraih konsumen dan memberikan layanan yang prima.
Pihak manajemen Huawei Technologies memprediksi besarnya pangsa pasar produk teknologi telekomunikasi. Diperkirakan, lebih dari satu miliar pengguna jaringan seluler dalam beberapa tahun mendatang. Lembaga-lembaga riset di bidang telekomunikasi, seperti Ovum dan Yankee Group, juga memprediksi hal yang sama.
Seberapa besar pangsa pasar produk teknologi telekomunikasi di dunia? Memang tidak mudah mendapatkan angka pangsa pasar produk telekomunikasi di dunia karena banyaknya produk teknologi telekomunikasi.
Akan tetapi, statistik dari Internet World Stats dapat memberikan sedikit gambaran. Dari data Internet World Stats yang diperbarui per Juni 2009, jumlah pengguna internet di dunia diperkirakan 1,66 miliar orang (24,7 persen) dengan perkiraan populasi 6,76 miliar orang.
Dari data Internet World Stats itu juga dicantumkan 20 negara dengan jumlah pengguna internet yang terbesar. Dari 20 negara itu—dengan perkiraan populasi penduduk 4,31 miliar orang—jumlah pengguna internet diperkirakan 1,27 miliar orang (29,5 persen).
Dari 20 negara itu, Indonesia menempati urutan ke-15. Dari jumlah populasi sekitar 240 juta orang, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta orang.
Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besar pada masa-masa mendatang, kebutuhan produk teknologi telekomunikasi, dari telepon genggam, laptop, komputer, modem, sampai jaringan infrastruktur telekomunikasi pun akan semakin besar.
Perusahaan atau industri penyedia solusi jaringan telekomunikasi, seperti Huawei Technologies, semakin gencar menawarkan produk-produk teknologi telekomunikasi yang inovatif, efisien, dan canggih. Perusahaan-perusahaan sekelas Huawei Technologies akan berkompetisi dalam memberikan layanan teknologi komunikasi di dunia.
Di Indonesia, pengembangan jaringan infrastruktur telekomunikasi, termasuk di daerah-daerah terpencil, semakin menjadi tuntutan.
Apalagi Indonesia termasuk daerah yang rawan bencana sehingga peran telekomunikasi dan layanan informasi yang cepat sangat penting.
Operator-operator telekomunikasi, termasuk di Indonesia, diharapkan mampu mengembangkan infrastruktur telekomunikasi yang andal dan efisien.
Operator telekomunikasi diharapkan tidak hanya menawarkan produk-produk seluler yang murah untuk merebut pangsa pasar yang gemuk. ***
Source : Kompas, Senin, 2 November 2009 | 02:37 WIB

